Dua Ekskavator Dikerahkan Buat Kanal dan Sekat Bakar di Kawasan KKOP Bandara H. Asan Sampit

SAMPIT, PROKALTENG.CO – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), memperketat pengamanan kawasan sekitar Bandara H.Asan Sampit dari ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Dua unit ekskavator dikerahkan untuk membuat kanal sekaligus sekat bakar di kawasan yang masuk dalam Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan (KKOP).

Bupati Kotim Halikinnor turun langsung memantau pekerjaan alat berat tersebut. Ia memastikan ekskavator dimanfaatkan secara optimal untuk membangun akses bagi petugas sekaligus mempersempit ruang gerak api apabila terjadi kebakaran.

“Dua ekskavator digunakan untuk membuat kanal sekat bakar dan jalan bagi petugas kita untuk memudahkan pemadaman kebakaran lahan di daerah yang agak ke dalam,” kata Halikinnor, Selasa (1/9).

Dalam peninjauan itu, Halikinnor didampingi Kapolres Kotim AKBP Resky Maulana Zulkarnain serta Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, Bina Konstruksi, Perumahan Rakyat, dan Kawasan Permukiman (SDABMBKPRKP) Kotim Mentana Dhinar Tistama.

Pengamanan KKOP menjadi perhatian serius lantaran kawasan tersebut berkaitan langsung dengan keselamatan aktivitas penerbangan. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan, KKOP mencakup wilayah daratan, perairan, dan/atau ruang udara di sekitar bandar udara yang digunakan untuk menjamin keselamatan dan keamanan penerbangan.

Ancaman karhutla dalam beberapa waktu terakhir juga mulai berdampak terhadap operasional Bandara H.Asan Sampit. Kabut asap pekat sempat mengganggu jarak pandang hingga menyebabkan pesawat membatalkan pendaratan. Kondisi tersebut bahkan berlanjut dengan pembatalan penerbangan berikutnya.

Baca Juga :  Bupati Instruksikan Evaluasi Program Gerebek Stunting Apakah Sudah Tepat Sasaran?

Situasi ini mendorong Pemkab Kotim meningkatkan pengamanan karhutla di sekitar bandara, terutama kawasan yang masuk KKOP. Penanganan tidak hanya dilakukan dengan pemadaman, tetapi juga melalui langkah pencegahan agar api tidak mudah menjalar.

Electronic money exchangers listing

Halikinnor menjelaskan, kanal yang dibuat menggunakan ekskavator difungsikan sebagai sekat bakar sekaligus akses bagi personel pemadam. Sekat tersebut akan dibangun mengelilingi sejumlah titik yang dinilai rawan dan harus mendapat perlindungan khusus demi menjaga keselamatan penerbangan.

“Sekat ini akan dibuat di sekeliling lokasi yang dianggap kritis dan harus diamankan untuk keselamatan penerbangan,” ujarnya.

Tak hanya membuat kanal dan sekat bakar, alat berat tersebut juga dimanfaatkan untuk memetakan titik-titik yang berpotensi dijadikan embung. Apabila ditemukan lahan dengan kontur cukup rendah, lokasi tersebut akan digali untuk menampung air.

Embung nantinya diharapkan menjadi sumber air alternatif bagi petugas ketika melakukan pemadaman, terutama jika kebakaran kembali muncul di kawasan yang sulit dijangkau.

Langkah tersebut, kata Halikinnor, merupakan bagian dari tindak lanjut arahan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Kalteng. Pemerintah daerah diminta memberikan perhatian khusus terhadap kawasan KKOP agar ancaman karhutla tidak kembali mengganggu penerbangan.

Baca Juga :  Luar Biasa! Rombongan Tour Gabungan IMO Disambut dan Dijamu Bupati

“Ini juga sesuai dengan arahan Forkopimda provinsi yaitu Pak Gubernur, Pak Pangdam dan Pak Kapolda yang kemarin memberi petunjuk dan arahan kepada kita supaya kawasan KKOP ini betul-betul bisa kita amankan,” tegas Halikinnor.

Di sisi lain, Pemkab Kotim terus memperkuat penanganan karhutla di sejumlah wilayah. Selain memperpanjang status tanggap darurat karhutla dan kekeringan, pemerintah daerah mengerahkan tambahan sedikitnya 38 kendaraan yang dilengkapi tandon air dari berbagai organisasi perangkat daerah (OPD).

Kendaraan tersebut difungsikan untuk mendukung pasokan air bagi tim pemadam di lapangan. Dengan tambahan armada, proses pemadaman diharapkan berlangsung lebih cepat dan efektif.

Kotim juga mendapat tambahan kekuatan dari Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Karhutla Provinsi Kalteng berupa 10 mobil pemadam kebakaran.

Dari jumlah tersebut, tujuh unit akan memperkuat armada di Posko Penanganan Karhutla. Dua unit lainnya diperbantukan untuk wilayah selatan Kotim, sedangkan satu unit ditempatkan di Kecamatan Kota Besi.

Halikinnor menegaskan, armada tambahan tersebut akan diprioritaskan untuk menangani titik api yang berada di sekitar permukiman warga dan jalur jalan yang memiliki risiko tinggi.

“Ini diprioritaskan memadamkan kebakaran lahan yang terjadi dekat permukiman dan jalan-jalan. Mudah-mudahan semua bisa segera kita atasi,” pungkasnya.(bah/kpg)

SAMPIT, PROKALTENG.CO – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), memperketat pengamanan kawasan sekitar Bandara H.Asan Sampit dari ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Dua unit ekskavator dikerahkan untuk membuat kanal sekaligus sekat bakar di kawasan yang masuk dalam Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan (KKOP).

Bupati Kotim Halikinnor turun langsung memantau pekerjaan alat berat tersebut. Ia memastikan ekskavator dimanfaatkan secara optimal untuk membangun akses bagi petugas sekaligus mempersempit ruang gerak api apabila terjadi kebakaran.

“Dua ekskavator digunakan untuk membuat kanal sekat bakar dan jalan bagi petugas kita untuk memudahkan pemadaman kebakaran lahan di daerah yang agak ke dalam,” kata Halikinnor, Selasa (1/9).

Electronic money exchangers listing

Dalam peninjauan itu, Halikinnor didampingi Kapolres Kotim AKBP Resky Maulana Zulkarnain serta Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, Bina Konstruksi, Perumahan Rakyat, dan Kawasan Permukiman (SDABMBKPRKP) Kotim Mentana Dhinar Tistama.

Pengamanan KKOP menjadi perhatian serius lantaran kawasan tersebut berkaitan langsung dengan keselamatan aktivitas penerbangan. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan, KKOP mencakup wilayah daratan, perairan, dan/atau ruang udara di sekitar bandar udara yang digunakan untuk menjamin keselamatan dan keamanan penerbangan.

Ancaman karhutla dalam beberapa waktu terakhir juga mulai berdampak terhadap operasional Bandara H.Asan Sampit. Kabut asap pekat sempat mengganggu jarak pandang hingga menyebabkan pesawat membatalkan pendaratan. Kondisi tersebut bahkan berlanjut dengan pembatalan penerbangan berikutnya.

Baca Juga :  Bupati Instruksikan Evaluasi Program Gerebek Stunting Apakah Sudah Tepat Sasaran?

Situasi ini mendorong Pemkab Kotim meningkatkan pengamanan karhutla di sekitar bandara, terutama kawasan yang masuk KKOP. Penanganan tidak hanya dilakukan dengan pemadaman, tetapi juga melalui langkah pencegahan agar api tidak mudah menjalar.

Halikinnor menjelaskan, kanal yang dibuat menggunakan ekskavator difungsikan sebagai sekat bakar sekaligus akses bagi personel pemadam. Sekat tersebut akan dibangun mengelilingi sejumlah titik yang dinilai rawan dan harus mendapat perlindungan khusus demi menjaga keselamatan penerbangan.

“Sekat ini akan dibuat di sekeliling lokasi yang dianggap kritis dan harus diamankan untuk keselamatan penerbangan,” ujarnya.

Tak hanya membuat kanal dan sekat bakar, alat berat tersebut juga dimanfaatkan untuk memetakan titik-titik yang berpotensi dijadikan embung. Apabila ditemukan lahan dengan kontur cukup rendah, lokasi tersebut akan digali untuk menampung air.

Embung nantinya diharapkan menjadi sumber air alternatif bagi petugas ketika melakukan pemadaman, terutama jika kebakaran kembali muncul di kawasan yang sulit dijangkau.

Langkah tersebut, kata Halikinnor, merupakan bagian dari tindak lanjut arahan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Kalteng. Pemerintah daerah diminta memberikan perhatian khusus terhadap kawasan KKOP agar ancaman karhutla tidak kembali mengganggu penerbangan.

Baca Juga :  Luar Biasa! Rombongan Tour Gabungan IMO Disambut dan Dijamu Bupati

“Ini juga sesuai dengan arahan Forkopimda provinsi yaitu Pak Gubernur, Pak Pangdam dan Pak Kapolda yang kemarin memberi petunjuk dan arahan kepada kita supaya kawasan KKOP ini betul-betul bisa kita amankan,” tegas Halikinnor.

Di sisi lain, Pemkab Kotim terus memperkuat penanganan karhutla di sejumlah wilayah. Selain memperpanjang status tanggap darurat karhutla dan kekeringan, pemerintah daerah mengerahkan tambahan sedikitnya 38 kendaraan yang dilengkapi tandon air dari berbagai organisasi perangkat daerah (OPD).

Kendaraan tersebut difungsikan untuk mendukung pasokan air bagi tim pemadam di lapangan. Dengan tambahan armada, proses pemadaman diharapkan berlangsung lebih cepat dan efektif.

Kotim juga mendapat tambahan kekuatan dari Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Karhutla Provinsi Kalteng berupa 10 mobil pemadam kebakaran.

Dari jumlah tersebut, tujuh unit akan memperkuat armada di Posko Penanganan Karhutla. Dua unit lainnya diperbantukan untuk wilayah selatan Kotim, sedangkan satu unit ditempatkan di Kecamatan Kota Besi.

Halikinnor menegaskan, armada tambahan tersebut akan diprioritaskan untuk menangani titik api yang berada di sekitar permukiman warga dan jalur jalan yang memiliki risiko tinggi.

“Ini diprioritaskan memadamkan kebakaran lahan yang terjadi dekat permukiman dan jalan-jalan. Mudah-mudahan semua bisa segera kita atasi,” pungkasnya.(bah/kpg)

Terpopuler

Artikel Terbaru