28.4 C
Jakarta
Saturday, July 20, 2024
spot_img

Memaknai Tahun Baru, Ulama Ajak Anak Muda Sambut dengan Bermanfaat

PROKALTENG.CO-Pergantian tahun selalu menjadi momen penuh antusiasme, terutama bagi anak muda yang menjalani gaya hidup dinamis dan modern. Dalam menyambut tahun baru, mereka cenderung mengekspresikan semangat positif dan merayakan momen tersebut dengan cara unik.

Pimpinan Tajdidul Iman Makassar, KH Sudirman, mengatakan, dalam agama Islam telah ada tuntunan bagaimana mengisi waktu agar tidak sia-sia.

“Memang kaum muslimin itu sudah punya agama yang menuntun bagaimana mengisi waktu, mengisi bukan dengan hura-hura, mengisi dengan bukan sia-sia,” ujar KH Sudirman seperti dilansir pada fajar.co.id (jaringan Prokalteng.co), Minggu (31/12/2023).

Dijelaskan KH Sudirman, dalam sebuah hadits Rasulullah menekankan ummatnya untuk memanfaatkan setiap waktu yang dia miliki di dunia.

“Salah satu dalam hadits Nabi hadits yang shahih, bahkan dijadikan sebagai hadist yang rangking empat dari seluruh hadits yang tertinggi dari seluruh hadits yang ada dalam rangka membimbing pemeluknya, terutama dalam mengisi waktu,” ucapnya.

Lanjutnya, tanda agama seseorang dikatakan baik atau berkah hidupnya adalah ketika mampu meninggalkan sesuatu yang tidak bermanfaat.

“Kata Nabi, tanda baiknya agama seseorang, tanda berkahnya hidupnya seseorang adalah, bisa meninggalkan sesuatu yang tidak bermanfaat,” KH Sudirman menuturkan.

“Tidak bermanfaat saja tetap dituntunkan, apalagi sesuatu yang bisa mendekati kemaksiatan, bagaimana jika terjun pada kemaksiatan-kemaksiatan,” sambung dia.

Karena itu, tokoh Muhammadiyah ini menuturkan, Islam memiliki cara dalam mengisi dan melewati tahun agar tetap mendapatkan keberkahan.

Baca Juga :  Lebaran Diprediksi Serempak 5 Juni

“Jangankan tahun, bimbingan tiap hari pun sudah ada bimbingannya, tiap hari kita diminta berdo’a,” imbuhnya.

Lebih lanjut dikatakan KH Sudirman, ketika mengawali hari, ada doa yang diajarkan Rasulullah SAW agar senantiasa mendapatkan keberkahan.

“Kalau mengawali hari, ya Allah kami memohon kepadamu berikan ilmu yang bermanfaat dan berikan pula rezeky yang halal lagi berkah, kemudian terimalah amalan-amalan kami, itu tiap hari,” bebernya.

Doa yang diajarkan Nabi Muhammad, dilanjutkan KH Sudirman, tidak hanya ketika mengawali Hariz namun juga saat pergantian bulan.

“Setiap bulan, khususnya bulan yang disebut Hijriah, wahai Allah datangkanlah bulan baru dengan membawa ketenangan,” tukasnya.

“Jadi seharusnya masuk bulan baru, tahun baru, itu kita minta kepada Allah ketenangan, keamanan kemudian memperbaiki Islam kita, memperbaiki iman kita, membawa kesejukan kepada kita dan membawa keselamatan,” tekan KH Sudirman.

Menurut KH Sudirman, salah satu kekeliruan kaum muslimin saat ini, khususnya anak-anak muda, begadang suntuk demi menunggu pukul 00.00 atau tepatnya pergantian tahun.

“Itu salah satu kesalahan parah kaum muslimin, terutama anak muda ketika begadang suntuk untuk menunggu jam 00, itu tidak diajarkan oleh syariat,” sebutnya.

Lebih jauh dia jelaskan, dalam panduan Nabi, sebagai idola ummat Islam, dia tidak senang tidur sebelum magrib dan tidak senang begadang setelah isya.

“Sebagai panduan kita bahwa Nabi tidak menyukai tidur sebelum maghrib dan tidak menyukai begadang susudah salat isya,” kata dia.

Baca Juga :  Ingin Bikin Malam Pergantian Tahun Makin Beda? Simak Ide-Ide Seru Berikut Ini

Hikmahnya, diungkapkan KH Sudirman, jangan ada waktu yang tidak bermanfaat, jangan ada waktu yang sia-sia, apalagi jika yang dipertontonkan sesuatu yang membuat huru-hara.

“Ini semua adalah sangat dibenci oleh Islam dan bahkan Islam menuntun bahwa ciri orang yang beriman itu menjauhi yang tidak memberi manfaat kepadanya, apalagi sampai teler,” tandasnya.

“Ini semua kemaksiatan, apalagi sampai berdua-duaan dengan yang bukan mahramnya, apalagi sampai meresmikan kemaksiatannya, di setiap peristiwa tahun baru tidak sedikit orang menjadi korban-korban dalam melecehkan kehormatannya, telah merenggut kehormatan anak-anak gadis tersebut,” sebut KH Sudirman.

Dia pun meminta khususnya bagi anak-anak muda, untuk tetap berpegang pada prinsip agama dalam menyambut tahun baru.

“Mohon anak-anakku, adek-adekku serta anak muda tetap punya ciri khas bahwa saya muslim seperti ini caranya tahun baru, saya seorang mukminanah begini caranya tahun baru,” katanya.

Dia menyebut, tidak boleh ada tempat maupun segala sesuatu yang bisa menjerumuskan ke dalam godaan-godaan syaitan.

“Semoga kita melewati hari demi hari, bulan demi bulan bahkan memasuki tahun baru itu penuh makna, Insya Allah mulia dengan tidak gampang mengimpor, tidak gampang mengambil cara-cara orang yang tidak terbimbing. Semoga anak-anak muda kita bisa memahami tentang perkara ini, melewati tahunnya, melewati waktunya dengan punya makna,” kuncinya. (muhsin/fajar/jpg/hnd)

PROKALTENG.CO-Pergantian tahun selalu menjadi momen penuh antusiasme, terutama bagi anak muda yang menjalani gaya hidup dinamis dan modern. Dalam menyambut tahun baru, mereka cenderung mengekspresikan semangat positif dan merayakan momen tersebut dengan cara unik.

Pimpinan Tajdidul Iman Makassar, KH Sudirman, mengatakan, dalam agama Islam telah ada tuntunan bagaimana mengisi waktu agar tidak sia-sia.

“Memang kaum muslimin itu sudah punya agama yang menuntun bagaimana mengisi waktu, mengisi bukan dengan hura-hura, mengisi dengan bukan sia-sia,” ujar KH Sudirman seperti dilansir pada fajar.co.id (jaringan Prokalteng.co), Minggu (31/12/2023).

Dijelaskan KH Sudirman, dalam sebuah hadits Rasulullah menekankan ummatnya untuk memanfaatkan setiap waktu yang dia miliki di dunia.

“Salah satu dalam hadits Nabi hadits yang shahih, bahkan dijadikan sebagai hadist yang rangking empat dari seluruh hadits yang tertinggi dari seluruh hadits yang ada dalam rangka membimbing pemeluknya, terutama dalam mengisi waktu,” ucapnya.

Lanjutnya, tanda agama seseorang dikatakan baik atau berkah hidupnya adalah ketika mampu meninggalkan sesuatu yang tidak bermanfaat.

“Kata Nabi, tanda baiknya agama seseorang, tanda berkahnya hidupnya seseorang adalah, bisa meninggalkan sesuatu yang tidak bermanfaat,” KH Sudirman menuturkan.

“Tidak bermanfaat saja tetap dituntunkan, apalagi sesuatu yang bisa mendekati kemaksiatan, bagaimana jika terjun pada kemaksiatan-kemaksiatan,” sambung dia.

Karena itu, tokoh Muhammadiyah ini menuturkan, Islam memiliki cara dalam mengisi dan melewati tahun agar tetap mendapatkan keberkahan.

Baca Juga :  Lebaran Diprediksi Serempak 5 Juni

“Jangankan tahun, bimbingan tiap hari pun sudah ada bimbingannya, tiap hari kita diminta berdo’a,” imbuhnya.

Lebih lanjut dikatakan KH Sudirman, ketika mengawali hari, ada doa yang diajarkan Rasulullah SAW agar senantiasa mendapatkan keberkahan.

“Kalau mengawali hari, ya Allah kami memohon kepadamu berikan ilmu yang bermanfaat dan berikan pula rezeky yang halal lagi berkah, kemudian terimalah amalan-amalan kami, itu tiap hari,” bebernya.

Doa yang diajarkan Nabi Muhammad, dilanjutkan KH Sudirman, tidak hanya ketika mengawali Hariz namun juga saat pergantian bulan.

“Setiap bulan, khususnya bulan yang disebut Hijriah, wahai Allah datangkanlah bulan baru dengan membawa ketenangan,” tukasnya.

“Jadi seharusnya masuk bulan baru, tahun baru, itu kita minta kepada Allah ketenangan, keamanan kemudian memperbaiki Islam kita, memperbaiki iman kita, membawa kesejukan kepada kita dan membawa keselamatan,” tekan KH Sudirman.

Menurut KH Sudirman, salah satu kekeliruan kaum muslimin saat ini, khususnya anak-anak muda, begadang suntuk demi menunggu pukul 00.00 atau tepatnya pergantian tahun.

“Itu salah satu kesalahan parah kaum muslimin, terutama anak muda ketika begadang suntuk untuk menunggu jam 00, itu tidak diajarkan oleh syariat,” sebutnya.

Lebih jauh dia jelaskan, dalam panduan Nabi, sebagai idola ummat Islam, dia tidak senang tidur sebelum magrib dan tidak senang begadang setelah isya.

“Sebagai panduan kita bahwa Nabi tidak menyukai tidur sebelum maghrib dan tidak menyukai begadang susudah salat isya,” kata dia.

Baca Juga :  Ingin Bikin Malam Pergantian Tahun Makin Beda? Simak Ide-Ide Seru Berikut Ini

Hikmahnya, diungkapkan KH Sudirman, jangan ada waktu yang tidak bermanfaat, jangan ada waktu yang sia-sia, apalagi jika yang dipertontonkan sesuatu yang membuat huru-hara.

“Ini semua adalah sangat dibenci oleh Islam dan bahkan Islam menuntun bahwa ciri orang yang beriman itu menjauhi yang tidak memberi manfaat kepadanya, apalagi sampai teler,” tandasnya.

“Ini semua kemaksiatan, apalagi sampai berdua-duaan dengan yang bukan mahramnya, apalagi sampai meresmikan kemaksiatannya, di setiap peristiwa tahun baru tidak sedikit orang menjadi korban-korban dalam melecehkan kehormatannya, telah merenggut kehormatan anak-anak gadis tersebut,” sebut KH Sudirman.

Dia pun meminta khususnya bagi anak-anak muda, untuk tetap berpegang pada prinsip agama dalam menyambut tahun baru.

“Mohon anak-anakku, adek-adekku serta anak muda tetap punya ciri khas bahwa saya muslim seperti ini caranya tahun baru, saya seorang mukminanah begini caranya tahun baru,” katanya.

Dia menyebut, tidak boleh ada tempat maupun segala sesuatu yang bisa menjerumuskan ke dalam godaan-godaan syaitan.

“Semoga kita melewati hari demi hari, bulan demi bulan bahkan memasuki tahun baru itu penuh makna, Insya Allah mulia dengan tidak gampang mengimpor, tidak gampang mengambil cara-cara orang yang tidak terbimbing. Semoga anak-anak muda kita bisa memahami tentang perkara ini, melewati tahunnya, melewati waktunya dengan punya makna,” kuncinya. (muhsin/fajar/jpg/hnd)

spot_img
spot_img

Terpopuler

spot_img

Artikel Terbaru