Kondisi Kapal Virgo Transport 8 Terbalik dan Mengapung di Laut Jawa

Penampakan visual kapal Virgo Transport 8 diabadikan melalui pantauan udara Helikopter Dauphin HR-3601 milik Basarnas di lokasi kejadian.

Kapal itu sempat dilaporkan hilang kontak di perairan Laut Jawa pada Minggu (13/9) dini hari dan kini ditemukan dalam posisi terbalik, tetapi belum tenggelam sepenuhnya.

Berdasarkan tangkapan layar dokumentasi video Helly HR-3601 Basarnas, terlihat lambung bawah kapal berwarna merah dan kehitaman sepenuhnya menghadap ke atas permukaan air laut.

Kapal tampak mengapung dan dihantam gelombang air laut yang memunculkan buih-buih putih di sekeliling badan kapal.

Dari pantauan udara tersebut, tampak pula sekoci atau rakit penolong (life raft) berwarna jingga-hitam mengapung tak jauh dari lokasi badan kapal yang terbalik. Keberadaan rakit penolong di tengah lautan lepas ini menjadi titik fokus pencarian tim SAR gabungan.

Keterangan Menteri Perhubungan dan Penyebab Kecelakaan

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengonfirmasi bahwa posisi fisik kapal saat ditemukan dalam kondisi terbalik di perairan.

Electronic money exchangers listing

“Informasi yang kami dapatkan dari helikopter, itu terbalik. Belum tenggelam,” ujar Dudy Purwagandhi dalam konferensi pers di Posko SAR Nasional KM Virgo Transport 8, Banjarmasin, Minggu (13/9).

Baca Juga :  Life Jacket Ditemukan di Selat Sunda, Basarnas Verifikasi Kepemilikan 5 Jurnalis yang Hilang

Dudy menjelaskan bahwa armada pencari saat ini difokuskan mengelilingi titik koordinat kecelakaan untuk menyisir para korban yang terbawa arus.

“Jadi kondisi tadi pukul 15.00 kalau tidak salah, itu kondisi kapal terbalik. Kapal-kapal yang sedang melakukan operasi itu sekarang sedang berada di sekitar lokasi kapal untuk menyebar di beberapa titik untuk mencari korban-korban,” katanya.

Terkait dugaan penyebab utama insiden nahas ini, Menhub menyatakan pihaknya masih menunggu hasil kajian teknis. Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) telah dikerahkan untuk melakukan investigasi mendalam.

Update Data Korban dan Operasi SAR Gabungan

Berdasarkan laporan perkembangan Operasi SAR dari Kepala Basarnas Mohammad Syafii hingga pukul 18.00 WIB, kapal Virgo Transport 8 membawa total 243 orang (Person on Board/POB), yang terdiri atas 213 penumpang dan 30 kru kapal.

Dari total keseluruhan POB, sebanyak 108 orang berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat oleh sejumlah kapal penolong seperti MV Haida, KM Cahaya Bahari Jaya, MT Mauhaw IX, TB Transcoal Pacific, dan KN SAR Laksmana 241.

Baca Juga :  Ini Daftar 8 Korban Kecelakaan Helikopter PK-CFX yang Jatuh di Hutan Sanggau, Kalbar

Sementara itu, 6 orang dikonfirmasi meninggal dunia dan 129 orang lainnya masih dalam proses pencarian (DP).

Titik koordinat terakhir (Last Known Position/LKP) kapal tercatat berada di 4°31’51.82″ S – 114°02’06.88″ E, atau berjarak sekitar 80 Nautical Mile (NM) dari Dermaga SAR Basirih Banjarmasin.

Untuk memaksimalkan pencarian 129 korban yang masih hilang, operasi SAR mengerahkan alutsista udara dan laut secara masif. Unsur udara diperkuat oleh Helikopter Basarnas HR 3601, pesawat CN-235 TNI AL, serta helikopter Mabes Polri dan pesawat BNPB.

Sedangkan di jalur laut, puluhan armada termasuk KN SAR Laksmana 241, KRI Nala-363, KRI Pulau Fani-732, KRI Canopus-936, hingga kapal-kapal niaga terus bergerak menyisir area perairan.

“Operasi SAR selanjutnya difokuskan pada pencarian dan pertolongan terhadap 129 orang yang masih dalam pencarian, dengan tetap mempertimbangkan kondisi cuaca dan gelombang di area operasi,” ujarnya.(jpc)

Penampakan visual kapal Virgo Transport 8 diabadikan melalui pantauan udara Helikopter Dauphin HR-3601 milik Basarnas di lokasi kejadian.

Kapal itu sempat dilaporkan hilang kontak di perairan Laut Jawa pada Minggu (13/9) dini hari dan kini ditemukan dalam posisi terbalik, tetapi belum tenggelam sepenuhnya.

Berdasarkan tangkapan layar dokumentasi video Helly HR-3601 Basarnas, terlihat lambung bawah kapal berwarna merah dan kehitaman sepenuhnya menghadap ke atas permukaan air laut.

Electronic money exchangers listing

Kapal tampak mengapung dan dihantam gelombang air laut yang memunculkan buih-buih putih di sekeliling badan kapal.

Dari pantauan udara tersebut, tampak pula sekoci atau rakit penolong (life raft) berwarna jingga-hitam mengapung tak jauh dari lokasi badan kapal yang terbalik. Keberadaan rakit penolong di tengah lautan lepas ini menjadi titik fokus pencarian tim SAR gabungan.

Keterangan Menteri Perhubungan dan Penyebab Kecelakaan

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengonfirmasi bahwa posisi fisik kapal saat ditemukan dalam kondisi terbalik di perairan.

“Informasi yang kami dapatkan dari helikopter, itu terbalik. Belum tenggelam,” ujar Dudy Purwagandhi dalam konferensi pers di Posko SAR Nasional KM Virgo Transport 8, Banjarmasin, Minggu (13/9).

Baca Juga :  Life Jacket Ditemukan di Selat Sunda, Basarnas Verifikasi Kepemilikan 5 Jurnalis yang Hilang

Dudy menjelaskan bahwa armada pencari saat ini difokuskan mengelilingi titik koordinat kecelakaan untuk menyisir para korban yang terbawa arus.

“Jadi kondisi tadi pukul 15.00 kalau tidak salah, itu kondisi kapal terbalik. Kapal-kapal yang sedang melakukan operasi itu sekarang sedang berada di sekitar lokasi kapal untuk menyebar di beberapa titik untuk mencari korban-korban,” katanya.

Terkait dugaan penyebab utama insiden nahas ini, Menhub menyatakan pihaknya masih menunggu hasil kajian teknis. Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) telah dikerahkan untuk melakukan investigasi mendalam.

Update Data Korban dan Operasi SAR Gabungan

Berdasarkan laporan perkembangan Operasi SAR dari Kepala Basarnas Mohammad Syafii hingga pukul 18.00 WIB, kapal Virgo Transport 8 membawa total 243 orang (Person on Board/POB), yang terdiri atas 213 penumpang dan 30 kru kapal.

Dari total keseluruhan POB, sebanyak 108 orang berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat oleh sejumlah kapal penolong seperti MV Haida, KM Cahaya Bahari Jaya, MT Mauhaw IX, TB Transcoal Pacific, dan KN SAR Laksmana 241.

Baca Juga :  Ini Daftar 8 Korban Kecelakaan Helikopter PK-CFX yang Jatuh di Hutan Sanggau, Kalbar

Sementara itu, 6 orang dikonfirmasi meninggal dunia dan 129 orang lainnya masih dalam proses pencarian (DP).

Titik koordinat terakhir (Last Known Position/LKP) kapal tercatat berada di 4°31’51.82″ S – 114°02’06.88″ E, atau berjarak sekitar 80 Nautical Mile (NM) dari Dermaga SAR Basirih Banjarmasin.

Untuk memaksimalkan pencarian 129 korban yang masih hilang, operasi SAR mengerahkan alutsista udara dan laut secara masif. Unsur udara diperkuat oleh Helikopter Basarnas HR 3601, pesawat CN-235 TNI AL, serta helikopter Mabes Polri dan pesawat BNPB.

Sedangkan di jalur laut, puluhan armada termasuk KN SAR Laksmana 241, KRI Nala-363, KRI Pulau Fani-732, KRI Canopus-936, hingga kapal-kapal niaga terus bergerak menyisir area perairan.

“Operasi SAR selanjutnya difokuskan pada pencarian dan pertolongan terhadap 129 orang yang masih dalam pencarian, dengan tetap mempertimbangkan kondisi cuaca dan gelombang di area operasi,” ujarnya.(jpc)

Terpopuler

Artikel Terbaru