NANGA BULIK, PROKALTENG.CO – Kelangkaan minyak yang memicu lonjakan harga di tingkat eceran hingga mencapai Rp20.000 mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Lamandau. Menanggapi keresahan warga, Bupati Lamandau, Rizky Aditya Putra, langsung bergerak cepat dengan menghubungi pihak Pertamina untuk memastikan kondisi pasokan.
Berdasarkan hasil koordinasi tersebut, Bupati mengungkapkan bahwa pihak Pertamina menegaskan tidak ada pemotongan kuota pengiriman untuk wilayah Lamandau. Dengan kata lain, stok minyak dari hulu sebenarnya berada dalam kondisi aman.
“Harga di eceran tembus 20 ribu. Saya berharap ini bisa diselesaikan dan duduk dengan baik, sehingga masyarakat tidak panik bullying (saling menyalahkan/resah),” ungkap Rizky saat diwawancarai oleh wartawan di Riam Panahan, Sabtu (18/7).
Lanjut ia, pemerintah daerah akan segera melakukan penelusuran lebih lanjut di tingkat rantai distribusi bawah untuk mengetahui penyebab pasti di balik melambungnya harga tersebut, mengingat pasokan dari Pertamina sendiri tidak mengalami kendala.
“Langkah persuasif dan dialog bersama para agen serta pengecer akan diutamakan demi menstabilkan kembali harga di pasaran,” tandasnya. (bib)
NANGA BULIK, PROKALTENG.CO – Kelangkaan minyak yang memicu lonjakan harga di tingkat eceran hingga mencapai Rp20.000 mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Lamandau. Menanggapi keresahan warga, Bupati Lamandau, Rizky Aditya Putra, langsung bergerak cepat dengan menghubungi pihak Pertamina untuk memastikan kondisi pasokan.
Berdasarkan hasil koordinasi tersebut, Bupati mengungkapkan bahwa pihak Pertamina menegaskan tidak ada pemotongan kuota pengiriman untuk wilayah Lamandau. Dengan kata lain, stok minyak dari hulu sebenarnya berada dalam kondisi aman.
“Harga di eceran tembus 20 ribu. Saya berharap ini bisa diselesaikan dan duduk dengan baik, sehingga masyarakat tidak panik bullying (saling menyalahkan/resah),” ungkap Rizky saat diwawancarai oleh wartawan di Riam Panahan, Sabtu (18/7).
Lanjut ia, pemerintah daerah akan segera melakukan penelusuran lebih lanjut di tingkat rantai distribusi bawah untuk mengetahui penyebab pasti di balik melambungnya harga tersebut, mengingat pasokan dari Pertamina sendiri tidak mengalami kendala.
“Langkah persuasif dan dialog bersama para agen serta pengecer akan diutamakan demi menstabilkan kembali harga di pasaran,” tandasnya. (bib)