Selain itu, Brigade Pangan di Desa Terusan Mulya, Terusan Karya, Terusan Makmur, dan Terusan Baguntan Raya menerima bantuan tujuh unit rotavator, tujuh unit traktor roda dua, 11 unit pompa air, serta 40 unit sprayer elektrik untuk meningkatkan produktivitas lahan seluas sekitar 3.816 hektare.
Wiyatno juga menyampaikan bahwa harga gabah kering panen (GKP) saat ini berada pada kisaran Rp7.000 hingga Rp7.300 per kilogram atau lebih tinggi dibanding Harga Pembelian Pemerintah (HPP) sebesar Rp6.500 per kilogram.
“Melalui kolaborasi pemerintah pusat dan daerah, seluruh potensi lahan yang kita miliki dapat dimaksimalkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kami ingin Kapuas semakin dikenal sebagai lumbung pangan, bukan hanya di Kalimantan Tengah, tetapi juga di tingkat nasional,” kata Wiyatno.
Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin menilai konsep pembangunan ketahanan pangan yang dijalankan Bupati Kapuas sejalan dengan program nasional Presiden Prabowo Subianto. Ia mengapresiasi keberhasilan panen di lahan lebih dari 25 ribu hektare dan mengingatkan agar sawah yang telah dikembangkan tidak dialihfungsikan.
“Sawah ini harus dipertahankan dan diwariskan kepada anak cucu. TNI siap mendukung agar ketahanan pangan semakin kuat,” tegas Zainul.
Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan turut mengapresiasi komitmen Pemerintah Kabupaten Kapuas dalam memajukan sektor pertanian.
Menurutnya, sinergi pemerintah pusat, daerah, TNI, Polri, dan masyarakat menjadi modal besar untuk meningkatkan produksi padi sekaligus kesejahteraan petani.
“Saya yakin produksi padi Kapuas mampu memenuhi kebutuhan Kalimantan Tengah dan memberikan kesejahteraan yang lebih baik bagi para petani,” pungkasnya.(tim)


