31.6 C
Jakarta
Thursday, March 12, 2026

Harga BBM Subsidi Berpotensi Naik, Menkeu Purbaya Buka Opsi Pangkas Anggaran MBG

PROKALTENG.CO-Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan kemungkinan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi sebagai langkah antisipasi apabila tekanan harga minyak dunia terus melonjak dan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) tidak mampu lagi menanggung beban subsidi secara maksimal.

“Kalau memang anggarannya enggak kuat sekali, enggak ada jalan lain, kami berbagi dengan masyarakat sebagian. Artinya, ada kenaikan BBM,” katanya saat ditemui di kantornya, Jumat (7/3/2026).

Tekanan Harga Minyak dan Risiko Defisit APBN

Menurut Purbaya, perhitungan Kementerian Keuangan menunjukkan defisit APBN berpotensi mencapai 3,7 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) jika harga minyak bertahan di level 92 dolar AS per barel sepanjang tahun tanpa adanya intervensi pemerintah. Kondisi ini memaksa pemerintah mempertimbangkan berbagai opsi untuk menjaga kesehatan fiskal negara.

Kendati demikian, Purbaya memastikan akan mengambil langkah mitigasi agar tekanan harga minyak dunia tidak memperlebar defisit APBN.

Baca Juga :  Terjadi Antrean Panjang Lagi di SPBU, Satpol PP Minta Edukasi Publik Soal Isu BBM

Realokasi Anggaran dan Prioritas Belanja Negara

Salah satu opsi yang dibuka selain penyesuaian harga BBM adalah realokasi anggaran belanja negara. Program-program dengan tingkat urgensi rendah akan menjadi sasaran penggeseran anggaran, sementara belanja yang berdampak langsung pada masyarakat tetap menjadi prioritas utama.

Electronic money exchangers listing

“MBG programnya bagus, tapi kami ingin cegah kalau ada belanja yang tidak terlalu mendukung langsung makanan, misalnya beli motor,” jelas Purbaya mencontohkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang anggarannya dapat dipangkas pada pos kegiatan pendukung seperti penyediaan kendaraan bermotor bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Pengalaman Menghadapi Lonjakan Harga Minyak

Purbaya menambahkan bahwa Indonesia pernah menghadapi tekanan harga minyak yang jauh lebih besar, dengan rekor harga mencapai sekitar 150 dolar AS per barel. Meski perekonomian melambat, Indonesia tetap mampu bertahan dari tekanan tersebut.

Baca Juga :  DPRD Mura Minta Pemkab Optimalkan Serapan Anggaran

“Kita dulu pernah melewati keadaan dimana harga minyak sampai 150 dolar AS per barel. Jatuh nggak ekonominya? Agak melambat, tapi nggak jatuh. Jadi, kita punya pengalaman,” pungkasnya optimistis.

Dinamika Harga Minyak Dunia dan Jaminan Pemerintah

Lonjakan harga minyak dunia saat ini dipicu oleh konflik di Timur Tengah akibat perang antara Amerika Serikat-Israel dengan Iran. Harga minyak Brent naik 4,93 persen ke 85,41 dolar AS per barel, sedangkan US WTI melonjak 8,51 persen ke 81,01 dolar AS per barel, jauh di atas rata-rata Januari 2026 yang masing-masing sebesar 64 dan 57,87 dolar AS per barel.

Meski demikian, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menjamin bahwa harga BBM bersubsidi tidak akan naik dan stok tetap aman menjelang Idul Fitri di tengah dinamika konflik tersebut. (fajar)

 

PROKALTENG.CO-Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan kemungkinan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi sebagai langkah antisipasi apabila tekanan harga minyak dunia terus melonjak dan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) tidak mampu lagi menanggung beban subsidi secara maksimal.

“Kalau memang anggarannya enggak kuat sekali, enggak ada jalan lain, kami berbagi dengan masyarakat sebagian. Artinya, ada kenaikan BBM,” katanya saat ditemui di kantornya, Jumat (7/3/2026).

Tekanan Harga Minyak dan Risiko Defisit APBN

Electronic money exchangers listing

Menurut Purbaya, perhitungan Kementerian Keuangan menunjukkan defisit APBN berpotensi mencapai 3,7 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) jika harga minyak bertahan di level 92 dolar AS per barel sepanjang tahun tanpa adanya intervensi pemerintah. Kondisi ini memaksa pemerintah mempertimbangkan berbagai opsi untuk menjaga kesehatan fiskal negara.

Kendati demikian, Purbaya memastikan akan mengambil langkah mitigasi agar tekanan harga minyak dunia tidak memperlebar defisit APBN.

Baca Juga :  Terjadi Antrean Panjang Lagi di SPBU, Satpol PP Minta Edukasi Publik Soal Isu BBM

Realokasi Anggaran dan Prioritas Belanja Negara

Salah satu opsi yang dibuka selain penyesuaian harga BBM adalah realokasi anggaran belanja negara. Program-program dengan tingkat urgensi rendah akan menjadi sasaran penggeseran anggaran, sementara belanja yang berdampak langsung pada masyarakat tetap menjadi prioritas utama.

“MBG programnya bagus, tapi kami ingin cegah kalau ada belanja yang tidak terlalu mendukung langsung makanan, misalnya beli motor,” jelas Purbaya mencontohkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang anggarannya dapat dipangkas pada pos kegiatan pendukung seperti penyediaan kendaraan bermotor bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Pengalaman Menghadapi Lonjakan Harga Minyak

Purbaya menambahkan bahwa Indonesia pernah menghadapi tekanan harga minyak yang jauh lebih besar, dengan rekor harga mencapai sekitar 150 dolar AS per barel. Meski perekonomian melambat, Indonesia tetap mampu bertahan dari tekanan tersebut.

Baca Juga :  DPRD Mura Minta Pemkab Optimalkan Serapan Anggaran

“Kita dulu pernah melewati keadaan dimana harga minyak sampai 150 dolar AS per barel. Jatuh nggak ekonominya? Agak melambat, tapi nggak jatuh. Jadi, kita punya pengalaman,” pungkasnya optimistis.

Dinamika Harga Minyak Dunia dan Jaminan Pemerintah

Lonjakan harga minyak dunia saat ini dipicu oleh konflik di Timur Tengah akibat perang antara Amerika Serikat-Israel dengan Iran. Harga minyak Brent naik 4,93 persen ke 85,41 dolar AS per barel, sedangkan US WTI melonjak 8,51 persen ke 81,01 dolar AS per barel, jauh di atas rata-rata Januari 2026 yang masing-masing sebesar 64 dan 57,87 dolar AS per barel.

Meski demikian, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menjamin bahwa harga BBM bersubsidi tidak akan naik dan stok tetap aman menjelang Idul Fitri di tengah dinamika konflik tersebut. (fajar)

 

Terpopuler

Artikel Terbaru