Soroti Temuan! Sebanyak 1.700 Dapur MBG Di-suspend karena Sunat Porsi Makanan

Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus (Bappisus) menyoroti temuan adanya sejumlah dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang mengurangi porsi makanan dari standar yang telah ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN).

Kepala Bappisus Aries Marsudiyanto, mengatakan bahwa BGN telah mengambil langkah tegas dengan menghentikan operasional sementaran (suspend) sejumlah dapur yang melanggar standar tersebut.

“Ya kalau tidak salah ada 1.700-an SPPG ya yang sudah disuspen oleh BGN ya untuk diperbaiki. Ya di sini adalah bentuk bagaimana keseriusan BGN untuk mengelola SPPG dengan berkualitas ya seperti spesifikasi standarisasi yang telah ditetapkan. Ya saya rasa demikian ya,” kata Aries usai acara APPMBGI National Summit di Jakarta, Sabtu (25/4).

Baca Juga :  Data Positif Covid-19 di Indonesia Mencapai Angka 10.118 Kasus

Ia mencontohkan praktik pengurangan porsi yang terjadi di lapangan seperti ukuran potongan ayam yang tidak sesuai standar. Hal tersebut dinilai berpotensi mengurangi nilai gizi yang seharusnya diterima penerima manfaat.

“Termasuk ukuran-ukurannya, ya misal tadi itu apa daging ya, harusnya ukurannya katakanlah ayam dipotong menjadi 8, ini dipotong menjadi 12 atau 16 atau 20 kan jadi kecil. Lele, harusnya ukurannya yang berapa gram cuma lele ya. Ini semuanya harus disesuaikan spesifikasi supaya standar gizi dan kualitas makan anak-anak serta ibu hamil, lansia dan segala macam itu terpenuhi. Saya rasa demikian ya,” jelasnya.

Lebih lanjut, Ia menegaskan pentingnya menjaga kualitas dan kuantitas makanan demi memastikan asupan gizi masyarakat tetap terpenuhi.

Baca Juga :  SPPG BGN Kalteng Tekankan Kualitas Gizi Anak, Ini Standar Porsi Makanan yang Tepat

Seluruh SPPG wajib mengikuti spesifikasi yang telah ditentukan oleh BGN, baik dari sisi ukuran maupun kualitas makanan.

Electronic money exchangers listing

“Jadi jangan mengurangi ukuran, bahkan kualitasnya pun juga harus sama-sama dijaga. Ya baik kualitas makanan, kualitas air, kualitas penyajian, kualitas dapur dan lain sebagainya. Supaya apa yang dimakan anak-anak kita ini dalam keadaan higienis, sehat dan bergizi,” tandas Aries. (jpc)

Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus (Bappisus) menyoroti temuan adanya sejumlah dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang mengurangi porsi makanan dari standar yang telah ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN).

Kepala Bappisus Aries Marsudiyanto, mengatakan bahwa BGN telah mengambil langkah tegas dengan menghentikan operasional sementaran (suspend) sejumlah dapur yang melanggar standar tersebut.

“Ya kalau tidak salah ada 1.700-an SPPG ya yang sudah disuspen oleh BGN ya untuk diperbaiki. Ya di sini adalah bentuk bagaimana keseriusan BGN untuk mengelola SPPG dengan berkualitas ya seperti spesifikasi standarisasi yang telah ditetapkan. Ya saya rasa demikian ya,” kata Aries usai acara APPMBGI National Summit di Jakarta, Sabtu (25/4).

Electronic money exchangers listing
Baca Juga :  Data Positif Covid-19 di Indonesia Mencapai Angka 10.118 Kasus

Ia mencontohkan praktik pengurangan porsi yang terjadi di lapangan seperti ukuran potongan ayam yang tidak sesuai standar. Hal tersebut dinilai berpotensi mengurangi nilai gizi yang seharusnya diterima penerima manfaat.

“Termasuk ukuran-ukurannya, ya misal tadi itu apa daging ya, harusnya ukurannya katakanlah ayam dipotong menjadi 8, ini dipotong menjadi 12 atau 16 atau 20 kan jadi kecil. Lele, harusnya ukurannya yang berapa gram cuma lele ya. Ini semuanya harus disesuaikan spesifikasi supaya standar gizi dan kualitas makan anak-anak serta ibu hamil, lansia dan segala macam itu terpenuhi. Saya rasa demikian ya,” jelasnya.

Lebih lanjut, Ia menegaskan pentingnya menjaga kualitas dan kuantitas makanan demi memastikan asupan gizi masyarakat tetap terpenuhi.

Baca Juga :  SPPG BGN Kalteng Tekankan Kualitas Gizi Anak, Ini Standar Porsi Makanan yang Tepat

Seluruh SPPG wajib mengikuti spesifikasi yang telah ditentukan oleh BGN, baik dari sisi ukuran maupun kualitas makanan.

“Jadi jangan mengurangi ukuran, bahkan kualitasnya pun juga harus sama-sama dijaga. Ya baik kualitas makanan, kualitas air, kualitas penyajian, kualitas dapur dan lain sebagainya. Supaya apa yang dimakan anak-anak kita ini dalam keadaan higienis, sehat dan bergizi,” tandas Aries. (jpc)

Terpopuler

Artikel Terbaru