Analisis Ahli Sebut Gempa Venezuela Mirip Perulangan Sejarah 200 Tahun Lalu

PROKALTENG.CO-Bencana kemanusiaan berskala katastropik atau sangat merusak tengah melanda Venezuela utara dan tengah. Dua gempa bumi besar yang terjadi hampir bersamaan, atau dikenal sebagai fenomena doublet earthquake, dilaporkan telah menewaskan sedikitnya 1.430 jiwa. Guncangan beruntun bermagnitudo 7,2 dan 7,5 ini meluluhlantakkan pusat kota dalam hitungan detik.

Otoritas parlemen nasional setempat mengonfirmasi situasi di lapangan terus memburuk. Selain korban meninggal dunia yang melonjak tajam, tercatat 3.200 orang mengalami luka-luka, 3.100 warga kehilangan tempat tinggal, serta 68.900 orang dilaporkan hilang oleh keluarga mereka di bawah reruntuhan bangunan.

Anggota Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI), Dr. Daryono, menjelaskan bahwa karakteristik gempa kembar ini memiliki daya rusak yang luar biasa karena efek akumulatifnya.

“Bahaya utama dari gempa doublet terletak pada akumulasi kerusakan struktural yang tidak terduga. Bangunan atau infrastruktur yang mungkin masih berdiri tegak namun sudah mengalami keretakan akibat gempa pertama, sering kali tidak lagi mampu menahan beban guncangan kedua,” ungkap Daryono dalam analisisnya.

Kronologi Pukulan Beruntun 39 Detik

Bencana ini bermula pada Rabu, 25 Juni 2026, pukul 05:05 WIB (atau petang hari waktu setempat). Wilayah San Felipe di negara bagian Yaracuy menjadi titik awal petaka.

Baca Juga :  Pertama dalam Sejarah, Doa Pemakaman Paus Dibacakan dalam Bahasa Mandarin

Gempa pertama dengan kekuatan M7,2 mengguncang pada pukul 18:04 waktu lokal. Belum sempat warga menyelamatkan diri, hanya berselang 39 detik kemudian, gempa utama berkekuatan M7,5 menghantam dengan episentrum yang berdekatan.

Electronic money exchangers listing

Daryono memaparkan, bencana ini dipicu oleh aktivitas pada Sistem Sesar Boconó–Morón–El Pilar. Zona ini merupakan sesar geser mendatar kompleks yang menandai batas pergerakan antara Lempeng Karibia dan Lempeng Amerika Selatan.

Kerusakan Ekstrem dan Kota yang Lumpuh

Guncangan dilaporkan mencapai skala intensitas IX MMI, yang berarti masuk dalam kategori guncangan ekstrem. Kota Caracas dan negara bagian La Guaira menjadi wilayah terdampak paling parah.

Gedung-gedung bertingkat di kawasan padat seperti Los Palos Grandes dan Altamira dilaporkan runtuh rata dengan tanah. Selain pemukiman, infrastruktur vital seperti Bandar Udara Internasional Simón Bolívar mengalami kerusakan struktural serius yang memaksa seluruh operasional penerbangan dihentikan total.

Ada tiga faktor utama mengapa dampak gempa ini begitu mematikan:

– Hiposenter Dangkal: Pusat gempa berada di kedalaman yang sangat dangkal sehingga energi guncangan langsung menghantam permukaan.

– Kondisi Tanah Lunak: Karakteristik geologi wilayah terdampak memicu amplifikasi atau perkuatan getaran.

Baca Juga :  Ternyata Sate Taichan Bukan dari Jepang, Ini Sejarahnya

– Struktur Bangunan Lemah: Banyaknya bangunan tua dan minimnya struktur tahan gempa membuat bangunan langsung runtuh saat dihantam gempa kedua.

Darurat Kemanusiaan dan Trauma Sejarah

Hingga saat ini, Pemerintah Venezuela telah menetapkan status darurat bencana nasional. Untuk mencegah risiko ledakan sekunder yang bisa memperparah keadaan, otoritas setempat menghentikan sementara seluruh layanan publik dan memutus pasokan gas kota.

Saking dahsyatnya energi yang dilepaskan, getaran gempa kembar ini dilaporkan menjangkau wilayah luar negara. Guncangan terasa kuat di utara Kolombia, Brasil bagian utara (termasuk Manaus dan Belém), wilayah kepulauan Aruba, Bonaire, Curaçao, hingga sebagian Republik Dominika.

Peristiwa kelam ini langsung membangkitkan trauma sejarah masyarakat Venezuela. Karakteristik kerusakan ini sangat mirip dengan gempa bumi historis pada 26 Maret 1812, 214 tahun lalu, yang menghancurkan Caracas dan La Guaira, serta merenggut hingga 20.000 korban jiwa pada masa itu.

“Mirip perulangan sejarah, gempa merusak 26 Maret 1812 merupakan salah satu peristiwa paling traumatis dalam sejarah Venezuela karena terjadi tepat pada hari Kamis Putih,” imbuhnya.(jpg)

 

PROKALTENG.CO-Bencana kemanusiaan berskala katastropik atau sangat merusak tengah melanda Venezuela utara dan tengah. Dua gempa bumi besar yang terjadi hampir bersamaan, atau dikenal sebagai fenomena doublet earthquake, dilaporkan telah menewaskan sedikitnya 1.430 jiwa. Guncangan beruntun bermagnitudo 7,2 dan 7,5 ini meluluhlantakkan pusat kota dalam hitungan detik.

Otoritas parlemen nasional setempat mengonfirmasi situasi di lapangan terus memburuk. Selain korban meninggal dunia yang melonjak tajam, tercatat 3.200 orang mengalami luka-luka, 3.100 warga kehilangan tempat tinggal, serta 68.900 orang dilaporkan hilang oleh keluarga mereka di bawah reruntuhan bangunan.

Anggota Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI), Dr. Daryono, menjelaskan bahwa karakteristik gempa kembar ini memiliki daya rusak yang luar biasa karena efek akumulatifnya.

Electronic money exchangers listing

“Bahaya utama dari gempa doublet terletak pada akumulasi kerusakan struktural yang tidak terduga. Bangunan atau infrastruktur yang mungkin masih berdiri tegak namun sudah mengalami keretakan akibat gempa pertama, sering kali tidak lagi mampu menahan beban guncangan kedua,” ungkap Daryono dalam analisisnya.

Kronologi Pukulan Beruntun 39 Detik

Bencana ini bermula pada Rabu, 25 Juni 2026, pukul 05:05 WIB (atau petang hari waktu setempat). Wilayah San Felipe di negara bagian Yaracuy menjadi titik awal petaka.

Baca Juga :  Pertama dalam Sejarah, Doa Pemakaman Paus Dibacakan dalam Bahasa Mandarin

Gempa pertama dengan kekuatan M7,2 mengguncang pada pukul 18:04 waktu lokal. Belum sempat warga menyelamatkan diri, hanya berselang 39 detik kemudian, gempa utama berkekuatan M7,5 menghantam dengan episentrum yang berdekatan.

Daryono memaparkan, bencana ini dipicu oleh aktivitas pada Sistem Sesar Boconó–Morón–El Pilar. Zona ini merupakan sesar geser mendatar kompleks yang menandai batas pergerakan antara Lempeng Karibia dan Lempeng Amerika Selatan.

Kerusakan Ekstrem dan Kota yang Lumpuh

Guncangan dilaporkan mencapai skala intensitas IX MMI, yang berarti masuk dalam kategori guncangan ekstrem. Kota Caracas dan negara bagian La Guaira menjadi wilayah terdampak paling parah.

Gedung-gedung bertingkat di kawasan padat seperti Los Palos Grandes dan Altamira dilaporkan runtuh rata dengan tanah. Selain pemukiman, infrastruktur vital seperti Bandar Udara Internasional Simón Bolívar mengalami kerusakan struktural serius yang memaksa seluruh operasional penerbangan dihentikan total.

Ada tiga faktor utama mengapa dampak gempa ini begitu mematikan:

– Hiposenter Dangkal: Pusat gempa berada di kedalaman yang sangat dangkal sehingga energi guncangan langsung menghantam permukaan.

– Kondisi Tanah Lunak: Karakteristik geologi wilayah terdampak memicu amplifikasi atau perkuatan getaran.

Baca Juga :  Ternyata Sate Taichan Bukan dari Jepang, Ini Sejarahnya

– Struktur Bangunan Lemah: Banyaknya bangunan tua dan minimnya struktur tahan gempa membuat bangunan langsung runtuh saat dihantam gempa kedua.

Darurat Kemanusiaan dan Trauma Sejarah

Hingga saat ini, Pemerintah Venezuela telah menetapkan status darurat bencana nasional. Untuk mencegah risiko ledakan sekunder yang bisa memperparah keadaan, otoritas setempat menghentikan sementara seluruh layanan publik dan memutus pasokan gas kota.

Saking dahsyatnya energi yang dilepaskan, getaran gempa kembar ini dilaporkan menjangkau wilayah luar negara. Guncangan terasa kuat di utara Kolombia, Brasil bagian utara (termasuk Manaus dan Belém), wilayah kepulauan Aruba, Bonaire, Curaçao, hingga sebagian Republik Dominika.

Peristiwa kelam ini langsung membangkitkan trauma sejarah masyarakat Venezuela. Karakteristik kerusakan ini sangat mirip dengan gempa bumi historis pada 26 Maret 1812, 214 tahun lalu, yang menghancurkan Caracas dan La Guaira, serta merenggut hingga 20.000 korban jiwa pada masa itu.

“Mirip perulangan sejarah, gempa merusak 26 Maret 1812 merupakan salah satu peristiwa paling traumatis dalam sejarah Venezuela karena terjadi tepat pada hari Kamis Putih,” imbuhnya.(jpg)

 

Terpopuler

Artikel Terbaru