28.6 C
Jakarta
Thursday, April 3, 2025

Krisis! Jaringan Air dan Sanitasi di Gaza Hancur Lebur, Penyebaran Penyakit Meningkat

PROKALTENG.CO-Lembaga amal internasional Oxfam melaporkan bahwa sekitar 80 persen jaringan air dan sanitasi di Jalur Gaza telah mengalami kerusakan atau kehancuran akibat perang yang berlangsung antara Israel dan kelompok Hamas.

Kerusakan ini telah memperburuk krisis kemanusiaan di wilayah tersebut, mengancam kesehatan jutaan warga sipil yang sudah menghadapi situasi darurat sejak konflik dimulai.

Menurut Oxfam, infrastruktur yang terdampak termasuk pipa air bersih, sistem distribusi, serta keenam pabrik pengolahan air limbah utama di Gaza yang kini tidak dapat berfungsi.

Dengan lumpuhnya fasilitas-fasilitas penting ini, air limbah tidak lagi dapat diolah dengan layak dan mencemari sumber air yang masih tersisa, mempercepat penyebaran penyakit yang ditularkan melalui air.

“Kami melihat peningkatan signifikan dalam kasus diare, infeksi kulit, serta penyakit lainnya yang berhubungan dengan sanitasi buruk. Ratusan ribu orang yang kehilangan tempat tinggal kini berlindung di kamp-kamp tenda dengan akses air bersih yang sangat terbatas, memperburuk situasi kesehatan mereka,” kata perwakilan Oxfam dalam pernyataannya.

Baca Juga :  Penyakit Dinga-Dinga Merebak di Uganda: Tubuh Gemetar Tak Terkendali, 600 Kasus Masih Misterius

Kondisi ini semakin diperparah oleh terbatasnya pasokan bahan bakar dan listrik yang dibutuhkan untuk mengoperasikan sistem pemurnian air serta fasilitas kesehatan.

Badan-badan kemanusiaan telah memperingatkan bahwa tanpa tindakan segera untuk memperbaiki infrastruktur yang rusak dan mendistribusikan bantuan dengan lebih efektif, risiko wabah penyakit skala besar di Gaza akan semakin meningkat.

Selain itu, blokade yang berlangsung dan serangan terus-menerus juga menyulitkan masuknya bantuan kemanusiaan yang sangat dibutuhkan, termasuk pasokan air minum dalam kemasan, obat-obatan, serta peralatan sanitasi.

Para aktivis dan organisasi internasional menyerukan gencatan senjata segera agar bantuan dapat menjangkau warga yang paling terdampak serta memungkinkan upaya perbaikan infrastruktur vital di wilayah tersebut.

Baca Juga :  Seorang WNI Terbunuh di Jepang, Diduga Jadi Korban Perampokan

Dengan situasi yang semakin kritis, Oxfam dan organisasi kemanusiaan lainnya terus mengadvokasi perlindungan terhadap warga sipil serta akses tak terbatas bagi bantuan kemanusiaan.

Namun, tanpa solusi politik dan penghentian permusuhan, krisis air dan sanitasi di Gaza diperkirakan akan semakin memburuk dalam waktu dekat. (tkg/jpg)

PROKALTENG.CO-Lembaga amal internasional Oxfam melaporkan bahwa sekitar 80 persen jaringan air dan sanitasi di Jalur Gaza telah mengalami kerusakan atau kehancuran akibat perang yang berlangsung antara Israel dan kelompok Hamas.

Kerusakan ini telah memperburuk krisis kemanusiaan di wilayah tersebut, mengancam kesehatan jutaan warga sipil yang sudah menghadapi situasi darurat sejak konflik dimulai.

Menurut Oxfam, infrastruktur yang terdampak termasuk pipa air bersih, sistem distribusi, serta keenam pabrik pengolahan air limbah utama di Gaza yang kini tidak dapat berfungsi.

Dengan lumpuhnya fasilitas-fasilitas penting ini, air limbah tidak lagi dapat diolah dengan layak dan mencemari sumber air yang masih tersisa, mempercepat penyebaran penyakit yang ditularkan melalui air.

“Kami melihat peningkatan signifikan dalam kasus diare, infeksi kulit, serta penyakit lainnya yang berhubungan dengan sanitasi buruk. Ratusan ribu orang yang kehilangan tempat tinggal kini berlindung di kamp-kamp tenda dengan akses air bersih yang sangat terbatas, memperburuk situasi kesehatan mereka,” kata perwakilan Oxfam dalam pernyataannya.

Baca Juga :  Penyakit Dinga-Dinga Merebak di Uganda: Tubuh Gemetar Tak Terkendali, 600 Kasus Masih Misterius

Kondisi ini semakin diperparah oleh terbatasnya pasokan bahan bakar dan listrik yang dibutuhkan untuk mengoperasikan sistem pemurnian air serta fasilitas kesehatan.

Badan-badan kemanusiaan telah memperingatkan bahwa tanpa tindakan segera untuk memperbaiki infrastruktur yang rusak dan mendistribusikan bantuan dengan lebih efektif, risiko wabah penyakit skala besar di Gaza akan semakin meningkat.

Selain itu, blokade yang berlangsung dan serangan terus-menerus juga menyulitkan masuknya bantuan kemanusiaan yang sangat dibutuhkan, termasuk pasokan air minum dalam kemasan, obat-obatan, serta peralatan sanitasi.

Para aktivis dan organisasi internasional menyerukan gencatan senjata segera agar bantuan dapat menjangkau warga yang paling terdampak serta memungkinkan upaya perbaikan infrastruktur vital di wilayah tersebut.

Baca Juga :  Seorang WNI Terbunuh di Jepang, Diduga Jadi Korban Perampokan

Dengan situasi yang semakin kritis, Oxfam dan organisasi kemanusiaan lainnya terus mengadvokasi perlindungan terhadap warga sipil serta akses tak terbatas bagi bantuan kemanusiaan.

Namun, tanpa solusi politik dan penghentian permusuhan, krisis air dan sanitasi di Gaza diperkirakan akan semakin memburuk dalam waktu dekat. (tkg/jpg)

Terpopuler

Artikel Terbaru