KASONGAN, PROKALTENG.CO– Inflasi, sebagai salah satu indikator kunci dalam menilai keberhasilan pembangunan ekonomi, memiliki dampak signifikan terhadap daya beli masyarakat terhadap barang dan jasa.
Tingkat inflasi yang tinggi dapat mengakibatkan penurunan daya beli tersebut, sehingga Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Katingan mengajak seluruh pihak untuk bersinergi dalam mengendalikan kenaikan harga bahan pokok di wilayah tersebut.
Pernyataan ini disampaikan oleh Pj Bupati Katingan Saiful saat membuka High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Katingan tahun 2024 di aula Bappedalitbang Kabupaten Katingan pada Jumat (1/3) lalu.
Dalam merespons perkembangan harga pangan hingga minggu ke-3 Bulan Februari 2024, yang dicatat oleh Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan Kabupaten Katingan melalui aplikasi SP2KP, Pj Bupati Katingan menyoroti khususnya pada komoditas beras, daging ayam, dan cabe rawit yang mengalami kenaikan harga dalam beberapa minggu terakhir.
Menghadapi kondisi tersebut, Pj Bupati menyatakan pentingnya kesiapan pemerintah daerah bersama pihak terkait di tingkat kabupaten, provinsi, dan lintas Instansi untuk mengantisipasi ketersediaan stok barang menjelang Hari Raya Idulfitri 1445H mendatang.
“Di tengah peningkatan aktivitas dan mobilitas masyarakat, sinergi TPID dengan pihak terkait sangat dibutuhkan, terutama dalam upaya menjaga ketersediaan stok barang, stabilisasi harga, kelancaran distribusi, dan keterjangkauan harga bahan pangan pokok strategis di Kabupaten Katingan. Jika ada kenaikan harga, sebaiknya tidak terlalu signifikan agar tidak berdampak pada kenaikan harga komoditas lainnya,” paparnya.
Menjelang bulan Ramadan dan Hari Raya Idulfitri, Pj Bupati berharap High Level Meeting TPID dapat menghasilkan rekomendasi, kebijakan, dan solusi untuk berbagai permasalahan dalam pengendalian inflasi di Kabupaten Katingan.(eri/kpg)