26.2 C
Jakarta
Saturday, July 13, 2024
spot_img

Kunker Jokowi Bikin Kerumunan, PAN: Protokol Harus Bertanggung Jawab

PROKALTENG.CO-Ketua DPP Partai Amanat Nasional (PAN), Saleh Partaonan
Daulay mengaku kecewa terkait kerumunan massa pada saat Presiden Joko Widodo
(Jokowi) melakukan kunjungan kerja di Maumere, Nusa Tenggara Timur.

Menurut Saleh, adanya kerumunan
tersebut berpotensi terjadinya penularan Covid-19. Termasuk juga berbahaya bagi
Presiden Jokowi.

“Saya menyayangkan terjadinya
kerumunan warga saat presiden Jokowi berkunjung ke Maumere. Dari foto dan video
yang beredar, kelihatan bahwa warga masyarakat tidak menerapkan protokol
kesehatan. Ini tentu sangat berbahaya bagi masyarakat dan juga presiden,” ujar
Saleh kepada wartawan, Rabu (24/2).

Anggota Komisi IX DPR ini Presiden
Jokowi tentu tidak bisa menghindari kerumunan warga yang mendekat. Presiden
banyak yang mengidolakan. Wajar mereka antusias dan ingin mendekat.

Saleh menuturkan, seharusnya pihak protokol
Istana bisa mencegah terjadinya kerumunan massa tersebut. Setiap agenda kepala
negara tersebut jangan sampai adanya kerumunan massa.

Baca Juga :  Pemerintah Segera Luncurkan Kebijakan Visa 5 Tahun untuk WNA

“Dalam konteks ini, protokol yang
mengatur kegiatan tersebut harus bertanggung jawab. Sebab, kegiatan Presiden di
sana tentu sudah diatur sebelumnya. Protokollah yang mengatur seluruh kegiatan
dan perjalanan presiden selama di sana,” katanya.

Oleh sebab itu, Saleh berharap ke
depan kejadian seperti di Maumere tidak terulang lagi. Protokol Istana harus
bisa melakukan pencegahan terjadinya kerumunan.

“Ini kan sudah terjadi. Pihak istana
harus mengevaluasi hal ini. Harus dipastikan kejadian seperti ini tidak
terulang lagi di masa yang akan datang,” ungkapnya.

Diketahui, beredar sebuah video
berdurasi 30 detik yang memperlihatkan masyarakat berkerumun saat Presiden
Jokowi tiba di Maumere, Sikka, Nusa Tenggara Timur, pada Selasa (23/2).

Baca Juga :  Tolak Jokowi 3 Periode, Faisal Basri: Utang Menumpuk, Cukup

Dalam video tersebut, tampak Presiden
Jokowi ada di dalam mobil, sementara banyak masyarakat yang mengerubungi mobil
yang ditumpangi kepala negara itu. Bahkan Jokowi juga tampak melemparkan sebuah
bingkisan ke masyarakat.

Menanggapi hal tersebut, Deputi Bidang Protokol, Pers, dan
Media Sekretariat Presiden, Bey Machmudin mengatakan Presiden Jokowi dalam
menyapa masyarakat tersebut juga sudah mengingatkan kepada masyarakat yang
berkumpul untuk mematuhi protokol kesehatan.

“Karena kalau diperhatikan, dalam
video tampak saat menyapa pun Presiden mengingatkan warga untuk menggunakan
masker dengan menunjukkan masker yang digunakannya,” tambahnya.

Bey menambahkan, mengenai bingkisan
yang diberikan Presiden Jokowi kepada warga sekitar adalah bentuk spontanitas.
Bey menjelaskan bingkisan yang diberikan Presiden Jokowi isinya adalah masker
dan kaus.

PROKALTENG.CO-Ketua DPP Partai Amanat Nasional (PAN), Saleh Partaonan
Daulay mengaku kecewa terkait kerumunan massa pada saat Presiden Joko Widodo
(Jokowi) melakukan kunjungan kerja di Maumere, Nusa Tenggara Timur.

Menurut Saleh, adanya kerumunan
tersebut berpotensi terjadinya penularan Covid-19. Termasuk juga berbahaya bagi
Presiden Jokowi.

“Saya menyayangkan terjadinya
kerumunan warga saat presiden Jokowi berkunjung ke Maumere. Dari foto dan video
yang beredar, kelihatan bahwa warga masyarakat tidak menerapkan protokol
kesehatan. Ini tentu sangat berbahaya bagi masyarakat dan juga presiden,” ujar
Saleh kepada wartawan, Rabu (24/2).

Anggota Komisi IX DPR ini Presiden
Jokowi tentu tidak bisa menghindari kerumunan warga yang mendekat. Presiden
banyak yang mengidolakan. Wajar mereka antusias dan ingin mendekat.

Saleh menuturkan, seharusnya pihak protokol
Istana bisa mencegah terjadinya kerumunan massa tersebut. Setiap agenda kepala
negara tersebut jangan sampai adanya kerumunan massa.

Baca Juga :  Pemerintah Segera Luncurkan Kebijakan Visa 5 Tahun untuk WNA

“Dalam konteks ini, protokol yang
mengatur kegiatan tersebut harus bertanggung jawab. Sebab, kegiatan Presiden di
sana tentu sudah diatur sebelumnya. Protokollah yang mengatur seluruh kegiatan
dan perjalanan presiden selama di sana,” katanya.

Oleh sebab itu, Saleh berharap ke
depan kejadian seperti di Maumere tidak terulang lagi. Protokol Istana harus
bisa melakukan pencegahan terjadinya kerumunan.

“Ini kan sudah terjadi. Pihak istana
harus mengevaluasi hal ini. Harus dipastikan kejadian seperti ini tidak
terulang lagi di masa yang akan datang,” ungkapnya.

Diketahui, beredar sebuah video
berdurasi 30 detik yang memperlihatkan masyarakat berkerumun saat Presiden
Jokowi tiba di Maumere, Sikka, Nusa Tenggara Timur, pada Selasa (23/2).

Baca Juga :  Tolak Jokowi 3 Periode, Faisal Basri: Utang Menumpuk, Cukup

Dalam video tersebut, tampak Presiden
Jokowi ada di dalam mobil, sementara banyak masyarakat yang mengerubungi mobil
yang ditumpangi kepala negara itu. Bahkan Jokowi juga tampak melemparkan sebuah
bingkisan ke masyarakat.

Menanggapi hal tersebut, Deputi Bidang Protokol, Pers, dan
Media Sekretariat Presiden, Bey Machmudin mengatakan Presiden Jokowi dalam
menyapa masyarakat tersebut juga sudah mengingatkan kepada masyarakat yang
berkumpul untuk mematuhi protokol kesehatan.

“Karena kalau diperhatikan, dalam
video tampak saat menyapa pun Presiden mengingatkan warga untuk menggunakan
masker dengan menunjukkan masker yang digunakannya,” tambahnya.

Bey menambahkan, mengenai bingkisan
yang diberikan Presiden Jokowi kepada warga sekitar adalah bentuk spontanitas.
Bey menjelaskan bingkisan yang diberikan Presiden Jokowi isinya adalah masker
dan kaus.

spot_img
spot_img

Terpopuler

spot_img

Artikel Terbaru