Diduga Bom Sisa Perang Dunia II di Biak Numfor Meledak, 2 Orang Tewas dan 4 Hilang

PROKALTENG.CO-Ledakan keras mengguncang Kompleks Perikanan di Jalan Wolter Monginsidi, Kelurahan Fandoi, Kabupaten Biak Numfor, Papua, Minggu (31/5) sekitar pukul 14.45 WIT.

Peristiwa ini diduga berasal dari bom aktif peninggalan Perang Dunia II yang masih tersisa di kawasan tersebut.

Ledakan mengakibatkan kerusakan bangunan di sekitar lokasi, menelan korban jiwa, dan memicu pencarian intensif oleh tim gabungan.

Kapolres Biak Numfor, AKBP Ari Trestiawan, mengonfirmasi adanya ledakan setelah tim kepolisian tiba di lokasi.

“Setibanya di lokasi, kami mengonfirmasi bahwa memang telah terjadi sebuah ledakan. Kami sudah melakukan sterilisasi TKP dan identifikasi bersama dengan seluruh aparat,” ujarnya.

Informasi sementara menyebutkan dua warga meninggal dunia, yakni Mira Ayorbaba dan seorang anak bernama Isrel Raubaba.

Baca Juga :  Gunakan NIK Dalam Pembelian, Subsidi LPG Lebih Tepat Sasaran dan Mengurangi Potensi Penyalahgunaan

Sementara itu, empat warga lainnya masih dalam pencarian tim gabungan, yaitu Moris Raubaba, Delfin Raubaba, Yulianus Raubaba, dan Anes Marandof.

Electronic money exchangers listing

Tim Identifikasi Forensik (Inafis) bersama aparat TNI dan pemerintah daerah melakukan Tindakan Pertama di Tempat Kejadian Perkara (TPTKP).

Sejumlah barang bukti dikumpulkan untuk mendukung proses investigasi. Ari menegaskan bahwa pihaknya belum dapat memastikan penyebab pasti ledakan sebelum hasil laboratorium keluar.

“Tentunya kami belum bisa menyimpulkan penyebabnya, nanti akan kami laporkan lebih lengkap setelah hasil laboratorium dan penyelidikan selesai,” tambahnya.

Polisi juga mengimbau masyarakat agar tidak mendekati lokasi ledakan demi keselamatan.

“Kami mengimbau masyarakat sekitar wilayah ataupun area tersebut agar tidak mendekati lokasi terlebih dahulu. Kami masih melakukan proses TPTKP dan sterilisasi setelah pengamanan TKP,” jelas Ari.

Baca Juga :  Tertimpa Reruntuhan usai Gempa Dahsyat M7,6 di Manado, Satu Warga Tewas

Ledakan ini menyoroti kembali ancaman bom peninggalan perang yang masih tersisa di Papua dan wilayah lain di Indonesia.

Sejumlah kasus serupa pernah terjadi di berbagai daerah, menunjukkan bahwa sisa-sisa perang masih berpotensi menimbulkan tragedi.

Tokoh masyarakat Biak, Yulianus Mandowen, menyampaikan keprihatinannya atas insiden tersebut.

“Kami berharap pemerintah pusat dan daerah lebih serius melakukan pemetaan serta pembersihan benda-benda berbahaya peninggalan perang. Jangan sampai ada korban lagi,” ujarnya. (kmp/nur/jpg)

PROKALTENG.CO-Ledakan keras mengguncang Kompleks Perikanan di Jalan Wolter Monginsidi, Kelurahan Fandoi, Kabupaten Biak Numfor, Papua, Minggu (31/5) sekitar pukul 14.45 WIT.

Peristiwa ini diduga berasal dari bom aktif peninggalan Perang Dunia II yang masih tersisa di kawasan tersebut.

Ledakan mengakibatkan kerusakan bangunan di sekitar lokasi, menelan korban jiwa, dan memicu pencarian intensif oleh tim gabungan.

Electronic money exchangers listing

Kapolres Biak Numfor, AKBP Ari Trestiawan, mengonfirmasi adanya ledakan setelah tim kepolisian tiba di lokasi.

“Setibanya di lokasi, kami mengonfirmasi bahwa memang telah terjadi sebuah ledakan. Kami sudah melakukan sterilisasi TKP dan identifikasi bersama dengan seluruh aparat,” ujarnya.

Informasi sementara menyebutkan dua warga meninggal dunia, yakni Mira Ayorbaba dan seorang anak bernama Isrel Raubaba.

Baca Juga :  Gunakan NIK Dalam Pembelian, Subsidi LPG Lebih Tepat Sasaran dan Mengurangi Potensi Penyalahgunaan

Sementara itu, empat warga lainnya masih dalam pencarian tim gabungan, yaitu Moris Raubaba, Delfin Raubaba, Yulianus Raubaba, dan Anes Marandof.

Tim Identifikasi Forensik (Inafis) bersama aparat TNI dan pemerintah daerah melakukan Tindakan Pertama di Tempat Kejadian Perkara (TPTKP).

Sejumlah barang bukti dikumpulkan untuk mendukung proses investigasi. Ari menegaskan bahwa pihaknya belum dapat memastikan penyebab pasti ledakan sebelum hasil laboratorium keluar.

“Tentunya kami belum bisa menyimpulkan penyebabnya, nanti akan kami laporkan lebih lengkap setelah hasil laboratorium dan penyelidikan selesai,” tambahnya.

Polisi juga mengimbau masyarakat agar tidak mendekati lokasi ledakan demi keselamatan.

“Kami mengimbau masyarakat sekitar wilayah ataupun area tersebut agar tidak mendekati lokasi terlebih dahulu. Kami masih melakukan proses TPTKP dan sterilisasi setelah pengamanan TKP,” jelas Ari.

Baca Juga :  Tertimpa Reruntuhan usai Gempa Dahsyat M7,6 di Manado, Satu Warga Tewas

Ledakan ini menyoroti kembali ancaman bom peninggalan perang yang masih tersisa di Papua dan wilayah lain di Indonesia.

Sejumlah kasus serupa pernah terjadi di berbagai daerah, menunjukkan bahwa sisa-sisa perang masih berpotensi menimbulkan tragedi.

Tokoh masyarakat Biak, Yulianus Mandowen, menyampaikan keprihatinannya atas insiden tersebut.

“Kami berharap pemerintah pusat dan daerah lebih serius melakukan pemetaan serta pembersihan benda-benda berbahaya peninggalan perang. Jangan sampai ada korban lagi,” ujarnya. (kmp/nur/jpg)

Terpopuler

Artikel Terbaru