alexametrics
24 C
Palangkaraya
Monday, August 15, 2022

Pasien Isoman Dapat Paket Obat Gratis, Ini Cara Mendapatkannya

PROKALTENG.CO – Presiden Joko Widodo kemarin (15/7) meluncurkan program paket obat untuk mereka yang isolasi mandiri (isoman). Paket ini, nantinya akan diantarkan oleh Babinsa bersama pihak puskesmas.

”Pemerintah mulai hari ini (kemarin, red) akan segera membagikan paket vitamin dan obat untuk isolasi mandiri gratis di wilayah-wilayah yang berisiko,” ujar Presiden Joko Widodo.

Pada tahap awal ada 300 ribu paket berisi vitamin dan obat-obatan. Ada tiga jenis paket obat isolasi mandiri yang dibagikan. Masing-masing untuk tujuh hari. Paket satu berisi vitamin untuk warga dengan hasil swab PCR positif tanpa gejala atau orang tanpa gejala (OTG).

Paket 2 berisi vitamin dan obat untuk warga dengan PCR positif dengan keluhan panas demam dan kehilangan penciuman. Lalu paket 3 berisi vitamin dan obat untuk warga PCR positif disertai keluhan panas dan batuk kering. Jokowi menegaskan, paket dua dan tiga harus disertai resep dokter.

Cara Mendapatkan Obat Gratis

Untuk mendapatkan paket obat gratis itu, warga yang positif Covid-19 harus melapor ke perangkat desa atau RT setempat dengan menunjukkan bukti hasil tes swab. Lalu, perangkat desa atau RT akan meneruskan laporan itu ke petugas puskesmas.

Selanjutnya, puskesmas akan mengelompokkan berdasar gejala Covid-19 yang dialami pasien. Data tersebut lalu diserahkan ke personel babinsa setempat. Nah, personel babinsa itulah yang akan membagikan paket obat tersebut ke rumah-rumah pasien isoman.

Baca Juga :  Pengamatan BMKG, Hilal 1 Syawal Potensi Terlihat Pada 12 Mei 2021

Jokowi meminta agar program pembagian obat isoman gratis ini diawasi dengan ketat. Sehingga bisa membantu pengobatan warga yang terpapar Covid-19. ”Saya minta juga agar program ini tidak mengganggu ketersediaan obat esensial terapi Covid-19 di apotek maupun di rumah sakit,” tegasnya.

Kepala Negara memerintahkan Panglima TNI beserta jajarannya untuk mengkoordinasikan pendistribusian paket vitamin dan obat-obatan untuk masyarakat yang isoman. Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengatakan bahwa pihaknya akan memastikan penyaluran paket obat tersebut sampai tepat sasaran.

”Tentunya dalam pendistribusian 300 ribu paket tahap pertama ini, para Babinsa akan didampingi oleh petugas dari puskesmas maupun bidan-bidan desa di wilayah tersebut,” katanya.

Pengawasan akan melibatkan Kodam, Kodim, hingga Koramil. ”Pembagiannya akan disesuaikan dengan data yang dimiliki oleh puskesmas dengan persyaratan yang sudah ditentukan oleh puskesmas,” ungkapnya.

BUMN Jamin Ketersediaan

Menteri Badan Usaha Milik Negera (BUMN) Erick Thohir menuturkan, BUMN terus memastikan ketersediaan obat dengan memproduksi obat yang sesuai dengan standar Kemenkes dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). ”Kemarin malam BPOM sudah mengeluarkan delapan jenis obat. Kita terus mengadakan dan mendistribusikan obat ini,” ungkapnya.

Baca Juga :  Beri Kemudahan Untuk UMKM

BUMN sendiri telah memproduksi beberapa macam obat seperti Oseltamivir, Favipiravir, dan Remdesivir dengan jumlah yang cukup besar. Erick mengatakan saat ini BUMN berupaya bersama Kementerian Luar Negeri untuk memastikan lisensi dari produksi obat tersebut.

”Kami sekarang juga sedang menjajaki obat-obat Tocilizumab yang memang sekarang ini menjadi salah satu obat yang dicari-cari,” ujarnya.

BPOM mengeluarkan surat edaran nomor PW.01.10.3.34.07.21.07 tahun 2021 terkait pelaksanaan distribusi obat dengan persetujuan penggunaan darurat. Adanya surat ini membuat heboh lantaran ada obat yang belum selesai pengujian.

Menanggapi hal tersebut Kepala BPOM Penny K Lukito mengatakan SE itu salah diartikan. Penny menegaskan tujuannya dari SE agar produsen dan distributor obat untuk pengobatan Covid-19 selalu melaporkan distribusinya kemana saja. ”Obat-obat tersebut ada dua yang punya EUA yaitu Remdesivir dan Favipiravir,” ujarnya.

Sedangkan Ivermectin adalah obat uji untuk pengobatan Covid-19. Artinya belum memiliki EUA. ”Ivermectin bisa digunakan untuk pengobatan Covid-19 melalui Uji Klinik di delapan RS,” ungkapnya. Pemberian Invermectin di RS tempat uji klinik harus dengan resep dokter. Dosisnya tidak bisa serampangan.

PROKALTENG.CO – Presiden Joko Widodo kemarin (15/7) meluncurkan program paket obat untuk mereka yang isolasi mandiri (isoman). Paket ini, nantinya akan diantarkan oleh Babinsa bersama pihak puskesmas.

”Pemerintah mulai hari ini (kemarin, red) akan segera membagikan paket vitamin dan obat untuk isolasi mandiri gratis di wilayah-wilayah yang berisiko,” ujar Presiden Joko Widodo.

Pada tahap awal ada 300 ribu paket berisi vitamin dan obat-obatan. Ada tiga jenis paket obat isolasi mandiri yang dibagikan. Masing-masing untuk tujuh hari. Paket satu berisi vitamin untuk warga dengan hasil swab PCR positif tanpa gejala atau orang tanpa gejala (OTG).

Paket 2 berisi vitamin dan obat untuk warga dengan PCR positif dengan keluhan panas demam dan kehilangan penciuman. Lalu paket 3 berisi vitamin dan obat untuk warga PCR positif disertai keluhan panas dan batuk kering. Jokowi menegaskan, paket dua dan tiga harus disertai resep dokter.

Cara Mendapatkan Obat Gratis

Untuk mendapatkan paket obat gratis itu, warga yang positif Covid-19 harus melapor ke perangkat desa atau RT setempat dengan menunjukkan bukti hasil tes swab. Lalu, perangkat desa atau RT akan meneruskan laporan itu ke petugas puskesmas.

Selanjutnya, puskesmas akan mengelompokkan berdasar gejala Covid-19 yang dialami pasien. Data tersebut lalu diserahkan ke personel babinsa setempat. Nah, personel babinsa itulah yang akan membagikan paket obat tersebut ke rumah-rumah pasien isoman.

Baca Juga :  Astaga!!! Dahlan Iskan Terpapar Positif Covid-19, Dhimam Abror: Semoga

Jokowi meminta agar program pembagian obat isoman gratis ini diawasi dengan ketat. Sehingga bisa membantu pengobatan warga yang terpapar Covid-19. ”Saya minta juga agar program ini tidak mengganggu ketersediaan obat esensial terapi Covid-19 di apotek maupun di rumah sakit,” tegasnya.

Kepala Negara memerintahkan Panglima TNI beserta jajarannya untuk mengkoordinasikan pendistribusian paket vitamin dan obat-obatan untuk masyarakat yang isoman. Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengatakan bahwa pihaknya akan memastikan penyaluran paket obat tersebut sampai tepat sasaran.

”Tentunya dalam pendistribusian 300 ribu paket tahap pertama ini, para Babinsa akan didampingi oleh petugas dari puskesmas maupun bidan-bidan desa di wilayah tersebut,” katanya.

Pengawasan akan melibatkan Kodam, Kodim, hingga Koramil. ”Pembagiannya akan disesuaikan dengan data yang dimiliki oleh puskesmas dengan persyaratan yang sudah ditentukan oleh puskesmas,” ungkapnya.

BUMN Jamin Ketersediaan

Menteri Badan Usaha Milik Negera (BUMN) Erick Thohir menuturkan, BUMN terus memastikan ketersediaan obat dengan memproduksi obat yang sesuai dengan standar Kemenkes dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). ”Kemarin malam BPOM sudah mengeluarkan delapan jenis obat. Kita terus mengadakan dan mendistribusikan obat ini,” ungkapnya.

Baca Juga :  Fapet UGM Susun Rekomendasi Protokol Penyembelihan Kurban di Masa Pand

BUMN sendiri telah memproduksi beberapa macam obat seperti Oseltamivir, Favipiravir, dan Remdesivir dengan jumlah yang cukup besar. Erick mengatakan saat ini BUMN berupaya bersama Kementerian Luar Negeri untuk memastikan lisensi dari produksi obat tersebut.

”Kami sekarang juga sedang menjajaki obat-obat Tocilizumab yang memang sekarang ini menjadi salah satu obat yang dicari-cari,” ujarnya.

BPOM mengeluarkan surat edaran nomor PW.01.10.3.34.07.21.07 tahun 2021 terkait pelaksanaan distribusi obat dengan persetujuan penggunaan darurat. Adanya surat ini membuat heboh lantaran ada obat yang belum selesai pengujian.

Menanggapi hal tersebut Kepala BPOM Penny K Lukito mengatakan SE itu salah diartikan. Penny menegaskan tujuannya dari SE agar produsen dan distributor obat untuk pengobatan Covid-19 selalu melaporkan distribusinya kemana saja. ”Obat-obat tersebut ada dua yang punya EUA yaitu Remdesivir dan Favipiravir,” ujarnya.

Sedangkan Ivermectin adalah obat uji untuk pengobatan Covid-19. Artinya belum memiliki EUA. ”Ivermectin bisa digunakan untuk pengobatan Covid-19 melalui Uji Klinik di delapan RS,” ungkapnya. Pemberian Invermectin di RS tempat uji klinik harus dengan resep dokter. Dosisnya tidak bisa serampangan.

Most Read

Artikel Terbaru

/