30.9 C
Jakarta
Saturday, March 14, 2026

Disaksikan Bupati, Final Turnamen Futsal di Lamandau Berakhir Baku Hantam

NANGA BULIK, PROKALTENG.CO – Pertandingan puncak turnamen futsal yang diselenggarakan oleh Partai Gerindra di Kabupaten Lamandau sedianya menjadi pesta olahraga yang megah justru berubah menjadi arena “adu jotos” yang memicu keprihatinan banyak pihak.

Kericuhan tersebut terjadi laga Final yang mempertemukan Anema FC kontra Warrior FC pada Jumat malam (13/3/2026) di Lapangan Futsal Kubau, Jalan Kubau, Kecamatan Bulik.

Sejak babak pertama, Anema FC menunjukkan taringnya dengan unggul cepat lewat skor 2-0.

Namun, seiring meningkatnya tensi permainan, sportivitas justru merosot tajam. Alih-alih pamer skill olah bola, para pemain justru terlibat gesekan fisik yang berujung pada baku hantam di tengah lapangan.

Ratusan penonton yang memadati tribun awalnya bersorak memberi semangat, namun gemuruh dukungan seketika berubah menjadi teriakan kepanikan saat persaingan sengit tersebut memuncak menjadi perkelahian massal.

Baca Juga :  Serahkan SK PPPK dan CPNS Tahap I Formasi 2024, Bupati : Utamakan Kepentingan Rakyat

Ironisnya, kericuhan ini terjadi tepat di hadapan Bupati Lamandau, Rizky Aditya Putra, Unsur Forkopimda Kabupaten Lamandau dan jajaran Pengurus Gerindra Tidar Lamandau.

Padahal, sebelum laga dimulai, Bupati Rizky Aditya Putra sudah memberikan imbauan keras agar seluruh peserta menjaga kondusivitas.

Electronic money exchangers listing

“Jangan ada perkelahian, tunjukkan sportivitas,” tegas Bupati dalam arahannya, yang sayangnya justru dikhianati oleh aksi anarkis di lapangan.

Meski pertandingan sempat memanas dan diwarnai aksi pukulan, laga tetap berakhir dengan kemenangan Anema FC atas Warrior FC dengan skor telak 7-3. Namun, kemenangan ini terasa hambar bagi para penikmat olahraga yang hadir.

Seorang penonton yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan kekecewaannya secara mendalam kepada tim media.

Baca Juga :  Kesadaran Nasional Jadi Momentum Bangkitkan Partisipasi Masyarakat

“Sangat disayangkan, di babak Final seperti ini seharusnya menunjukkan skill, bukan malah berkelahi. Miris, pertandingan ramai seperti ini selalu ribut. Seharusnya mereka bisa menunjukkan profesionalisme dalam bertanding,” tuturnya dengan nada kecewa.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi mengenai sanksi yang akan diberikan kepada kedua tim atau evaluasi dari pihak panitia penyelenggara terkait kericuhan yang mencoreng turnamen tersebut. (bib)

NANGA BULIK, PROKALTENG.CO – Pertandingan puncak turnamen futsal yang diselenggarakan oleh Partai Gerindra di Kabupaten Lamandau sedianya menjadi pesta olahraga yang megah justru berubah menjadi arena “adu jotos” yang memicu keprihatinan banyak pihak.

Kericuhan tersebut terjadi laga Final yang mempertemukan Anema FC kontra Warrior FC pada Jumat malam (13/3/2026) di Lapangan Futsal Kubau, Jalan Kubau, Kecamatan Bulik.

Sejak babak pertama, Anema FC menunjukkan taringnya dengan unggul cepat lewat skor 2-0.

Electronic money exchangers listing

Namun, seiring meningkatnya tensi permainan, sportivitas justru merosot tajam. Alih-alih pamer skill olah bola, para pemain justru terlibat gesekan fisik yang berujung pada baku hantam di tengah lapangan.

Ratusan penonton yang memadati tribun awalnya bersorak memberi semangat, namun gemuruh dukungan seketika berubah menjadi teriakan kepanikan saat persaingan sengit tersebut memuncak menjadi perkelahian massal.

Baca Juga :  Serahkan SK PPPK dan CPNS Tahap I Formasi 2024, Bupati : Utamakan Kepentingan Rakyat

Ironisnya, kericuhan ini terjadi tepat di hadapan Bupati Lamandau, Rizky Aditya Putra, Unsur Forkopimda Kabupaten Lamandau dan jajaran Pengurus Gerindra Tidar Lamandau.

Padahal, sebelum laga dimulai, Bupati Rizky Aditya Putra sudah memberikan imbauan keras agar seluruh peserta menjaga kondusivitas.

“Jangan ada perkelahian, tunjukkan sportivitas,” tegas Bupati dalam arahannya, yang sayangnya justru dikhianati oleh aksi anarkis di lapangan.

Meski pertandingan sempat memanas dan diwarnai aksi pukulan, laga tetap berakhir dengan kemenangan Anema FC atas Warrior FC dengan skor telak 7-3. Namun, kemenangan ini terasa hambar bagi para penikmat olahraga yang hadir.

Seorang penonton yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan kekecewaannya secara mendalam kepada tim media.

Baca Juga :  Kesadaran Nasional Jadi Momentum Bangkitkan Partisipasi Masyarakat

“Sangat disayangkan, di babak Final seperti ini seharusnya menunjukkan skill, bukan malah berkelahi. Miris, pertandingan ramai seperti ini selalu ribut. Seharusnya mereka bisa menunjukkan profesionalisme dalam bertanding,” tuturnya dengan nada kecewa.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi mengenai sanksi yang akan diberikan kepada kedua tim atau evaluasi dari pihak panitia penyelenggara terkait kericuhan yang mencoreng turnamen tersebut. (bib)

Terpopuler

Artikel Terbaru

/