Jamaah Naqsyabandiyah di Padang Sudah Salat Idul Adha Lebih Awal

PROKALTENG.CO-Jamaah Tarekat Naqsyabandiyah di Kota Padang, Sumatera Barat, melaksanakan Shalat Idul Adha 1447 Hijriah lebih awal pada Selasa (26/5).

Pelaksanaan ibadah berlangsung di Mushalla Surau Baru, Kecamatan Pauh, sehari sebelum pemerintah menetapkan Hari Raya Idul Adha pada Rabu (27/5).

Dikutip dari Antara, pengurus Mushalla Surau Baru, Zahar, mengatakan penetapan Idul Adha dilakukan berdasarkan perhitungan yang telah digunakan jamaah Tarekat Naqsyabandiyah sejak lama.

“Dari perhitungan kami, Hari Raya Lebaran Haji jatuh hari ini dan itu sudah kami hitung sejak awal Ramadan,” ujar Zahar di Padang, Selasa,

Menurut dia, jamaah Naqsyabandiyah memiliki metode tersendiri dalam menentukan awal Ramadan, 1 Syawal, hingga Hari Raya Idul Adha.

Karena itu, perbedaan penetapan hari besar Islam dengan pemerintah dinilai sebagai hal yang lumrah.

Baca Juga :  Presiden Prabowo Apresiasi 100 Tahun Kiprah NU Jaga Bangsa

Ia menegaskan perbedaan pelaksanaan Idul Adha maupun Idul Fitri tidak perlu dipersoalkan karena tujuan ibadah tetap sama.

Electronic money exchangers listing

“Tidak apa-apa ada perbedaan, yang penting tujuannya sama,” katanya.

Zahar menjelaskan, Mushalla Surau Baru yang berdiri sejak 1910 menjadi salah satu pusat kegiatan ibadah jamaah Tarekat Naqsyabandiyah di Sumatera Barat.

Jamaah yang hadir saat Shalat Idul Adha tidak hanya berasal dari Kecamatan Pauh, tetapi juga dari berbagai daerah lain di Sumbar.

Salah seorang jamaah, Juni, mengaku sudah mengikuti tradisi Salat Idul Fitri dan Idul Adha di mushalla tersebut sejak kecil bersama keluarganya.

“Saya sejak kecil diajak orang tua untuk shalat di sini, terutama saat Idul Adha dan Idul Fitri,” ujarnya.

Baca Juga :  Jamaah Haji Sakit Bisa Ditanazulkan, Ini Kriterianya

Sementara itu, pemerintah melalui Kementerian Agama menetapkan 1 Zulhijah 1447 Hijriah jatuh pada Senin (18/5), sehingga Hari Raya Idul Adha diperingati pada Rabu (27/5).

Muhammadiyah melalui metode Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) juga menetapkan Idul Adha 1447 Hijriah jatuh pada Rabu (27/5). Adapun Hari Arafah diperingati pada Selasa (26/5).

Tradisi Jamaah Naqsyabandiyah di Padang Tetap Terjaga

Pelaksanaan Salat Idul Adha lebih awal oleh jamaah Naqsyabandiyah di Padang menjadi tradisi yang terus dipertahankan dari generasi ke generasi.

Meski berbeda dengan ketetapan pemerintah, pelaksanaan ibadah berlangsung khusyuk dan penuh kekeluargaan.

Perbedaan penentuan hari raya di Indonesia sendiri kerap terjadi karena adanya perbedaan metode penetapan kalender Hijriah, baik melalui rukyat maupun hisab.(jpg)

 

PROKALTENG.CO-Jamaah Tarekat Naqsyabandiyah di Kota Padang, Sumatera Barat, melaksanakan Shalat Idul Adha 1447 Hijriah lebih awal pada Selasa (26/5).

Pelaksanaan ibadah berlangsung di Mushalla Surau Baru, Kecamatan Pauh, sehari sebelum pemerintah menetapkan Hari Raya Idul Adha pada Rabu (27/5).

Dikutip dari Antara, pengurus Mushalla Surau Baru, Zahar, mengatakan penetapan Idul Adha dilakukan berdasarkan perhitungan yang telah digunakan jamaah Tarekat Naqsyabandiyah sejak lama.

Electronic money exchangers listing

“Dari perhitungan kami, Hari Raya Lebaran Haji jatuh hari ini dan itu sudah kami hitung sejak awal Ramadan,” ujar Zahar di Padang, Selasa,

Menurut dia, jamaah Naqsyabandiyah memiliki metode tersendiri dalam menentukan awal Ramadan, 1 Syawal, hingga Hari Raya Idul Adha.

Karena itu, perbedaan penetapan hari besar Islam dengan pemerintah dinilai sebagai hal yang lumrah.

Baca Juga :  Presiden Prabowo Apresiasi 100 Tahun Kiprah NU Jaga Bangsa

Ia menegaskan perbedaan pelaksanaan Idul Adha maupun Idul Fitri tidak perlu dipersoalkan karena tujuan ibadah tetap sama.

“Tidak apa-apa ada perbedaan, yang penting tujuannya sama,” katanya.

Zahar menjelaskan, Mushalla Surau Baru yang berdiri sejak 1910 menjadi salah satu pusat kegiatan ibadah jamaah Tarekat Naqsyabandiyah di Sumatera Barat.

Jamaah yang hadir saat Shalat Idul Adha tidak hanya berasal dari Kecamatan Pauh, tetapi juga dari berbagai daerah lain di Sumbar.

Salah seorang jamaah, Juni, mengaku sudah mengikuti tradisi Salat Idul Fitri dan Idul Adha di mushalla tersebut sejak kecil bersama keluarganya.

“Saya sejak kecil diajak orang tua untuk shalat di sini, terutama saat Idul Adha dan Idul Fitri,” ujarnya.

Baca Juga :  Jamaah Haji Sakit Bisa Ditanazulkan, Ini Kriterianya

Sementara itu, pemerintah melalui Kementerian Agama menetapkan 1 Zulhijah 1447 Hijriah jatuh pada Senin (18/5), sehingga Hari Raya Idul Adha diperingati pada Rabu (27/5).

Muhammadiyah melalui metode Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) juga menetapkan Idul Adha 1447 Hijriah jatuh pada Rabu (27/5). Adapun Hari Arafah diperingati pada Selasa (26/5).

Tradisi Jamaah Naqsyabandiyah di Padang Tetap Terjaga

Pelaksanaan Salat Idul Adha lebih awal oleh jamaah Naqsyabandiyah di Padang menjadi tradisi yang terus dipertahankan dari generasi ke generasi.

Meski berbeda dengan ketetapan pemerintah, pelaksanaan ibadah berlangsung khusyuk dan penuh kekeluargaan.

Perbedaan penentuan hari raya di Indonesia sendiri kerap terjadi karena adanya perbedaan metode penetapan kalender Hijriah, baik melalui rukyat maupun hisab.(jpg)

 

Terpopuler

Artikel Terbaru