Komisi Amerika Serikat untuk Kebebasan Beragama Internasional (USCIRF) dalam laporannya pada April menyebut ISIS-Mozambik telah menjalankan kampanye kekerasan berkepanjangan terhadap komunitas Kristen maupun Muslim sejak 2017.
Dalam dua tahun terakhir, kelompok itu disebut semakin sering menargetkan wilayah dengan populasi Kristen yang besar. Beberapa serangan yang tercatat antara lain pembakaran 18 gereja di Distrik Chiúre sepanjang 2024 serta pemenggalan enam warga Kristen di Distrik Ancuabe.
Keuskupan Pemba menjadi salah satu wilayah yang paling terdampak akibat meningkatnya serangan kelompok ekstremis.
USCIRF menyebut serangan berulang terhadap gereja dan paroki di Cabo Delgado telah membentuk pola penghancuran sistematis terhadap infrastruktur Katolik.
Akibat kondisi tersebut, sejumlah komunitas umat terpaksa meninggalkan wilayah mereka dan mengungsi ke daerah yang lebih aman.(jpc)
Komisi Amerika Serikat untuk Kebebasan Beragama Internasional (USCIRF) dalam laporannya pada April menyebut ISIS-Mozambik telah menjalankan kampanye kekerasan berkepanjangan terhadap komunitas Kristen maupun Muslim sejak 2017.
Dalam dua tahun terakhir, kelompok itu disebut semakin sering menargetkan wilayah dengan populasi Kristen yang besar. Beberapa serangan yang tercatat antara lain pembakaran 18 gereja di Distrik Chiúre sepanjang 2024 serta pemenggalan enam warga Kristen di Distrik Ancuabe.
Keuskupan Pemba menjadi salah satu wilayah yang paling terdampak akibat meningkatnya serangan kelompok ekstremis.
USCIRF menyebut serangan berulang terhadap gereja dan paroki di Cabo Delgado telah membentuk pola penghancuran sistematis terhadap infrastruktur Katolik.
Akibat kondisi tersebut, sejumlah komunitas umat terpaksa meninggalkan wilayah mereka dan mengungsi ke daerah yang lebih aman.(jpc)