33.5 C
Jakarta
Saturday, April 20, 2024

Debit Air DAS Katingan Meningkat, Sejumlah Desa Terendam Banjir

KASONGAN, PROKALTENG.CO – Tingginya curah hujan dalam beberapa hari terakhir, membuat kondisi debit air DAS Katingan meningkat. Beberapa daerah, di antaranya seperti di Kecamatan Katingan Hulu, Marikit, Sanaman Mantikei, Katingan Tengah, dan beberapa kecamatan lainnya, air bahkan telah naik merendam pemukiman.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Katingan Roby, ketika dikonfirmasi menjelaskan, bahwa kenaikan debit air sekarang ini memang akibat tingginya curah hujan. Dimana curah hujan tinggi kata dia, sebelumnya memang sudah diprediksi oleh BMKG. "Tapi prediksi BMKG hanya satu hari. Di Katingan malah terjadi sejak tanggal 13 dan 14 Juli 2021," jelasnya.

Curah hujan tinggi lanjutnya, terjadi di wilayah hulu atau Utara, hingga wilayah Katingan Hilir. Akibat hujan itu, air sungai sebagai penampung akhir ujarnya, meluap.

Baca Juga :  Wabup Katingan Akui Banjir Tahun Ini yang Terbesar

"Ada berapa jalan desa, dan daerah dataran rendah yang kini terendam. Sekarang di wilayah hulu sudah mulai surut, posisi air kini di daerah Kecamatan Sanaman Mantikei, dan Katingan Tengah. Ini akan terus bergeser ke wilayah hilir. Ini yang sangat berdampak," terangnya.

Namun demikian dari informasi yang diterima, ujar mantan Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Dan Aset Daerah Kabupaten Katingan ini, seperti di Katingan Tengah luapan air belum ada yang sampai menyebabkan warga mengungsi. Warga masih memilih bertahan di tempatnya masing-masing. Karena yakin, kenaikan air tidak akan bertahan lama.

"Kita dari BPBD akan terus memonitor kondisi ini. Kita bersyukur jika kita bandingkan dengan banjir besar dulu, hampir dua meter bedanya dengan kondisi sekarang," katanya.

Baca Juga :  Perlu Komitmen Bersama Menurunkan Stunting di Katingan

Selanjutnya jika melihat kondisi sekarang, menurutnya masih belum bisa ditetapkan darurat. Namun mereka terus melakukan evaluasi perkembangan di lapangan. "Kepada masyarakat, kita ingatkan untuk selalu waspada dengan kondisi ini," tandasnya.

KASONGAN, PROKALTENG.CO – Tingginya curah hujan dalam beberapa hari terakhir, membuat kondisi debit air DAS Katingan meningkat. Beberapa daerah, di antaranya seperti di Kecamatan Katingan Hulu, Marikit, Sanaman Mantikei, Katingan Tengah, dan beberapa kecamatan lainnya, air bahkan telah naik merendam pemukiman.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Katingan Roby, ketika dikonfirmasi menjelaskan, bahwa kenaikan debit air sekarang ini memang akibat tingginya curah hujan. Dimana curah hujan tinggi kata dia, sebelumnya memang sudah diprediksi oleh BMKG. "Tapi prediksi BMKG hanya satu hari. Di Katingan malah terjadi sejak tanggal 13 dan 14 Juli 2021," jelasnya.

Curah hujan tinggi lanjutnya, terjadi di wilayah hulu atau Utara, hingga wilayah Katingan Hilir. Akibat hujan itu, air sungai sebagai penampung akhir ujarnya, meluap.

Baca Juga :  Wabup Katingan Akui Banjir Tahun Ini yang Terbesar

"Ada berapa jalan desa, dan daerah dataran rendah yang kini terendam. Sekarang di wilayah hulu sudah mulai surut, posisi air kini di daerah Kecamatan Sanaman Mantikei, dan Katingan Tengah. Ini akan terus bergeser ke wilayah hilir. Ini yang sangat berdampak," terangnya.

Namun demikian dari informasi yang diterima, ujar mantan Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Dan Aset Daerah Kabupaten Katingan ini, seperti di Katingan Tengah luapan air belum ada yang sampai menyebabkan warga mengungsi. Warga masih memilih bertahan di tempatnya masing-masing. Karena yakin, kenaikan air tidak akan bertahan lama.

"Kita dari BPBD akan terus memonitor kondisi ini. Kita bersyukur jika kita bandingkan dengan banjir besar dulu, hampir dua meter bedanya dengan kondisi sekarang," katanya.

Baca Juga :  Perlu Komitmen Bersama Menurunkan Stunting di Katingan

Selanjutnya jika melihat kondisi sekarang, menurutnya masih belum bisa ditetapkan darurat. Namun mereka terus melakukan evaluasi perkembangan di lapangan. "Kepada masyarakat, kita ingatkan untuk selalu waspada dengan kondisi ini," tandasnya.

Terpopuler

Artikel Terbaru