28.4 C
Jakarta
Sunday, July 21, 2024
spot_img

Pengunjung dan Pemilik Obyek Wisata Harus Memiliki Kesadaran Menjaga Kebersihan

SAMPIT, PROKALTENG.CO– Momentum libur panjang pada saat Natal dan Tahun Baru (Nataru). Sejumlah tempat wisata akan dipadati pengunjung yang ingin menghabiskan waktu bersama keluarga maupun orang-orang terdekat. Salah satunya adalah obyek wisata andalan di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) yaitu Pantai Ujung Pandaran yang terletak di Kecamatan Teluk Sampit.

Bupati Kabupaten Kotim H.Halikinnor meminta pengunjung maupun pemilik obyek wisata yang ada di kawasan pesisir pantai agar dapat memiliki kesadaran untuk menjaga kebersihan di kawasan tempat wisata di wilayah ujung pandaran.

“Kita sudah membuat imbauan agar masyarakat yang berkunjung ke obyek wisata pantai ujung pandaran memiliki kesadaran, dan juga pemilik tempat wisata juga dapat menyediakan tempat sampah di wilayahnya,” kata Halikin, Selasa (26/12)

Baca Juga :  Program Bimtek Terobosan Pemkab Kotim untuk Peningkatan SDM di Pustu

Dirinya juga mengatakan momentum libur panjang membawa dampak positif bagi sektor pariwisata dan perekonomian, khususnya pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di kawasan wisata Pantai Ujung Pandaran, tetapi juga membawa dampak negatif, karena akan dipenuhi sampah-sampah plastik hingga organik yang ditinggalkan para pengunjung.

“Saat momen libur perayaan Natal 2023 ini, menurut informasi banyaknya sampah berserakan di pantai ujung pandaran hal ini menjadi perhatian kami, maka dari itu kami berupaya menggugah kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan terutama pada tempat wisata tersebut,” ujar Halikin.

Orang nomor satu di Bumi Habaring Hurung ini juga mengimbau para pengunjung khususnya yang menggunakan roda empat untuk membawa tempat sampah masing-masing. hal itu untuk menjaga kebersihan Pantai Ujung Pandaran, Sehingga tidak memberikan kesan negatif dari wisatawan luar daerah.

Baca Juga :  Kecamatan MB Ketapang Juara Umum, Mempertahankan Gelar 10 Kali Berturut-turut

“Untuk menjaga kenyamanan bagi pengunjung tempat wisata. Suasana tempat wisata akan terlihat kurang asri dan bagus kalau banyak sampah yang berserakan, Selain membuat kumuh, sampah tersebut mengganggu kenyamanan pengunjung dan merusak pemandangan,” tutupnya.(bah/kpg/ind)

 

SAMPIT, PROKALTENG.CO– Momentum libur panjang pada saat Natal dan Tahun Baru (Nataru). Sejumlah tempat wisata akan dipadati pengunjung yang ingin menghabiskan waktu bersama keluarga maupun orang-orang terdekat. Salah satunya adalah obyek wisata andalan di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) yaitu Pantai Ujung Pandaran yang terletak di Kecamatan Teluk Sampit.

Bupati Kabupaten Kotim H.Halikinnor meminta pengunjung maupun pemilik obyek wisata yang ada di kawasan pesisir pantai agar dapat memiliki kesadaran untuk menjaga kebersihan di kawasan tempat wisata di wilayah ujung pandaran.

“Kita sudah membuat imbauan agar masyarakat yang berkunjung ke obyek wisata pantai ujung pandaran memiliki kesadaran, dan juga pemilik tempat wisata juga dapat menyediakan tempat sampah di wilayahnya,” kata Halikin, Selasa (26/12)

Baca Juga :  Program Bimtek Terobosan Pemkab Kotim untuk Peningkatan SDM di Pustu

Dirinya juga mengatakan momentum libur panjang membawa dampak positif bagi sektor pariwisata dan perekonomian, khususnya pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di kawasan wisata Pantai Ujung Pandaran, tetapi juga membawa dampak negatif, karena akan dipenuhi sampah-sampah plastik hingga organik yang ditinggalkan para pengunjung.

“Saat momen libur perayaan Natal 2023 ini, menurut informasi banyaknya sampah berserakan di pantai ujung pandaran hal ini menjadi perhatian kami, maka dari itu kami berupaya menggugah kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan terutama pada tempat wisata tersebut,” ujar Halikin.

Orang nomor satu di Bumi Habaring Hurung ini juga mengimbau para pengunjung khususnya yang menggunakan roda empat untuk membawa tempat sampah masing-masing. hal itu untuk menjaga kebersihan Pantai Ujung Pandaran, Sehingga tidak memberikan kesan negatif dari wisatawan luar daerah.

Baca Juga :  Kecamatan MB Ketapang Juara Umum, Mempertahankan Gelar 10 Kali Berturut-turut

“Untuk menjaga kenyamanan bagi pengunjung tempat wisata. Suasana tempat wisata akan terlihat kurang asri dan bagus kalau banyak sampah yang berserakan, Selain membuat kumuh, sampah tersebut mengganggu kenyamanan pengunjung dan merusak pemandangan,” tutupnya.(bah/kpg/ind)

 

spot_img
spot_img

Terpopuler

spot_img

Artikel Terbaru