alexametrics
23.1 C
Palangkaraya
Wednesday, August 17, 2022

Wabup: Mantir dan Damang Miliki Peran Menjaga Kebudayaan

BUNTOK, PROKALTENG.CO – Wakil Bupati Barito Selatan (Barsel) Satya Titiek Atyanie Djoedier menngatakan, bahwa peran mantir adat dan Damang di Barsel sangatlah  penting. Karena, budaya warisan leluhur yang semakin terkikis di era modern saat ini, dapat dijaga melalui kedua unsur tersebut.

"Dengan peran mantir adat dan damang itu, maka akan mampu menjaga khazanah nilai budaya masyarakat Dayak yang ada di wilayah Barsel,” katanya, Senin (26/7).

Menurutnya, sangat ironis di jaman era globalisasi saat ini, para generasi penerus lebih condong menyukai budaya luar, ketimbang budaya sendiri.

“Hal inilah yang harus dicegah, agar generasi penerus di daerah berjuluk Dahani Dahanai Tuntung Tulus ini tidak kehilangan jati diri dari budaya yang kita miliki,” terangnya.

Baca Juga :  Serentak, 778 Bumil di Barsel Ikuti Vaksinasi Moderna

Orang nomor dua di jajaran Pemkab Barsel itu menilai, peran pemangku adat sangat vital, karena paling mengetahui rentetan sejarah dan budaya yang diwariskan leluhur. Untuk menunjang hal itu, pemerintah daerah telah menyediakan sarana dan prasarana penunjang.

”Terutama penyediaan tempat kegiatan serta memanfaatkan bangunan kosong untuk keperluan adat istiadat,” ungkapnya.

Ia meyakini, dengan adanya tempat kegiatan untuk keperluan adat istiadat itu, bisa dipastikan menjadi acuan bagi generasi muda dalam mencintai kebudayaan daerah sendiri.

"Sehingga kebudayaan yang dimiliki Barsel tidak pernah pupus dan pudar, akibat masuknya budaya dari luar,"tutupnya.

BUNTOK, PROKALTENG.CO – Wakil Bupati Barito Selatan (Barsel) Satya Titiek Atyanie Djoedier menngatakan, bahwa peran mantir adat dan Damang di Barsel sangatlah  penting. Karena, budaya warisan leluhur yang semakin terkikis di era modern saat ini, dapat dijaga melalui kedua unsur tersebut.

"Dengan peran mantir adat dan damang itu, maka akan mampu menjaga khazanah nilai budaya masyarakat Dayak yang ada di wilayah Barsel,” katanya, Senin (26/7).

Menurutnya, sangat ironis di jaman era globalisasi saat ini, para generasi penerus lebih condong menyukai budaya luar, ketimbang budaya sendiri.

“Hal inilah yang harus dicegah, agar generasi penerus di daerah berjuluk Dahani Dahanai Tuntung Tulus ini tidak kehilangan jati diri dari budaya yang kita miliki,” terangnya.

Baca Juga :  Surplus Anggaran Rp24,29 Miliar, Silpa APBD 2020 Rp84,89 Miliar

Orang nomor dua di jajaran Pemkab Barsel itu menilai, peran pemangku adat sangat vital, karena paling mengetahui rentetan sejarah dan budaya yang diwariskan leluhur. Untuk menunjang hal itu, pemerintah daerah telah menyediakan sarana dan prasarana penunjang.

”Terutama penyediaan tempat kegiatan serta memanfaatkan bangunan kosong untuk keperluan adat istiadat,” ungkapnya.

Ia meyakini, dengan adanya tempat kegiatan untuk keperluan adat istiadat itu, bisa dipastikan menjadi acuan bagi generasi muda dalam mencintai kebudayaan daerah sendiri.

"Sehingga kebudayaan yang dimiliki Barsel tidak pernah pupus dan pudar, akibat masuknya budaya dari luar,"tutupnya.

Most Read

Artikel Terbaru

/