Di sisi lain, sejumlah analis menilai langkah pemerintah Irak menangkap pejabat tinggi sektor minyak juga tidak lepas dari tekanan Amerika Serikat yang ingin membatasi pengaruh Iran di negara tersebut.
Sementara itu, dalam perkembangan terpisah, Dewan Kehakiman Agung Irak juga mengumumkan Pengadilan Kriminal Diyala menjatuhkan hukuman 10 tahun penjara kepada tiga orang yang terbukti menggelapkan dana kompensasi bagi keluarga korban tewas dan korban luka akibat aksi terorisme.
Mereka diketahui menerbitkan 301 cek palsu untuk mengalihkan dana kompensasi ke rekening operasional kantor pemerintah daerah.
Sementara itu, mantan anggota parlemen Mohammed al-Sayhood, yang juga merupakan sepupu Perdana Menteri Mohammed Shia al-Sudani, dibebaskan dengan jaminan setelah ditahan dalam penyelidikan dugaan korupsi. Menurut sumber keamanan, pembebasan tersebut dilakukan karena alasan kesehatan.(jpg)
Di sisi lain, sejumlah analis menilai langkah pemerintah Irak menangkap pejabat tinggi sektor minyak juga tidak lepas dari tekanan Amerika Serikat yang ingin membatasi pengaruh Iran di negara tersebut.
Sementara itu, dalam perkembangan terpisah, Dewan Kehakiman Agung Irak juga mengumumkan Pengadilan Kriminal Diyala menjatuhkan hukuman 10 tahun penjara kepada tiga orang yang terbukti menggelapkan dana kompensasi bagi keluarga korban tewas dan korban luka akibat aksi terorisme.
Mereka diketahui menerbitkan 301 cek palsu untuk mengalihkan dana kompensasi ke rekening operasional kantor pemerintah daerah.
Sementara itu, mantan anggota parlemen Mohammed al-Sayhood, yang juga merupakan sepupu Perdana Menteri Mohammed Shia al-Sudani, dibebaskan dengan jaminan setelah ditahan dalam penyelidikan dugaan korupsi. Menurut sumber keamanan, pembebasan tersebut dilakukan karena alasan kesehatan.(jpg)