Jumlah Korban Tewas Gempa Kembar Terus Bertambah, Kini Menjadi 920 Orang Sementara 3.630 Luka-Luka

Ketua Majelis Nasional Venezuela Jorge Rodríguez, mengatakan jumlah korban tewas akibat gempa kembar di negaranya terus bertambah. Korban kini menjadi 920 orang, sementara 3.630 lainnya mengalami luka-luka.

Dilansir dari Antara via Andolu, Sabtu (27/6), dalam pidato yang disiarkan melalui televisi, Rodríguez mengatakan bahwa “gempa ganda” yang melanda pantai utara Venezuela pada Rabu (24/6), diikuti gempa susulan yang kuat, menyebabkan kerusakan parah di wilayah yang paling terdampak, terutama di negara bagian La Guaira.

Rodríguez mengungkapkan bahwa sebanyak 383 bangunan mengalami kerusakan berat sehingga mengganggu infrastruktur setempat. Selain itu, 3.007 warga terpaksa mengungsi dan kini ditampung di tempat penampungan sementara serta rumah sakit lapangan.

Baca Juga :  Ketegangan AS–Venezuela Memuncak, Trump Kirim Jet Tempur Siluman ke Karibia

Tim penyelamat, yang diperkuat personel pencarian dan penyelamatan internasional, masih terus berupaya menemukan korban selamat yang diduga masih terjebak di bawah reruntuhan bangunan.

Rodríguez juga mengimbau masyarakat agar menghindari perjalanan menuju La Guaira karena kemacetan lalu lintas menghambat proses evakuasi korban luka serta memperlambat operasi tanggap darurat.

Sementara itu, Badan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) melaporkan bahwa dua gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,2 dan 7,5 mengguncang Venezuela pada Rabu (24/6) dengan selang waktu hanya 39 detik.

Menurut USGS, gempa berkekuatan magnitudo 7,5 berpusat sekitar 14,3 mil di tenggara Kota Yumare, negara bagian Yaracuy. Adapun gempa berkekuatan magnitudo 7,2 terjadi sekitar 14,9 mil di timur laut Kota San Felipe, yang juga berada di negara bagian Yaracuy.(jpc)

Baca Juga :  Viral! Momen Pesawat Japan Airlines Alami Penurunan Tekanan Udara, Penumpang Panik

Ketua Majelis Nasional Venezuela Jorge Rodríguez, mengatakan jumlah korban tewas akibat gempa kembar di negaranya terus bertambah. Korban kini menjadi 920 orang, sementara 3.630 lainnya mengalami luka-luka.

Dilansir dari Antara via Andolu, Sabtu (27/6), dalam pidato yang disiarkan melalui televisi, Rodríguez mengatakan bahwa “gempa ganda” yang melanda pantai utara Venezuela pada Rabu (24/6), diikuti gempa susulan yang kuat, menyebabkan kerusakan parah di wilayah yang paling terdampak, terutama di negara bagian La Guaira.

Rodríguez mengungkapkan bahwa sebanyak 383 bangunan mengalami kerusakan berat sehingga mengganggu infrastruktur setempat. Selain itu, 3.007 warga terpaksa mengungsi dan kini ditampung di tempat penampungan sementara serta rumah sakit lapangan.

Electronic money exchangers listing
Baca Juga :  Ketegangan AS–Venezuela Memuncak, Trump Kirim Jet Tempur Siluman ke Karibia

Tim penyelamat, yang diperkuat personel pencarian dan penyelamatan internasional, masih terus berupaya menemukan korban selamat yang diduga masih terjebak di bawah reruntuhan bangunan.

Rodríguez juga mengimbau masyarakat agar menghindari perjalanan menuju La Guaira karena kemacetan lalu lintas menghambat proses evakuasi korban luka serta memperlambat operasi tanggap darurat.

Sementara itu, Badan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) melaporkan bahwa dua gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,2 dan 7,5 mengguncang Venezuela pada Rabu (24/6) dengan selang waktu hanya 39 detik.

Menurut USGS, gempa berkekuatan magnitudo 7,5 berpusat sekitar 14,3 mil di tenggara Kota Yumare, negara bagian Yaracuy. Adapun gempa berkekuatan magnitudo 7,2 terjadi sekitar 14,9 mil di timur laut Kota San Felipe, yang juga berada di negara bagian Yaracuy.(jpc)

Baca Juga :  Viral! Momen Pesawat Japan Airlines Alami Penurunan Tekanan Udara, Penumpang Panik

Terpopuler

Artikel Terbaru