BUNTOK,PROKALTENG.CO – Perwakilan Perangkat Daerah (PD) di lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Barito Selatan (Barsel) mengikuti pelatihan pengelolaan arsip dinamis dan penyusutan arsip di Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) Jakarta, Senin lalu. Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Barito Selatan (Barsel) Eddy Raya Samsuri.
Pelatihan diikuti oleh 18 orang dari 10 perangkat daerah, di antaranya Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Barito Selatan, Dinas KominfoSP Kabupaten Barsel, Dinas Perikanan Kabupaten Barsel, Satpol Pol PP, Dinas Kesehatan Kabupaten Barsel, Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida), Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Barsel, Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Barsel, Kecamatan Karau Kuala, serta Dinas Transmigrasi Kabupaten Barsel.
Kehadiran Eddy Raya Samsuri bersama Kepala OPD terkait disambut langsung Direktur Kearsipan Daerah Irwanto Eko Saputro, pejabat struktural dan peserta pelatihan.
Eddy Raya Samsuri mengatakan tujuan pelatihan pengelolaan arsip dinamis dan penyusutan arsip adalah untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam penciptaan, penggunaan, dan pemeliharaan arsip serta melakukan penyusutan secara profesional dan sesuai hukum.
“Diharapkan peserta mampu mengelola arsip secara terorganisir, menjaga keaslian dan keamanan arsip, mengurangi volume arsip yang tidak perlu, dan mematuhi peraturan yang berlaku yaitu Undang-Undang No. 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan. Dalam Undang-Undang No. 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan dijelaskan bahwa arsip dinamis adalah arsip yang digunakan secara langsung dalam kegiatan pencipta arsip dan disimpan selama jangka waktu tertentu, ” jelasnya.
Disamping itu, Eddy mengatakan, pengelolaan arsip dinamis adalah proses pengendalian arsip dinamis secara efisien, efektif dan sistematis meliputi penciptaan, penggunaan, dan pemeliharaan serta penyusutan.
Dengan menguasai teknologi dan mampu memanfaatkan teknologi terkini dalam pengelolaan arsip, termasuk sistem manajemen arsip elektronik (SIAE) dan digitalisasi.
“Selain itu, mengurangi volume arsip yang tidak lagi aktif atau memiliki nilai guna yang rendah untuk menghemat ruang penyimpanan dan biaya operasional, memudahkan pemeliharaan dan pengawasan arsip yang masih diperlukan dan bernilai tinggi,”ucapnya.
“Saya mengharapkan agar seluruh peserta mengikuti kegiatan ini dengan seksama dan dapat memahami serta menerapkan pengelolaan arsip dinamis dan penyusutan arsip pada organisasi perangkat daerahnya masing-masing,” tambah Eddy. (hms/ena)


