Refleksi HUT Ke-24 Lamandau: Ketua Komisi III DPRD Kalteng Dorong Penuntasan Infrastruktur dan Apresiasi Geliat UMKM

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Pembangunan Kabupaten Lamandau di usianya yang ke-24 dinilai terus menunjukkan tren positif dan hasilnya semakin dirasakan oleh masyarakat.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Komisi III DPRD Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), Sugiyarto, dalam refleksinya menyambut peringatan HUT ke-24 Kabupaten Lamandau.

“Di ulang tahun yang ke-24 Kabupaten Lamandau ini, pembangunan semakin hari semakin baik dan sudah dinikmati oleh masyarakat,” ujar Sugiyarto dalam keterangannya, Senin (3/8/2026).

Meski demikian, ia menegaskan bahwa penuntasan infrastruktur jalan masih menjadi prioritas utama dan membutuhkan perhatian serius.

“Utamanya, sebenarnya sekarang yang diperlukan itu adalah infrastruktur, karena luasannya yang delapan kecamatan ini memerlukan pembangunan infrastruktur yang tidak sedikit,” ungkapnya.

Ia menyadari bahwa keterbatasan anggaran di seluruh tingkatan pemerintahan masih menjadi tantangan utama dalam percepatan pembangunan jalan.

“Ini tentunya menjadi kendala saat ini karena kondisi keuangan, baik pemerintah daerah, provinsi, maupun pusat yang sama-sama kita ketahui bersama,” jelas Sugiyarto.

Electronic money exchangers listing
Baca Juga :  DPRD Kalteng Ingatkan Desa Tak Abaikan Warga di Tengah Masuknya Investasi PBS

Sementara itu di sektor kelistrikan, ia mengapresiasi capaian rasio elektrifikasi di Kabupaten Lamandau yang kini hampir menyentuh angka sempurna.

“Alhamdulillah, sekarang sudah 99,9 persen semua desa sudah teraliri listrik dari PLN,” ucapnya

Saat ini, pemerataan akses kelistrikan hanya menyisakan pekerjaan rumah di dua wilayah, yakni Desa Kina dan Desa Jemuat.

“Tinggal dua desa tadi. Mudah-mudahan, syukur di tahun 2026 selesai, kalau tidak 2027 lah untuk dua desa ini,” tambahnya.

Beralih dari infrastruktur fisik, Sugiyarto juga memberikan pujian terhadap kebijakan ekonomi daerah, khususnya dalam memberdayakan sektor usaha kecil.

“Untuk ekonomi masyarakat, terobosan Bupati Rizky ini kami lihat untuk menggerakkan UMKM cukup bagus,” sebutnya.

Menurutnya, penyelenggaraan kegiatan masyarakat telah sukses menciptakan efek berganda tanpa harus membebani anggaran daerah secara berlebihan.

Baca Juga :  48 Ekor Sapi dari Pemkab Lamandau dan 5 Ekor Sapi dari Dunia Usaha Disalurkan ke 8 Kecamatan

“Walaupun bukan didukung dari APBD, kegiatan-kegiatan seperti pasar malam dan bazar ini sangat membantu masyarakat, utamanya UMKM untuk mengembangkan dirinya,” tegas Sugiyarto.

Pada sektor kesehatan, ia menilai pelayanan yang ada sudah cukup baik, namun sarana dan prasarana medis tetap perlu dikembangkan ke depannya.

“Fasilitas rumah sakit perlu ditingkatkan, kemudian tenaga-tenaga kesehatan juga perlu ditambah,” katanya.

Sebagai solusi jangka panjang, ia menyarankan Pemerintah Kabupaten Lamandau untuk menyiapkan program pendidikan khusus bagi calon tenaga medis daerah.

“Apakah dengan menyekolahkan para dokternya ataupun paramedisnya, sehingga nantinya mereka bisa kembali melayani dengan ikatan dinas,” usul Sugiyarto.

Menutup keterangannya, ia berharap momentum HUT ke-24 ini mampu memperkuat kolaborasi demi kemajuan Kabupaten Lamandau.

“Seluruh stakeholder diharapkan bisa bekerja sama untuk membangun Kabupaten Lamandau supaya bisa sejajar dengan kabupaten induknya, yaitu Kotawaringin Barat,” tutupnya. (her)

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Pembangunan Kabupaten Lamandau di usianya yang ke-24 dinilai terus menunjukkan tren positif dan hasilnya semakin dirasakan oleh masyarakat.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Komisi III DPRD Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), Sugiyarto, dalam refleksinya menyambut peringatan HUT ke-24 Kabupaten Lamandau.

“Di ulang tahun yang ke-24 Kabupaten Lamandau ini, pembangunan semakin hari semakin baik dan sudah dinikmati oleh masyarakat,” ujar Sugiyarto dalam keterangannya, Senin (3/8/2026).

Electronic money exchangers listing

Meski demikian, ia menegaskan bahwa penuntasan infrastruktur jalan masih menjadi prioritas utama dan membutuhkan perhatian serius.

“Utamanya, sebenarnya sekarang yang diperlukan itu adalah infrastruktur, karena luasannya yang delapan kecamatan ini memerlukan pembangunan infrastruktur yang tidak sedikit,” ungkapnya.

Ia menyadari bahwa keterbatasan anggaran di seluruh tingkatan pemerintahan masih menjadi tantangan utama dalam percepatan pembangunan jalan.

“Ini tentunya menjadi kendala saat ini karena kondisi keuangan, baik pemerintah daerah, provinsi, maupun pusat yang sama-sama kita ketahui bersama,” jelas Sugiyarto.

Baca Juga :  DPRD Kalteng Ingatkan Desa Tak Abaikan Warga di Tengah Masuknya Investasi PBS

Sementara itu di sektor kelistrikan, ia mengapresiasi capaian rasio elektrifikasi di Kabupaten Lamandau yang kini hampir menyentuh angka sempurna.

“Alhamdulillah, sekarang sudah 99,9 persen semua desa sudah teraliri listrik dari PLN,” ucapnya

Saat ini, pemerataan akses kelistrikan hanya menyisakan pekerjaan rumah di dua wilayah, yakni Desa Kina dan Desa Jemuat.

“Tinggal dua desa tadi. Mudah-mudahan, syukur di tahun 2026 selesai, kalau tidak 2027 lah untuk dua desa ini,” tambahnya.

Beralih dari infrastruktur fisik, Sugiyarto juga memberikan pujian terhadap kebijakan ekonomi daerah, khususnya dalam memberdayakan sektor usaha kecil.

“Untuk ekonomi masyarakat, terobosan Bupati Rizky ini kami lihat untuk menggerakkan UMKM cukup bagus,” sebutnya.

Menurutnya, penyelenggaraan kegiatan masyarakat telah sukses menciptakan efek berganda tanpa harus membebani anggaran daerah secara berlebihan.

Baca Juga :  48 Ekor Sapi dari Pemkab Lamandau dan 5 Ekor Sapi dari Dunia Usaha Disalurkan ke 8 Kecamatan

“Walaupun bukan didukung dari APBD, kegiatan-kegiatan seperti pasar malam dan bazar ini sangat membantu masyarakat, utamanya UMKM untuk mengembangkan dirinya,” tegas Sugiyarto.

Pada sektor kesehatan, ia menilai pelayanan yang ada sudah cukup baik, namun sarana dan prasarana medis tetap perlu dikembangkan ke depannya.

“Fasilitas rumah sakit perlu ditingkatkan, kemudian tenaga-tenaga kesehatan juga perlu ditambah,” katanya.

Sebagai solusi jangka panjang, ia menyarankan Pemerintah Kabupaten Lamandau untuk menyiapkan program pendidikan khusus bagi calon tenaga medis daerah.

“Apakah dengan menyekolahkan para dokternya ataupun paramedisnya, sehingga nantinya mereka bisa kembali melayani dengan ikatan dinas,” usul Sugiyarto.

Menutup keterangannya, ia berharap momentum HUT ke-24 ini mampu memperkuat kolaborasi demi kemajuan Kabupaten Lamandau.

“Seluruh stakeholder diharapkan bisa bekerja sama untuk membangun Kabupaten Lamandau supaya bisa sejajar dengan kabupaten induknya, yaitu Kotawaringin Barat,” tutupnya. (her)

Terpopuler

Artikel Terbaru