25.4 C
Jakarta
Tuesday, April 1, 2025

Survei KPAI, 71 Persen Warga Tak Setuju Sekolah Dibuka Kembali Juli 20

JAKARTA – Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) masih akan
melakukan survei terkait rencana Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan membuka
kembali sekolah pada Juli 2020.

Komisioner KPAI Bidang Pendidikan
Retno Listyarti mengatakan, wacana itu memang mendapat respons beragam dari
masyarakat. Bahkan lembaganya sudah melakukan ujicoba survei lewat sosial media
dengan menanyakan apakah netizen setuju atau tidak dengan rencana pemerintah
membuka sekolah pada 13 Juli 2020.

“Kami mengunggah pertanyaan
tersebut ke aplikasi Facebook. Ternyata setelah enam jam diunggah, postingan
tersebut mendapatkan komentar dari 87 netizen,” ucap Retno saat dikonfirmasi
pada Selasa (26/5).

Para responden yang berkomentar
dalam ujicoba ini terdiri dari guru, orangtua dan bahkan tenaga kesehatan.
Mereka berasal dari berbagai kota di Indonesia, di antaranya Batam, Bengkulu,
Jambi, kota Padang, Solok, Bukittinggi, Kota Medan, Kabupaten Bogor, Kota Bandung,
Kabupaten Magetan, Kota Surabaya, Kota Makassar, dan lainnya.

“Dari 87 responden dalam ujicoba
kuisoner survei tersebut, ternyata sebagian besar responden tidak setuju jika
sekolah di buka pada Juli 2020, 71% responden menyatakan tidak setuju sekolah
dibuka pada Juli 2020 di saat kasus positif masih sangat tinggi saat ini,”
jelas Retno.

Baca Juga :  Pemerintah Tetapkan Hari Berkabung Nasional Selama 3 Hari

Alasan yang tidak setuju adalah
demi keselamatan anak-anak dan para guru. Mereka yang tidak setuju meragukan
penerapan protokol kesehatan ketat saat berada di sekolah dan dalam perjalan
pulang-pergi ke sekolah.

“Bahkan ada dua responden
menyatakan tidak akan mengijinkan anaknya berangkat ke sekolah pada Juli 2020,
meski sekolah anaknya dibuka,” tegas mantan kepala SMAN 3 Jakarta ini.

Adapun 20% responden menyatakan
setuju, dengan alasan sudah jenuh belajar dari rumah, banyak anak tidak bisa
menjalankan pembelajaran jarak jauh (PJJ) secara daring karena keterbatasan
peralatan dan kuota internet, bahkan tak mampu membeli kuota.

Namun, responden yang menyatakan
setuju juga menekankan diterapkannya protokol kesehatan yang ketat di sekolah.
Selain itu harus dipastikan bahwa wilayah tersebut sudah dinyatakan sebagai
zona hijau atau zero kasus covid 19. Meskipun menurut beberapa ahi epidemologi,
tidak ada zona hijau untuk wilayah di Indonesia saat ini.

Baca Juga :  Raja dan Ratu Belanda Kembalikan Keris Kiai Naga Siluman Milik Pangera

Sedangkan 9% responden yang tidak
memberikan jawaban setuju atau tidak, namun mendorong pemerintah dan IDAI
melakukan kajian sudah layak/tidak membuka sekolah pada Juli 2020.

“Responden dalam ujicoba survei
meminta pemerintah melakukan kajian secara sungguh-sungguh dan meminta pendapat
Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) sebelum membuka sekolah,” jelas Retno.

Oleh karena itu, KPAI tetap akan
melakukan survei secara lebih luas terkait kebijakan pembukaan sekolah di masa
pandemi covid-19. Survei akan menyasar responden anak, orangtua dan guru untuk
mengetahui persepsi masing-masing pihak tentang kapan waktu yang tepat membuka
kembali sekolah dan faktor apa yang menjadi pertimbangan paling utama. “Survei
akan kami laksanakan pada akhir Mei 2020 hingga awal Juni 2020,” tandas Retno.

JAKARTA – Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) masih akan
melakukan survei terkait rencana Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan membuka
kembali sekolah pada Juli 2020.

Komisioner KPAI Bidang Pendidikan
Retno Listyarti mengatakan, wacana itu memang mendapat respons beragam dari
masyarakat. Bahkan lembaganya sudah melakukan ujicoba survei lewat sosial media
dengan menanyakan apakah netizen setuju atau tidak dengan rencana pemerintah
membuka sekolah pada 13 Juli 2020.

“Kami mengunggah pertanyaan
tersebut ke aplikasi Facebook. Ternyata setelah enam jam diunggah, postingan
tersebut mendapatkan komentar dari 87 netizen,” ucap Retno saat dikonfirmasi
pada Selasa (26/5).

Para responden yang berkomentar
dalam ujicoba ini terdiri dari guru, orangtua dan bahkan tenaga kesehatan.
Mereka berasal dari berbagai kota di Indonesia, di antaranya Batam, Bengkulu,
Jambi, kota Padang, Solok, Bukittinggi, Kota Medan, Kabupaten Bogor, Kota Bandung,
Kabupaten Magetan, Kota Surabaya, Kota Makassar, dan lainnya.

“Dari 87 responden dalam ujicoba
kuisoner survei tersebut, ternyata sebagian besar responden tidak setuju jika
sekolah di buka pada Juli 2020, 71% responden menyatakan tidak setuju sekolah
dibuka pada Juli 2020 di saat kasus positif masih sangat tinggi saat ini,”
jelas Retno.

Baca Juga :  Pemerintah Tetapkan Hari Berkabung Nasional Selama 3 Hari

Alasan yang tidak setuju adalah
demi keselamatan anak-anak dan para guru. Mereka yang tidak setuju meragukan
penerapan protokol kesehatan ketat saat berada di sekolah dan dalam perjalan
pulang-pergi ke sekolah.

“Bahkan ada dua responden
menyatakan tidak akan mengijinkan anaknya berangkat ke sekolah pada Juli 2020,
meski sekolah anaknya dibuka,” tegas mantan kepala SMAN 3 Jakarta ini.

Adapun 20% responden menyatakan
setuju, dengan alasan sudah jenuh belajar dari rumah, banyak anak tidak bisa
menjalankan pembelajaran jarak jauh (PJJ) secara daring karena keterbatasan
peralatan dan kuota internet, bahkan tak mampu membeli kuota.

Namun, responden yang menyatakan
setuju juga menekankan diterapkannya protokol kesehatan yang ketat di sekolah.
Selain itu harus dipastikan bahwa wilayah tersebut sudah dinyatakan sebagai
zona hijau atau zero kasus covid 19. Meskipun menurut beberapa ahi epidemologi,
tidak ada zona hijau untuk wilayah di Indonesia saat ini.

Baca Juga :  Raja dan Ratu Belanda Kembalikan Keris Kiai Naga Siluman Milik Pangera

Sedangkan 9% responden yang tidak
memberikan jawaban setuju atau tidak, namun mendorong pemerintah dan IDAI
melakukan kajian sudah layak/tidak membuka sekolah pada Juli 2020.

“Responden dalam ujicoba survei
meminta pemerintah melakukan kajian secara sungguh-sungguh dan meminta pendapat
Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) sebelum membuka sekolah,” jelas Retno.

Oleh karena itu, KPAI tetap akan
melakukan survei secara lebih luas terkait kebijakan pembukaan sekolah di masa
pandemi covid-19. Survei akan menyasar responden anak, orangtua dan guru untuk
mengetahui persepsi masing-masing pihak tentang kapan waktu yang tepat membuka
kembali sekolah dan faktor apa yang menjadi pertimbangan paling utama. “Survei
akan kami laksanakan pada akhir Mei 2020 hingga awal Juni 2020,” tandas Retno.

Terpopuler

Artikel Terbaru