28.6 C
Jakarta
Tuesday, March 3, 2026

Menag Beri Pesan untuk para Mubaligh dan Imam Tarawih di Bulan Ramadan

PROKALTENG.CO-Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menyampaikan pesan bagi para Mubaligh dan imam tarawih yang akan mengemban tugas mulia di bulan suci Ramadan.

Arahan tersebut disampaikan Menag pada acara pelepasan Mubaligh dan Imam Tarwih Pondok Pesantren Asadiyah melalui konferensi video Zoom, Selasa, 17 Februari 2026.

Ia mengingatkan para mubaligh muda untuk merasa bersyukur atas kesempatan yang diberikan untuk mengabdikan diri kepada masyarakat. “Umur boleh muda, tetapi sudah mampu berbuat baik kepada masyarakat luas. Jangan takut jika salah,” ujarnya.

Yang tidak kalah penting, Menag juga mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan selama tugas pengabdian. “Pelihara kesehatan, jangan sampai karena terlalu aktif beribadah, makan dan tidur tidak teratur, lalu kolaps,” pesannya.

Baca Juga :  Gotong Royong Bersihkan Masjid, Mencerminkan Nilai-Nilai Religius dan Semangat Kebersamaan

Menag lalu menyampaikan pesan mengenai metode dakwah. Ia mengingatkan bahwa para mubaligh harus menyesuaikan materi dakwah dengan audiens, metode, dan media yang digunakan. “Kenali medan dakwah dan sesuaikan materi serta metode yang digunakan dengan objek yang dituju,” jelasnya.

Tingkatkan Ibadah Selama Ramadan

Menteri Agama mengingatkan agar momentum Ramadan dimanfaatkan untuk memperkuat kualitas ibadah. Ia mengajak para mubalig supaya senantiasa memanjatkan doa bagi orang tua, para pendidik, masyarakat, serta seluruh rakyat Indonesia agar terus diberi kemajuan dan keberkahan.

Selain itu, ia menginstruksikan para pembina di berbagai wilayah untuk lebih aktif mengawasi kondisi para mubalig, khususnya yang bertugas di kawasan terpencil. “Jangan sampai ada mubaligh yang sakit, terlantar, atau tidak mendapatkan perhatian,” tegasnya.

Electronic money exchangers listing
Baca Juga :  Lepas Kontingen F-TIK Mura, Bupati Pesan Bawa Nama baik Kabupaten

Menurutnya, setiap kendala yang dialami mubalig—mulai dari persoalan kesehatan, tempat tinggal, hingga kebutuhan konsumsi—menjadi tanggung jawab pembina untuk segera diselesaikan.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para kepala daerah beserta jajaran yang telah menunjukkan kepedulian terhadap para mubalig.

Harapannya, dukungan tersebut meliputi penyediaan hunian yang layak, sarana transportasi untuk menunjang aktivitas, serta kecukupan makanan dan sahur sepanjang Ramadan.

Menag menaruh harapan agar para mubalig mampu menjalankan amanah dengan optimal serta memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan perkembangan pendidikan Islam di Tanah Air. (fin)

 

PROKALTENG.CO-Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menyampaikan pesan bagi para Mubaligh dan imam tarawih yang akan mengemban tugas mulia di bulan suci Ramadan.

Arahan tersebut disampaikan Menag pada acara pelepasan Mubaligh dan Imam Tarwih Pondok Pesantren Asadiyah melalui konferensi video Zoom, Selasa, 17 Februari 2026.

Ia mengingatkan para mubaligh muda untuk merasa bersyukur atas kesempatan yang diberikan untuk mengabdikan diri kepada masyarakat. “Umur boleh muda, tetapi sudah mampu berbuat baik kepada masyarakat luas. Jangan takut jika salah,” ujarnya.

Electronic money exchangers listing

Yang tidak kalah penting, Menag juga mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan selama tugas pengabdian. “Pelihara kesehatan, jangan sampai karena terlalu aktif beribadah, makan dan tidur tidak teratur, lalu kolaps,” pesannya.

Baca Juga :  Gotong Royong Bersihkan Masjid, Mencerminkan Nilai-Nilai Religius dan Semangat Kebersamaan

Menag lalu menyampaikan pesan mengenai metode dakwah. Ia mengingatkan bahwa para mubaligh harus menyesuaikan materi dakwah dengan audiens, metode, dan media yang digunakan. “Kenali medan dakwah dan sesuaikan materi serta metode yang digunakan dengan objek yang dituju,” jelasnya.

Tingkatkan Ibadah Selama Ramadan

Menteri Agama mengingatkan agar momentum Ramadan dimanfaatkan untuk memperkuat kualitas ibadah. Ia mengajak para mubalig supaya senantiasa memanjatkan doa bagi orang tua, para pendidik, masyarakat, serta seluruh rakyat Indonesia agar terus diberi kemajuan dan keberkahan.

Selain itu, ia menginstruksikan para pembina di berbagai wilayah untuk lebih aktif mengawasi kondisi para mubalig, khususnya yang bertugas di kawasan terpencil. “Jangan sampai ada mubaligh yang sakit, terlantar, atau tidak mendapatkan perhatian,” tegasnya.

Baca Juga :  Lepas Kontingen F-TIK Mura, Bupati Pesan Bawa Nama baik Kabupaten

Menurutnya, setiap kendala yang dialami mubalig—mulai dari persoalan kesehatan, tempat tinggal, hingga kebutuhan konsumsi—menjadi tanggung jawab pembina untuk segera diselesaikan.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para kepala daerah beserta jajaran yang telah menunjukkan kepedulian terhadap para mubalig.

Harapannya, dukungan tersebut meliputi penyediaan hunian yang layak, sarana transportasi untuk menunjang aktivitas, serta kecukupan makanan dan sahur sepanjang Ramadan.

Menag menaruh harapan agar para mubalig mampu menjalankan amanah dengan optimal serta memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan perkembangan pendidikan Islam di Tanah Air. (fin)

 

Terpopuler

Artikel Terbaru