SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Final Ulang Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR

PROKALTENG.CO-MPR telah memutuskan untuk menggelar final ulang Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR tingkat Kalimantan Barat (Kalbar). Namun, pihak SMAN 1 Pontianak menolak untuk ikut serta dalam acara tersebut. Mereka tegas mendukung SMAN 1 Sambas untuk mewakili Kalbar dalam ajang yang sama di level nasional.

Keputusan itu disampaikan oleh Kepala SMAN 1 Pontianak Indang Maryati melalui pernyataan sikap yang disampaikan pada Kamis (14/5). Dikutip dari akun media sosial resmi SMAN 1 Pontianak, Indang menyampaikan beberapa hal terkait dengan polemik yang muncul dan menyita perhatian publik belakangan ini. Menurut dia, pihaknya hanya ingin memperoleh konfirmasi dan klarifikasi.

”SMAN 1 Pontianak menegaskan bahwa langkah yang diambil merupakan bagian dari ikhtiar untuk memperoleh konfirmasi dan klarifikasi demi terwujudnya pelaksanaan dan mekanisme lomba yang transparan, objektif, dan akuntabel,” kata Indang dalam pernyataan sikapnya.

Atas respons semua pihak, SMAN 1 Pontianak menyampaikan apresiasi dan terimakasih. Terutama karena sudah banyak dukungan, perhatian, serta kepedulian berbagai kalangan. Dia tegas menyebut, pihaknya bersikap bukan untuk menyerang atau menjatuhkan kredibilitas lembaga, penyelenggara lomba, maupun individu tertentu.

Karena itu, sejak awal SMAN 1 Pontianak tidak bermaksud menganulir hasil lomba yang memenangkan SMAN 1 Sambas dalam ajang Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR. Pihaknya bersikap tegas hanya untuk mendapatkan kejelasan melalui klarifikasi atas poin-poin yang menjadi persoalan.

Saat ini, semua itu sudah terjawab dengan jelas. Sehingga SMAN 1 Pontianak menghormati hasil lomba yang telah ditetapkan dan mendukung penuh SMAN 1 Sambas untuk mewakili Kalbar dalam ajang Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR di tingkat nasional.

”SMAN 1 Pontianak menyatakan tidak akan terlibat dalam pelaksanaan Lomba LCC yang diulang, sebagaimana informasi yang disampaikan oleh MPR,” ujarnya.

Electronic money exchangers listing
Baca Juga :  Demo Ojol dan Mahasiswa: Rumah Aset MPR di Bandung Dibakar Massa

MPR Putuskan Gelar Final Ulang Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar

Ketua MPR Ahmad Muzani buka suara soal polemik final Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar di Kalbar. Atas berbagai pertimbangan, MPR memutuskan final lomba tersebut diulang. Seluruh dewan juri dan MC juga diganti.

Muzani menjelaskan bahwa lomba tersebut sudah berlangsung sejak 2009 silam. Dimulai dari Jakarta, lomba itu terus berkembang hingga level nasional. MPR mempertahankan penyelenggaraannya sampai saat ini karena dinilai efektif untuk mensosialisasikan empat pilar MPR kepada generasi muda.

”Dalam evaluasi kami, Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR itu ternyata menjadi salah satu metode yang cukup efektif bagi upaya pemasyarakatan Empat Pilar MPR, yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika,” kata dia kepada awak media di Jakarta pada Rabu (13/5).

Sebelum sampai level nasional, lomba tersebut biasa dilaksanakan dari level kabupaten dan kota. Kemudian naik ke tingkat provinsi dan puncaknya pada level nasional. Biasanya, Muzani menyebut, lomba di level nasional berlangsung di Senayan pada bulan Agustus.

”Yang terjadi di Kalimantan Barat adalah final untuk memperebutkan (peserta yang) mewakili Kalimantan Barat,” ujarnya.

Setelah mendapatkan penjelasan secara utuh dari sekretaris jenderal (sekjen) MPR, Muzani dan unsur pimpinan MPR lainnya sepakat untuk mengulang final lomba di level Provinsi Kalbar. Tidak hanya diulang, dewan juri dan MC atau pemandu lomba juga diganti.

”Lomba Cerdas Cermat di tingkat Kalimantan Barat yang final akan kami lakukan ulang pada waktu yang akan segera diputuskan secepatnya. Juri yang akan menjuri dalam Lomba Cerdas Cermat tersebut adalah juri independen,” tegasnya.

Baca Juga :  SDS Harapan Bisma gelar Lomba Fashion Show dan Cerdas Cermat

Tidak hanya itu, Muzani memastikan bahwa pimpinan MPR akan mengawasi langsung jalannya lomba tersebut dari awal sampai akhir. Dia juga mengucapkan terima kasih atas perhatian masyarakat terhadap jalannya lomba di Kalbar sehingga bisa melakukan evaluasi.

”Kami akan terus melakukan evaluasi terhadap penyempurnaan kegiatan-kegiatan MPR,” ucap dia.

Gangguan Teknis Pada Perangkat Audio Jadi Alasan Juri

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalbar Syarif Faisal menyampaikan bahwa pihaknya sudah melakukan pendalaman pasca peristiwa tersebut viral di media sosial. Tujuannya untuk mengetahui secara lebih jelas duduk perkara yang terjadi saat lomba sedang berlangsung. Dari informasi awal, ada dugaan terjadi gangguan teknis pada perangkat audio atau speaker yang mengarah ke meja juri.

”Di siaran langsung dan pendengaran penonton, jawabannya cukup jelas. Namun, speaker yang mengarah ke juri disebut mengalami kendala,” kata Faisal dikutip dari pemberitaan Pontianak Post pada Rabu (13/5).

Akibatnya, video yang beredar luas di media sosial menuai sorotan. Tidak hanya warganet, sejumlah pejabat di Jakarta sudah merespons video itu. Dukungan terhadap Josepha dan Tim SMAN 1 Pontianak pun terus mengalir. Mereka mengapresiasi sikap Josepha yang berani menyampaikan argumen saat jawabannya dinilai salah.

Kini, Josepha mendapat tawaran beasiswa untuk berkuliah ke Tiongkok. Tawaran beasiswa itu mencakup ikatan kerja setelah dia menyelesaikan pendidikan. Tidak hanya itu, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka juga mengundang Josepha untuk bertemu di Jakarta. Bersama timnya, dia bertolak pada Selasa (12/5) untuk bertemu muka secara langsung dengan wapres.

”Anak-anak SMAN 1 Pontianak hari ini berangkat ke Jakarta bersama tim dari Wapres,” ujar Faisal.(jpg)

 

PROKALTENG.CO-MPR telah memutuskan untuk menggelar final ulang Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR tingkat Kalimantan Barat (Kalbar). Namun, pihak SMAN 1 Pontianak menolak untuk ikut serta dalam acara tersebut. Mereka tegas mendukung SMAN 1 Sambas untuk mewakili Kalbar dalam ajang yang sama di level nasional.

Keputusan itu disampaikan oleh Kepala SMAN 1 Pontianak Indang Maryati melalui pernyataan sikap yang disampaikan pada Kamis (14/5). Dikutip dari akun media sosial resmi SMAN 1 Pontianak, Indang menyampaikan beberapa hal terkait dengan polemik yang muncul dan menyita perhatian publik belakangan ini. Menurut dia, pihaknya hanya ingin memperoleh konfirmasi dan klarifikasi.

”SMAN 1 Pontianak menegaskan bahwa langkah yang diambil merupakan bagian dari ikhtiar untuk memperoleh konfirmasi dan klarifikasi demi terwujudnya pelaksanaan dan mekanisme lomba yang transparan, objektif, dan akuntabel,” kata Indang dalam pernyataan sikapnya.

Electronic money exchangers listing

Atas respons semua pihak, SMAN 1 Pontianak menyampaikan apresiasi dan terimakasih. Terutama karena sudah banyak dukungan, perhatian, serta kepedulian berbagai kalangan. Dia tegas menyebut, pihaknya bersikap bukan untuk menyerang atau menjatuhkan kredibilitas lembaga, penyelenggara lomba, maupun individu tertentu.

Karena itu, sejak awal SMAN 1 Pontianak tidak bermaksud menganulir hasil lomba yang memenangkan SMAN 1 Sambas dalam ajang Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR. Pihaknya bersikap tegas hanya untuk mendapatkan kejelasan melalui klarifikasi atas poin-poin yang menjadi persoalan.

Saat ini, semua itu sudah terjawab dengan jelas. Sehingga SMAN 1 Pontianak menghormati hasil lomba yang telah ditetapkan dan mendukung penuh SMAN 1 Sambas untuk mewakili Kalbar dalam ajang Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR di tingkat nasional.

”SMAN 1 Pontianak menyatakan tidak akan terlibat dalam pelaksanaan Lomba LCC yang diulang, sebagaimana informasi yang disampaikan oleh MPR,” ujarnya.

Baca Juga :  Demo Ojol dan Mahasiswa: Rumah Aset MPR di Bandung Dibakar Massa

MPR Putuskan Gelar Final Ulang Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar

Ketua MPR Ahmad Muzani buka suara soal polemik final Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar di Kalbar. Atas berbagai pertimbangan, MPR memutuskan final lomba tersebut diulang. Seluruh dewan juri dan MC juga diganti.

Muzani menjelaskan bahwa lomba tersebut sudah berlangsung sejak 2009 silam. Dimulai dari Jakarta, lomba itu terus berkembang hingga level nasional. MPR mempertahankan penyelenggaraannya sampai saat ini karena dinilai efektif untuk mensosialisasikan empat pilar MPR kepada generasi muda.

”Dalam evaluasi kami, Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR itu ternyata menjadi salah satu metode yang cukup efektif bagi upaya pemasyarakatan Empat Pilar MPR, yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika,” kata dia kepada awak media di Jakarta pada Rabu (13/5).

Sebelum sampai level nasional, lomba tersebut biasa dilaksanakan dari level kabupaten dan kota. Kemudian naik ke tingkat provinsi dan puncaknya pada level nasional. Biasanya, Muzani menyebut, lomba di level nasional berlangsung di Senayan pada bulan Agustus.

”Yang terjadi di Kalimantan Barat adalah final untuk memperebutkan (peserta yang) mewakili Kalimantan Barat,” ujarnya.

Setelah mendapatkan penjelasan secara utuh dari sekretaris jenderal (sekjen) MPR, Muzani dan unsur pimpinan MPR lainnya sepakat untuk mengulang final lomba di level Provinsi Kalbar. Tidak hanya diulang, dewan juri dan MC atau pemandu lomba juga diganti.

”Lomba Cerdas Cermat di tingkat Kalimantan Barat yang final akan kami lakukan ulang pada waktu yang akan segera diputuskan secepatnya. Juri yang akan menjuri dalam Lomba Cerdas Cermat tersebut adalah juri independen,” tegasnya.

Baca Juga :  SDS Harapan Bisma gelar Lomba Fashion Show dan Cerdas Cermat

Tidak hanya itu, Muzani memastikan bahwa pimpinan MPR akan mengawasi langsung jalannya lomba tersebut dari awal sampai akhir. Dia juga mengucapkan terima kasih atas perhatian masyarakat terhadap jalannya lomba di Kalbar sehingga bisa melakukan evaluasi.

”Kami akan terus melakukan evaluasi terhadap penyempurnaan kegiatan-kegiatan MPR,” ucap dia.

Gangguan Teknis Pada Perangkat Audio Jadi Alasan Juri

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalbar Syarif Faisal menyampaikan bahwa pihaknya sudah melakukan pendalaman pasca peristiwa tersebut viral di media sosial. Tujuannya untuk mengetahui secara lebih jelas duduk perkara yang terjadi saat lomba sedang berlangsung. Dari informasi awal, ada dugaan terjadi gangguan teknis pada perangkat audio atau speaker yang mengarah ke meja juri.

”Di siaran langsung dan pendengaran penonton, jawabannya cukup jelas. Namun, speaker yang mengarah ke juri disebut mengalami kendala,” kata Faisal dikutip dari pemberitaan Pontianak Post pada Rabu (13/5).

Akibatnya, video yang beredar luas di media sosial menuai sorotan. Tidak hanya warganet, sejumlah pejabat di Jakarta sudah merespons video itu. Dukungan terhadap Josepha dan Tim SMAN 1 Pontianak pun terus mengalir. Mereka mengapresiasi sikap Josepha yang berani menyampaikan argumen saat jawabannya dinilai salah.

Kini, Josepha mendapat tawaran beasiswa untuk berkuliah ke Tiongkok. Tawaran beasiswa itu mencakup ikatan kerja setelah dia menyelesaikan pendidikan. Tidak hanya itu, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka juga mengundang Josepha untuk bertemu di Jakarta. Bersama timnya, dia bertolak pada Selasa (12/5) untuk bertemu muka secara langsung dengan wapres.

”Anak-anak SMAN 1 Pontianak hari ini berangkat ke Jakarta bersama tim dari Wapres,” ujar Faisal.(jpg)

 

Terpopuler

Artikel Terbaru