Pelepasan Kontingen Barito Utara FBIM 2026: Bupati Tekankan Semangat Isen Mulang

MUARA TEWEH, PROKALTENG.CO-Pemerintah Kabupaten Barito Utara resmi melepas kontingen yang akan bertanding dalam Festival Budaya Isen Mulang (FBIM) Tingkat Provinsi Kalimantan Tengah tahun 2026. Acara pelepasan berlangsung di Halaman Kantor Bupati Barito Utara, Selasa (12/5).

Bupati Barito Utara H Shalahuddin ST MT dalam sambutannya yang disampaikan oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda Barito Utara, Everiady Noor, SE, menegaskan bahwa FBIM bukan sekadar kegiatan seremonial tahunan. Festival ini dinilai sebagai wadah strategis untuk memperkuat identitas budaya daerah sekaligus mempererat persatuan masyarakat Kalteng.

“Isen Mulang memiliki makna pantang mundur, pantang menyerah, dan terus berjuang demi kehormatan serta kemajuan daerah. Nilai inilah yang harus tertanam kuat dalam diri seluruh peserta kontingen Kabupaten Barito Utara,” kata Everiady mengutip pesan Bupati Shalahuddin.

Baca Juga :  Hadiri Pelepasan JCH Murung Raya, DPRD Berharap Begini

Melalui Everiady juga mengingatkan bahwa kontingen Barito Utara berperan sebagai duta budaya. Mereka tidak hanya membawa nama baik daerah tetapi juga memperkenalkan kekayaan seni dan olahraga tradisional khas Barito Utara.

“Tunjukkan karakter masyarakat Barito Utara yang ramah, santun, berbudaya, dan penuh semangat kebersamaan. Jangan pernah merasa minder, karena saudarasaudara membawa potensi dan kemampuan yang luar biasa,” pesan Bupati Shalahuddin yang dibacakan Everiady.

Selain semangat juang, Bupati juga berharap FBIM dapat menjadi ruang kebersamaan dan penghormatan terhadap keberagaman budaya. Menurutnya, keberagaman tersebut merupakan kekuatan besar bagi daerah dan provinsi.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Barito Utara, Pariadi AR., melaporkan bahwa total peserta yang diberangkatkan mencapai 143 orang. Mereka terdiri atas seniman, seniwati, pemain olahraga tradisional, pelatih, serta pendamping offi cial. (ren/nue/kpg)

Baca Juga :  Pemkab Batara Gandeng Kejaksaan Mengawasi Proyek Infrastruktur Mulai Perencanaan hingga Pengerjaan

MUARA TEWEH, PROKALTENG.CO-Pemerintah Kabupaten Barito Utara resmi melepas kontingen yang akan bertanding dalam Festival Budaya Isen Mulang (FBIM) Tingkat Provinsi Kalimantan Tengah tahun 2026. Acara pelepasan berlangsung di Halaman Kantor Bupati Barito Utara, Selasa (12/5).

Bupati Barito Utara H Shalahuddin ST MT dalam sambutannya yang disampaikan oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda Barito Utara, Everiady Noor, SE, menegaskan bahwa FBIM bukan sekadar kegiatan seremonial tahunan. Festival ini dinilai sebagai wadah strategis untuk memperkuat identitas budaya daerah sekaligus mempererat persatuan masyarakat Kalteng.

“Isen Mulang memiliki makna pantang mundur, pantang menyerah, dan terus berjuang demi kehormatan serta kemajuan daerah. Nilai inilah yang harus tertanam kuat dalam diri seluruh peserta kontingen Kabupaten Barito Utara,” kata Everiady mengutip pesan Bupati Shalahuddin.

Electronic money exchangers listing
Baca Juga :  Hadiri Pelepasan JCH Murung Raya, DPRD Berharap Begini

Melalui Everiady juga mengingatkan bahwa kontingen Barito Utara berperan sebagai duta budaya. Mereka tidak hanya membawa nama baik daerah tetapi juga memperkenalkan kekayaan seni dan olahraga tradisional khas Barito Utara.

“Tunjukkan karakter masyarakat Barito Utara yang ramah, santun, berbudaya, dan penuh semangat kebersamaan. Jangan pernah merasa minder, karena saudarasaudara membawa potensi dan kemampuan yang luar biasa,” pesan Bupati Shalahuddin yang dibacakan Everiady.

Selain semangat juang, Bupati juga berharap FBIM dapat menjadi ruang kebersamaan dan penghormatan terhadap keberagaman budaya. Menurutnya, keberagaman tersebut merupakan kekuatan besar bagi daerah dan provinsi.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Barito Utara, Pariadi AR., melaporkan bahwa total peserta yang diberangkatkan mencapai 143 orang. Mereka terdiri atas seniman, seniwati, pemain olahraga tradisional, pelatih, serta pendamping offi cial. (ren/nue/kpg)

Baca Juga :  Pemkab Batara Gandeng Kejaksaan Mengawasi Proyek Infrastruktur Mulai Perencanaan hingga Pengerjaan

Terpopuler

Artikel Terbaru