32.5 C
Jakarta
Wednesday, June 19, 2024
spot_img

Pertama di Indonesia, Kotim akan Punya Terowongan Cahaya

SAMPIT, PROKALTENG.CO– Pemandangan berbeda terlihat di protokol Jalan Tjilik Riwut kilometer 3,5 Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Di bahu jalan, terlihat tiang lampu jalan berbentuk setengah lingkaran yang rencananya akan dijadikan terowongan cahaya. Tiang lengkung untuk penerangan jalan umum (PJU) tersebut baru dipasang sebagian. Jika sudah selesai, maka terowongan cahaya tersebut akan menjadi pemandangan memukau di Kota Sampit.

“Nanti kalau sudah dipasang semua, akan ada ornamen dan di tengahnya akan ada lampu warna-warni yang bisa berubah-ubah,”ujar Bupati Kotim, Halikinnor, Rabu (19/10).

Halikinnor menjanjikan, akan ada ikon baru di Kotim. Terowongan cahaya tersebut akan dipasang ornamen sepanjang 3,5 kilometer diserkitar Stadion 29 November Sampit. Lokasi tersebut akan menjadi alternatif wisata untuk keluarga , pusat kuliner, dan sarana olahraga untuk masyarakat. Sehingga, pusat kuliner dan olahraga tidak hanya terfokus di Taman Kota Sampit.

Baca Juga :  Bupati akan Datangkan Wayang Kulit Banjar Pada Festival Habaring Hurung

“Saya ingin angkringan, cafe, pindah ke sana (Sekitar terowongan cahaya, red). Jadi orang yang ingin ngopi ada kesan keluar kota sedikit. Apalagi ada ornamennya,”ucapnya.

Selain penerangan jalan, aspal yang ada di jalan tersebut juga akan dibenahi. Namun, hal itu tidak bisa serta merta dilakukan. Ada aturan yang harus diikuti agar tidak ada masalah kedepannya. “Nanti akan dibenahi. Inikan produk lama, tidak bisa kita laksanakan langsung. Karena akan ada masalah dengan hukum nanti,”tuturnya.

Selain itu, dirinya juga berencana akan membenahi Taman Kota Sampit. Dia ingin menjadikan, taman kota menjadi taman yang lebih baik lagi dari yang ada saat ini. Sehingga nantinya akan menjadikan destinasi yang nyaman bagi masyarakat. “Nantinya, taman kota tersebut akan dipasang air mancur, dan pembongkaran pagar. “Sementara beralih ke stadion dulu, itu menjadi alternatif masyarakat untuk berolahraga dan pusat kuliner,” jelasnya. (sli/ans/kpg)

Baca Juga :  Wilayah Kotim Sangat Terbuka, Jadi Sasaran Empuk Peredaran Narkoba

SAMPIT, PROKALTENG.CO– Pemandangan berbeda terlihat di protokol Jalan Tjilik Riwut kilometer 3,5 Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Di bahu jalan, terlihat tiang lampu jalan berbentuk setengah lingkaran yang rencananya akan dijadikan terowongan cahaya. Tiang lengkung untuk penerangan jalan umum (PJU) tersebut baru dipasang sebagian. Jika sudah selesai, maka terowongan cahaya tersebut akan menjadi pemandangan memukau di Kota Sampit.

“Nanti kalau sudah dipasang semua, akan ada ornamen dan di tengahnya akan ada lampu warna-warni yang bisa berubah-ubah,”ujar Bupati Kotim, Halikinnor, Rabu (19/10).

Halikinnor menjanjikan, akan ada ikon baru di Kotim. Terowongan cahaya tersebut akan dipasang ornamen sepanjang 3,5 kilometer diserkitar Stadion 29 November Sampit. Lokasi tersebut akan menjadi alternatif wisata untuk keluarga , pusat kuliner, dan sarana olahraga untuk masyarakat. Sehingga, pusat kuliner dan olahraga tidak hanya terfokus di Taman Kota Sampit.

Baca Juga :  Bupati akan Datangkan Wayang Kulit Banjar Pada Festival Habaring Hurung

“Saya ingin angkringan, cafe, pindah ke sana (Sekitar terowongan cahaya, red). Jadi orang yang ingin ngopi ada kesan keluar kota sedikit. Apalagi ada ornamennya,”ucapnya.

Selain penerangan jalan, aspal yang ada di jalan tersebut juga akan dibenahi. Namun, hal itu tidak bisa serta merta dilakukan. Ada aturan yang harus diikuti agar tidak ada masalah kedepannya. “Nanti akan dibenahi. Inikan produk lama, tidak bisa kita laksanakan langsung. Karena akan ada masalah dengan hukum nanti,”tuturnya.

Selain itu, dirinya juga berencana akan membenahi Taman Kota Sampit. Dia ingin menjadikan, taman kota menjadi taman yang lebih baik lagi dari yang ada saat ini. Sehingga nantinya akan menjadikan destinasi yang nyaman bagi masyarakat. “Nantinya, taman kota tersebut akan dipasang air mancur, dan pembongkaran pagar. “Sementara beralih ke stadion dulu, itu menjadi alternatif masyarakat untuk berolahraga dan pusat kuliner,” jelasnya. (sli/ans/kpg)

Baca Juga :  Wilayah Kotim Sangat Terbuka, Jadi Sasaran Empuk Peredaran Narkoba
spot_img
spot_img

Terpopuler

spot_img

Artikel Terbaru