24.2 C
Jakarta
Monday, April 7, 2025

Waspada! Sekolah Klaster Baru Wabah Corona

JAKARTA, KALTENGPOS.CO – Kasus sembuh di Indonesia saat ini
tercatat masih lebih baik dari rata-rata dunia. Data Kementerian Kesehatan
sejauh ini telah mencatat jumlah pasien sembuh harian telah menembus di atas 3
ribu kasus sembuh.

Meski demikian sejumlah
peringatan tetap diberikan, setelah muncul klaster baru di wilayah pandemi
setelah adanya upaya aktivitas pembukaan sekolah di tengah pandemi Covid-19 di
sejumlah daerah.

Juru Bicara Satgas Penanganan
Covid-19 Wiku Adisasmito menyebut di Indonesia tingkat kesembuhan per 27
Agustus 2020 berada di persentase 72,8% atau 118.575 kasus. Angka tersebut
meningkat dari sebelumnya sebesar 71,5%. Dan masih lebih tinggi dari rata-rata
dunia sebesar 69,34%.

Untuk kasus aktif, persentasenya
di angka 22,9% atau 37.245 kasus. Rata-rata dunia sebesar 27,24%. Sementara
kasus meninggal di Indonesia berada di 4,3% atau 7.064 kasus.

”Dimana kasus meninggal rata-rata
dunia berada di 3,40%. Ini (4,3%) masih diatas rata-rata dunia,” jelas Wiku
dalam jumpa pers update penanganan Covid-19 di Kantor Presiden, Kamis (27/8).
Kendati demikian masih terdapat penambahan kasus positif baru sebanyak 2.719
kasus.

Untuk peta zonasi risiko
mingguan, ada 32 kabupaten/kota berada di zona merah atau risiko tinggi, 222
kabupaten/kota berada di zona oranye atau risiko sedang, 189 kabupaten/kota
berada di zona kuning atau risiko rendah, 41 kabupaten/kota tidak ada
penambahan kasus baru dan 30 kabupaten/kota tidak terdampak atau termasuk zona
hijau.

Namun ada 17 kabupaten/kota yang
statusnya naik dari risiko sedang atau zona kuning menjadi tinggi atau zona
merah. Sebarannya di 10 provinsi diantaranya Sumatera Barat (1), Sumatera Utara
(1), Sumatera Selatan (1), DKI Jakarta (2), Jawa Barat (1), Jawa Tengah (2),
Jawa Timur (2), Kalimantan Tengah (2), Kalimantan Selatan (4) dan Kalimantan
Timur (1).

Baca Juga :  Rusuh Mereda, Nilai Tukar Rupiah Kembali Perkasa

”Kami mohon agar perhatian pada
17 kabupaten/kota ini untuk segera dapat meningkatkan penanganan kasus dan
penyelidikan epidemiologi serta testing dengan baik, agar posisi risikonya bisa
menurun kembali menjadi sedang atau rendah,” papar Wiku.

Khusus 10 kabupaten/kota dalam
zona merah tanpa perubahan selama 4 minggu, agar bisa diperbaiki. Wiku merinci,
di DKI Jakarta diantaranya Jakarta Barat, Jakarta Pusat dan Jakarta Utara.

”Ini (DKI Jakarta) kasusnya masih
menanjak terus, dan seminggu yang lalu kasus kumulatifnya tertinggi. Sedangkan
kasus kematiannya masih naik terus, 116 kematian dalam waktu 1 Minggu, namun
kesembuhannya juga naik 75%,” jelas Wiku.

Daerah lain ialah Gorontalo, Hulu
Sungai Tengah, Kota Ambon, Kota Medan, Deli Serdang, Kota Balik Papan dan
Sidoarjo. Penambahan kasus positif pada daerah tersebut cenderung mengalami
penurunan, namun kondisi kasus positif dalam perawatan sedang dalam fase
puncak. Hal yang perlu diwaspadai ialah angka kematian dari kasus positif masih
dalam fase puncak. ”Harapannya 10 kabupaten/kota tanpa perubahan selama empat
minggu ini bisa segera berubah zonanya menjadi lebih baik,” ujarnya.

Sementara itu KPAI mendorong
dinas pendidikan di berbagai daerah di Indonesia memberikan panduan dan
pendanaan untuk persiapan pembukaan sekolah di tengah pandemi Covid-19.

”Ada Dana BOS (Bantuan
Operasional Sekolah). Tapi dari penjelasan sejumlah kepala sekolah ternyata
tidak cukup untuk membiayai penyiapan infrastruktur kenormalan baru,” ungkap
Komisioner Bidang Pendidikan KPAI Retno Listyarti dalam penyampaian hasil
survei dan pengawasan terkait persiapan pembukaan sekolah secara daring.

Baca Juga :  Bareskrim Akhirnya Jemput Paksa dan Jebloskan Irjen Napoleon Bonaparte

Nah, untuk itu, penerapan
protokol kesehatan juga perlu terus diupayakan tidak hanya di tempat atau
fasilitas umum seperti pusat perbelanjaan, tempat ibadah dan fasilitas
kesehatan, tetapi juga di sekolah-sekolah. Oleh karena itu, dalam upaya
menerapkan protokol kesehatan secara baik di sekolah, dinas pendidikan di
berbagai daerah didorong untuk memberikan panduan dan pendanaan untuk persiapan
pembukaan sekolah.

Para kepala sekolah, lanjut
Retno, menilai bahwa dana BOS tidak cukup untuk membiayai penyiapan
infrastruktur untuk penerapan protokol kesehatan karena sudah digunakan juga
untuk membayar gaji guru honorer dan kuota guru serta siswa selama pembelajaran
jarak jauh (PJJ).

Untuk itu, Pemda, kata dia, harus
memikirkan pendanaan lain bagi sekolah. ”Sekolah jelas bingung akan ke mana,
dan kepala sekolah juga mungkin banyak yang tidak berani untuk berbicara,” kata
dia.

Kemudian, selain mendorong
pemberian panduan dan pendanaan, KPAI juga mendorong kepada para orang tua yang
tergabung dalam komite sekolah untuk ikut mengawasi penyiapan infrastruktur
sekolah. Hal itu juga, katanya, untuk memastikan ketersediaan standar
operasional atau ketentuan protokol kesehatan yang dibutuhkan untuk adaptasi
kebiasaan baru di sekolah.

”Jadi perlu dipastikan sudah
ditempel, diumumkan, disosialisasikan. Dengan demikian komite sekolah juga
dapat berperan membantu sekolah untuk membiayai penyiapan infrastruktur
pembukaan sekolah kalau komite sekolah dilibatkan oleh sekolah,” pungkasnya.

JAKARTA, KALTENGPOS.CO – Kasus sembuh di Indonesia saat ini
tercatat masih lebih baik dari rata-rata dunia. Data Kementerian Kesehatan
sejauh ini telah mencatat jumlah pasien sembuh harian telah menembus di atas 3
ribu kasus sembuh.

Meski demikian sejumlah
peringatan tetap diberikan, setelah muncul klaster baru di wilayah pandemi
setelah adanya upaya aktivitas pembukaan sekolah di tengah pandemi Covid-19 di
sejumlah daerah.

Juru Bicara Satgas Penanganan
Covid-19 Wiku Adisasmito menyebut di Indonesia tingkat kesembuhan per 27
Agustus 2020 berada di persentase 72,8% atau 118.575 kasus. Angka tersebut
meningkat dari sebelumnya sebesar 71,5%. Dan masih lebih tinggi dari rata-rata
dunia sebesar 69,34%.

Untuk kasus aktif, persentasenya
di angka 22,9% atau 37.245 kasus. Rata-rata dunia sebesar 27,24%. Sementara
kasus meninggal di Indonesia berada di 4,3% atau 7.064 kasus.

”Dimana kasus meninggal rata-rata
dunia berada di 3,40%. Ini (4,3%) masih diatas rata-rata dunia,” jelas Wiku
dalam jumpa pers update penanganan Covid-19 di Kantor Presiden, Kamis (27/8).
Kendati demikian masih terdapat penambahan kasus positif baru sebanyak 2.719
kasus.

Untuk peta zonasi risiko
mingguan, ada 32 kabupaten/kota berada di zona merah atau risiko tinggi, 222
kabupaten/kota berada di zona oranye atau risiko sedang, 189 kabupaten/kota
berada di zona kuning atau risiko rendah, 41 kabupaten/kota tidak ada
penambahan kasus baru dan 30 kabupaten/kota tidak terdampak atau termasuk zona
hijau.

Namun ada 17 kabupaten/kota yang
statusnya naik dari risiko sedang atau zona kuning menjadi tinggi atau zona
merah. Sebarannya di 10 provinsi diantaranya Sumatera Barat (1), Sumatera Utara
(1), Sumatera Selatan (1), DKI Jakarta (2), Jawa Barat (1), Jawa Tengah (2),
Jawa Timur (2), Kalimantan Tengah (2), Kalimantan Selatan (4) dan Kalimantan
Timur (1).

Baca Juga :  Rusuh Mereda, Nilai Tukar Rupiah Kembali Perkasa

”Kami mohon agar perhatian pada
17 kabupaten/kota ini untuk segera dapat meningkatkan penanganan kasus dan
penyelidikan epidemiologi serta testing dengan baik, agar posisi risikonya bisa
menurun kembali menjadi sedang atau rendah,” papar Wiku.

Khusus 10 kabupaten/kota dalam
zona merah tanpa perubahan selama 4 minggu, agar bisa diperbaiki. Wiku merinci,
di DKI Jakarta diantaranya Jakarta Barat, Jakarta Pusat dan Jakarta Utara.

”Ini (DKI Jakarta) kasusnya masih
menanjak terus, dan seminggu yang lalu kasus kumulatifnya tertinggi. Sedangkan
kasus kematiannya masih naik terus, 116 kematian dalam waktu 1 Minggu, namun
kesembuhannya juga naik 75%,” jelas Wiku.

Daerah lain ialah Gorontalo, Hulu
Sungai Tengah, Kota Ambon, Kota Medan, Deli Serdang, Kota Balik Papan dan
Sidoarjo. Penambahan kasus positif pada daerah tersebut cenderung mengalami
penurunan, namun kondisi kasus positif dalam perawatan sedang dalam fase
puncak. Hal yang perlu diwaspadai ialah angka kematian dari kasus positif masih
dalam fase puncak. ”Harapannya 10 kabupaten/kota tanpa perubahan selama empat
minggu ini bisa segera berubah zonanya menjadi lebih baik,” ujarnya.

Sementara itu KPAI mendorong
dinas pendidikan di berbagai daerah di Indonesia memberikan panduan dan
pendanaan untuk persiapan pembukaan sekolah di tengah pandemi Covid-19.

”Ada Dana BOS (Bantuan
Operasional Sekolah). Tapi dari penjelasan sejumlah kepala sekolah ternyata
tidak cukup untuk membiayai penyiapan infrastruktur kenormalan baru,” ungkap
Komisioner Bidang Pendidikan KPAI Retno Listyarti dalam penyampaian hasil
survei dan pengawasan terkait persiapan pembukaan sekolah secara daring.

Baca Juga :  Bareskrim Akhirnya Jemput Paksa dan Jebloskan Irjen Napoleon Bonaparte

Nah, untuk itu, penerapan
protokol kesehatan juga perlu terus diupayakan tidak hanya di tempat atau
fasilitas umum seperti pusat perbelanjaan, tempat ibadah dan fasilitas
kesehatan, tetapi juga di sekolah-sekolah. Oleh karena itu, dalam upaya
menerapkan protokol kesehatan secara baik di sekolah, dinas pendidikan di
berbagai daerah didorong untuk memberikan panduan dan pendanaan untuk persiapan
pembukaan sekolah.

Para kepala sekolah, lanjut
Retno, menilai bahwa dana BOS tidak cukup untuk membiayai penyiapan
infrastruktur untuk penerapan protokol kesehatan karena sudah digunakan juga
untuk membayar gaji guru honorer dan kuota guru serta siswa selama pembelajaran
jarak jauh (PJJ).

Untuk itu, Pemda, kata dia, harus
memikirkan pendanaan lain bagi sekolah. ”Sekolah jelas bingung akan ke mana,
dan kepala sekolah juga mungkin banyak yang tidak berani untuk berbicara,” kata
dia.

Kemudian, selain mendorong
pemberian panduan dan pendanaan, KPAI juga mendorong kepada para orang tua yang
tergabung dalam komite sekolah untuk ikut mengawasi penyiapan infrastruktur
sekolah. Hal itu juga, katanya, untuk memastikan ketersediaan standar
operasional atau ketentuan protokol kesehatan yang dibutuhkan untuk adaptasi
kebiasaan baru di sekolah.

”Jadi perlu dipastikan sudah
ditempel, diumumkan, disosialisasikan. Dengan demikian komite sekolah juga
dapat berperan membantu sekolah untuk membiayai penyiapan infrastruktur
pembukaan sekolah kalau komite sekolah dilibatkan oleh sekolah,” pungkasnya.

Terpopuler

Artikel Terbaru