25.6 C
Jakarta
Thursday, June 13, 2024
spot_img

Mampu Eksis, BUMDes Luwuk Kiri Mendapat Apresiasi

KASONGAN, PROKALTENG.CO – Keberadaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Luwuk Kiri Kecamatan Tasik Payawan mendapat apresiasi dari Wakil Bupati Katingan Sunardi. Pasalnya ketika dia berkunjung ke desa tersebut, BUMDES ditempat itu hingga kini masih eksis melakukan kegiatannya. Salah satunya adalah kegiatan usaha rotan.

Diungkapkan wakil bupati, pihak BUMDes Luwuk Kiri, telah melakukan pengiriman rotan secara langsung ke Surabaya, Provinsi Jawa Timur. "Ini sangat bagus sekali. Bisa mengirim langsung ke Pulau Jawa," ungkapnya, Minggu (20/6).

Meskipun, jelas dia, harga rotan saat ini belum memenuhi harapan masyarakat, namun usaha itu masih tetap berjalan.

"Mudahan BUMDes di tempat itu tetap eksis. Begitu juga harapan kita untuk BUMDes ditempat lain. Mudahan tetap eksis," ujarnya.

Baca Juga :  DWP Katingan Dukung Pencegahan Covid-19

Terkait harga rotan saat ini terangnya, memang banyak keluhan dari para petani sejak dulu. Sebab harga dinilai kurang menjanjikan.

"Makanya sekarang, banyak masyarakat kita yang meninggalkan usaha ini. Mengenai harga rotan ini, kita dari Pemda tidak bisa mengintervensi. Sebab inikan mekanisme pasar. Permintaan tinggi, tentu ada harga. Tapi sekarang inikan permintaan lesu," jelasnya.

KASONGAN, PROKALTENG.CO – Keberadaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Luwuk Kiri Kecamatan Tasik Payawan mendapat apresiasi dari Wakil Bupati Katingan Sunardi. Pasalnya ketika dia berkunjung ke desa tersebut, BUMDES ditempat itu hingga kini masih eksis melakukan kegiatannya. Salah satunya adalah kegiatan usaha rotan.

Diungkapkan wakil bupati, pihak BUMDes Luwuk Kiri, telah melakukan pengiriman rotan secara langsung ke Surabaya, Provinsi Jawa Timur. "Ini sangat bagus sekali. Bisa mengirim langsung ke Pulau Jawa," ungkapnya, Minggu (20/6).

Meskipun, jelas dia, harga rotan saat ini belum memenuhi harapan masyarakat, namun usaha itu masih tetap berjalan.

"Mudahan BUMDes di tempat itu tetap eksis. Begitu juga harapan kita untuk BUMDes ditempat lain. Mudahan tetap eksis," ujarnya.

Baca Juga :  DWP Katingan Dukung Pencegahan Covid-19

Terkait harga rotan saat ini terangnya, memang banyak keluhan dari para petani sejak dulu. Sebab harga dinilai kurang menjanjikan.

"Makanya sekarang, banyak masyarakat kita yang meninggalkan usaha ini. Mengenai harga rotan ini, kita dari Pemda tidak bisa mengintervensi. Sebab inikan mekanisme pasar. Permintaan tinggi, tentu ada harga. Tapi sekarang inikan permintaan lesu," jelasnya.

spot_img
spot_img

Terpopuler

spot_img

Artikel Terbaru