PROKALTENG.CO-Penyebab pesawat ATR 400 milik Indonesia Air Transport hilang kontak pada hari ini,Sabtu (17/1), masih belum diketahui secara pasti.
Namun yang jelas, cuaca buruk diyakini bukan penyebabnya. Pasalnya, pesawat ATR 400 yang hilang kontak sekitar pukul 13.17 WITA saat berada di wilayah Leang-Leang, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, sudah diizinkan untuk melakukan pendaratan.
“Posisinya tidak jauh dari bandara Makassar. Karena sebelum hilang, sudah diizinkan mendarat, sudah dekat bandara sana berarti,” kata Alvin Lie selaku Pengamat Penerbangan kepada JawaPos.com.
Pernyataan tersebut diungkapkan Alvin Lie berdasarkan informasi yang diterimanya. Menurut dia, faktor cuaca bukanlah penyebab pesawat ATR 400 hilang kontak karena pesawat tidak mungkin diperbolehkan melakukan pendaratan apabila cuaca sedang buruk.
“Kalau cuaca buruk, bandara pasti ditutup dan dinyatakkan tidak layak untuk mendarat atau take off,” jelasnya lebih lanjut.
Untuk mengetahui penyebab pastiya, kata dia, harus ditemukan terlebih dahulu pesawat ATR 400 yang kini masih dalam proses pencarian tim Basarnas Makassar.
“Kalau belum ditemukan pesawatnya, agak susah ya untuk menganalisa penyebabnya,” ungkap Alvin Lie.
“Kita sekarang doakan saja pesawatnya cepat ketemu, seluruh penumpang dan awak pesawat selamat,” imbuhnya.
Pesawat ATR 400 melakukan penebangan dengan rute Yogyakarta menuju Makassar pada Sabtu (17/1). Berdasarkan informasi sampai saat ini, ada sekitar 11 orang di dalam pesawat.
Daftar awak pesawat yaitu Kapten Pilot Andy Dahananto, First Officer Yudha Mahardika, Pilot Latih Sukardi, Petugas Operasi Penerbangan Hariadi, Teknisi Penerbangan Franky D. Tanamal, Teknisi Penerbangan Junaidi, Pramugari Florencia Lolita dan Pramugari Esther Aprilita S.
Adapun daftar tiga penumpangnya yaitu atas nama Deden, Ferry, dan Yoga. (jpg)


