Bentuk Satgas Terpadu, Bupati Beri Peringatan Keras soal Penimbunan BBM dan Karhutla

MUARA TEWEH, PROKALTENG.CO– Pemerintah Kabupaten Barito Utara mengambil langkah strategis menghadapi musim kemarau dengan membentuk Satuan Tugas (Satgas) Terpadu.

Langkah ini bertujuan memberantas praktik penimbunan Bahan Bakar Minyak (BBM) sekaligus memperkuat mitigasi dan penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayah setempat.

Pembentukan satgas tersebut merupakan salah satu hasil utama dalam Rapat Koordinasi Penanganan Karhutla dan BBM yang digelar di Ruang Rapat A Setda, Kantor Bupati Barito Utara, Selasa (18/8).

Rapat dipimpin Sekretaris Daerah Barito Utara, Drs. Muhlis, dan dihadiri langsung oleh Bupati H. Shalahuddin ST MT, Wakil Bupati Felix Sonadie Y. Tingan A Md, unsur Forkopimda, serta jajaran kepala organisasi perangkat daerah terkait.

Dalam rapat tersebut, Kepala Pelaksana BPBD Barito Utara, H. Mochamad Ikhsan, AK.S., memaparkan kondisi dan deteksi dini Karhutla. Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan dan Distribusi, H. Mastur, SE, MM, menyampaikan laporan terkait ketersediaan serta harga BBM di wilayah Barito Utara.

Baca Juga :  Pramuka Wadah Tepat Bentuk Karakter Generasi Muda Tangguh, Mandiri dan Memiliki Jiwa Kepemimpinan

Menyikapi laporan yang disampaikan, Bupati Shalahuddin memberikan peringatan keras sekaligus instruksi tegas kepada seluruh jajarannya. Ia menekankan pentingnya kesiapsiagaan personel pemadam serta peningkatan patroli di wilayah rawan Karhutla.

Terkait distribusi BBM, Bupati meminta agar pengawasan diperketat dan pelanggaran ditindak tegas.

Electronic money exchangers listing

“Saya meminta jajaran terkait segera memperkuat kesiapsiagaan personel pemadam dan meningkatkan patroli di wilayah rawan. Apabila ditemukan indikasi penimbunan, penyalahgunaan atau pelanggaran dalam distribusi BBM, segera koordinasikan dengan aparat dan instansi yang berwenang untuk ditindaklanjuti sesuai aturan,” tegas Bupati Shalahuddin dalam rapat tersebut.

Bupati juga menginstruksikan pembentukan satgas khusus yang bekerja secara terpadu untuk mengantisipasi praktik penimbunan BBM sekaligus memperkuat penanganan Karhutla.

Baca Juga :  Karhutla Tumbang Nusa Capai 104 Hektare, BPBD: Api di Gambut Dalam Jadi Tantangan Terberat

Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci untuk memastikan ketersediaan energi tetap aman serta mencegah meluasnya bencana Karhutla. Sementara itu, Wakil Bupati Felix Sonadie Y. Tingan dalam arahannya menekankan pentingnya sinergi lintas sektoral dalam menghadapi dua persoalan tersebut. Ia mengingatkan bahwa penanganan Karhutla dan pengamanan distribusi BBM

“Kami meminta seluruh elemen, baik pemerintah daerah, aparat penegak hukum hingga masyarakat luas, untuk terus bahu-membahu dan bersinergi dalam menjaga daerah kita agar terbebas dari ancaman bencana dan krisis energi,” ujar Wakil Bupati Felix. (ren/kpg)

MUARA TEWEH, PROKALTENG.CO– Pemerintah Kabupaten Barito Utara mengambil langkah strategis menghadapi musim kemarau dengan membentuk Satuan Tugas (Satgas) Terpadu.

Langkah ini bertujuan memberantas praktik penimbunan Bahan Bakar Minyak (BBM) sekaligus memperkuat mitigasi dan penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayah setempat.

Pembentukan satgas tersebut merupakan salah satu hasil utama dalam Rapat Koordinasi Penanganan Karhutla dan BBM yang digelar di Ruang Rapat A Setda, Kantor Bupati Barito Utara, Selasa (18/8).

Electronic money exchangers listing

Rapat dipimpin Sekretaris Daerah Barito Utara, Drs. Muhlis, dan dihadiri langsung oleh Bupati H. Shalahuddin ST MT, Wakil Bupati Felix Sonadie Y. Tingan A Md, unsur Forkopimda, serta jajaran kepala organisasi perangkat daerah terkait.

Dalam rapat tersebut, Kepala Pelaksana BPBD Barito Utara, H. Mochamad Ikhsan, AK.S., memaparkan kondisi dan deteksi dini Karhutla. Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan dan Distribusi, H. Mastur, SE, MM, menyampaikan laporan terkait ketersediaan serta harga BBM di wilayah Barito Utara.

Baca Juga :  Pramuka Wadah Tepat Bentuk Karakter Generasi Muda Tangguh, Mandiri dan Memiliki Jiwa Kepemimpinan

Menyikapi laporan yang disampaikan, Bupati Shalahuddin memberikan peringatan keras sekaligus instruksi tegas kepada seluruh jajarannya. Ia menekankan pentingnya kesiapsiagaan personel pemadam serta peningkatan patroli di wilayah rawan Karhutla.

Terkait distribusi BBM, Bupati meminta agar pengawasan diperketat dan pelanggaran ditindak tegas.

“Saya meminta jajaran terkait segera memperkuat kesiapsiagaan personel pemadam dan meningkatkan patroli di wilayah rawan. Apabila ditemukan indikasi penimbunan, penyalahgunaan atau pelanggaran dalam distribusi BBM, segera koordinasikan dengan aparat dan instansi yang berwenang untuk ditindaklanjuti sesuai aturan,” tegas Bupati Shalahuddin dalam rapat tersebut.

Bupati juga menginstruksikan pembentukan satgas khusus yang bekerja secara terpadu untuk mengantisipasi praktik penimbunan BBM sekaligus memperkuat penanganan Karhutla.

Baca Juga :  Karhutla Tumbang Nusa Capai 104 Hektare, BPBD: Api di Gambut Dalam Jadi Tantangan Terberat

Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci untuk memastikan ketersediaan energi tetap aman serta mencegah meluasnya bencana Karhutla. Sementara itu, Wakil Bupati Felix Sonadie Y. Tingan dalam arahannya menekankan pentingnya sinergi lintas sektoral dalam menghadapi dua persoalan tersebut. Ia mengingatkan bahwa penanganan Karhutla dan pengamanan distribusi BBM

“Kami meminta seluruh elemen, baik pemerintah daerah, aparat penegak hukum hingga masyarakat luas, untuk terus bahu-membahu dan bersinergi dalam menjaga daerah kita agar terbebas dari ancaman bencana dan krisis energi,” ujar Wakil Bupati Felix. (ren/kpg)

Terpopuler

Artikel Terbaru