MUARA TEWEH, PROKALTENG.CO – Kabupaten Barito Utara (Batara) terpilih untuk mempresentasikan kinerja penurunan pengangguran tingkat nasional. Dari enam indikator pembangunan, empat di antaranya telah berhasil dicapai.
Bupati Batara, H. Shalahuddin, ST, MT, menyampaikan bahwa daerahnya terpilih untuk melakukan presentasi dalam rangka apresiasi kinerja pemerintah daerah, khususnya pada dimensi penurunan tingkat pengangguran tahun 2026.
“Alhamdulillah, dari enam indikator kemajuan pembangunan daerah, empat sudah dapat kita capai. Tinggal dua indikator lagi yang harus kita kejar dan perbaiki. Ini merupakan penilaian nasional,” ujarnya dilansir dari Kalteng Pos, Rabu (1/4).
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batara juga mendapat kepercayaan untuk memaparkan strategi dan langkah yang telah dilakukan, sehingga mampu berada pada posisi terbaik.
Shalahuddin menegaskan, dirinya telah memerintahkan Wakil Bupati, Sekda, staf ahli, kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat, kepala bagian, hingga kepala bidang untuk segera melakukan pembenahan sesuai tugas pokok dan fungsi masing-masing.
“Pada rapor berwarna kuning menjadi perhatian untuk segera dikoreksi dan diperbaiki agar mengalami peningkatan, antara lain pertumbuhan ekonomi dan gini ratio (ketimpangan),” tegasnya.
Dalam pemaparan tersebut, disampaikan indikator makro daerah secara transparan, baik yang menunjukkan tren positif maupun yang masih menjadi tantangan ke depan.
Capaian positif terlihat pada peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang naik menjadi 73,58, penurunan angka kemiskinan menjadi 5,52 persen, penurunan tingkat pengangguran menjadi 4,54 persen, serta peningkatan pendapatan per kapita menjadi 52.731,8.
Kabupaten Batara juga menunjukkan kinerja positif dalam menekan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) dari 5,14 persen pada 2021 menjadi 4,54 persen pada 2025, atau turun sebesar 0,60 poin.
Namun demikian, sejumlah tantangan struktural masih menjadi pekerjaan rumah, di antaranya pengangguran yang didominasi lulusan SMA/SMK sebesar 70,74 persen pada 2024, TPT perempuan yang mencapai 7,98 persen, serta 64,09 persen pengangguran berada pada kelompok usia produktif muda (15–24 tahun).
Policy brief ini disusun untuk mendukung pencapaian visi Bupati dan Wakil Bupati terpilih periode 2024–2029, yakni “Terwujudnya Kabupaten Barito Utara yang Maju, Tumbuh Pesat, Sejahtera, dan Berkeadilan”.
Rekomendasi yang dirumuskan selaras dengan misi dan program unggulan, terutama dalam pengembangan SDM terampil, optimalisasi sektor potensial, pemberdayaan perempuan, serta penguatan tata kelola pemerintahan yang berkeadilan.
Ketenagakerjaan menjadi indikator kunci keberhasilan pembangunan ekonomi daerah. Sebagai salah satu kabupaten dengan kontribusi Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) terbesar kelima di Kalimantan Tengah, yakni 6,30 persen pada 2024, Batara memiliki potensi sumber daya alam yang melimpah, terutama di sektor pertambangan dan perkebunan.
Namun, pertumbuhan ekonomi yang positif belum sepenuhnya diikuti oleh penyerapan tenaga kerja yang optimal, terutama bagi kelompok rentan seperti perempuan, pemuda, dan lulusan pendidikan menengah.
Policy brief ini bertujuan untuk menganalisis permasalahan struktural ketenagakerjaan di Kabupaten Batara, mengidentifikasi kesenjangan antara kompetensi pencari kerja dengan kebutuhan industri, serta merumuskan rekomendasi kebijakan berbasis regulasi dan teori yang selaras dengan visi-misi kepala daerah terpilih. (nue/kpg)


