30.9 C
Jakarta
Friday, July 19, 2024
spot_img

Jokowi Kritik Desain dan Warna Arsitektur Pemerintahan Daerah yang Menyesuaikan Partai Pengusung

PROKALTENG.COPresiden Republik Indonesia Joko Widodo atau yang akrab disapa Jokowi, pada Jumat (15/12), membuka agenda Musyawarah Nasional (Munas) Luar Biasa Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) 2023 yang digelar di Kota BogorJawa Barat.

Acara APEKSI bersama Pemerintah Kota Bogor ini dijadwalkan pada 14-15 Desember 2023, yang mana Agenda tersebut telah disepakati oleh para kepala daerah pada Rakernas XVI APEKSI 2023 di Kota Makassar, dan disepakati dalam Rapat Pengurus pada 4 Oktober 2023 di Kota Ternate dalam rangkaian Sarasehan Istri Wali kota 2023.

Dalam pidatonya, orang nomor satu di Indonesia itu menyampaikan beberapa materi, informasi dan juga kritik.

Salah satu yang menarik adalah kritikan terhadap warna cat desain arsitektur pemerintahan di sejumlah daerah yang dinilai kurang etis.

Baca Juga :  Panglima Ingatkan TNI-Polri Jaga Netralitas Pada Pilkada 2020

Pasalnya, menurut Jokowi saat ini warna ornamen pemerintahan daerah kian identik dengan simbol partai politik pengusung kepala daerah setempat.

“Kadang-kadang saya kalau masuk ke sebuah kota dari cat-nya saja sudah tahu ini dari partai apa,” ungkapnya seperti yang dilansir dari Antara, Jumat (15/12).

Presiden Jokowi diketahui memang rutin mengunjungi berbagai daerah di Indonesia, sehingga dirinya mampu menghafal partai pengusung kepala daerah di wilayah setempat, hanya berdasarkan ornamen warna yang mendominasi di tempat itu.

“Saya hampir setiap hari ke daerah, oh tahu ini dari partai ini, walikotanya ini, dari partai ini, termasuk baju yang ini kita pakai sekarang ini,” jelas Jokowi yang saat itu mengenakan batik berwarna biru.

Baca Juga :  Info Terkini soal Kondisi Ustaz Yusuf Mansur

Jokowi mengungkap bahwa warna partai yang dimasukkan ke dalam ornamen kota itu tidak berkesinambungan.

“Masa warna partai masuk ke kota, nggak nyambung kan, tapi dipaksakan karena pemimpinnya dari partai, saya nggak sebut partai apa. Misalnya saja dari partai A, wah langsung catnya ungu, kantor-kantornya Pemkot juga dicat ungu, ini apa toh,” ujarnya.

Jokowi kemudian memberikan saran bahwa, setiap daerah mestinya menampilkan diferensiasi sesuai dengan karakteristik dari kekuatan potensi yang dimiliki, sehingga itu bisa menjadi simbol atau ciri dari daerah tersebut.

Ia mencontohkan, seperti Ambon yang kuat dengan sektor perikanan, Lampung dengan potensi alam berupa buah nanas dan pisang, serta Tomohon di Manado yang kaya akan berbagai jenis  bunganya. (nov/jpg/hnd)

PROKALTENG.COPresiden Republik Indonesia Joko Widodo atau yang akrab disapa Jokowi, pada Jumat (15/12), membuka agenda Musyawarah Nasional (Munas) Luar Biasa Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) 2023 yang digelar di Kota BogorJawa Barat.

Acara APEKSI bersama Pemerintah Kota Bogor ini dijadwalkan pada 14-15 Desember 2023, yang mana Agenda tersebut telah disepakati oleh para kepala daerah pada Rakernas XVI APEKSI 2023 di Kota Makassar, dan disepakati dalam Rapat Pengurus pada 4 Oktober 2023 di Kota Ternate dalam rangkaian Sarasehan Istri Wali kota 2023.

Dalam pidatonya, orang nomor satu di Indonesia itu menyampaikan beberapa materi, informasi dan juga kritik.

Salah satu yang menarik adalah kritikan terhadap warna cat desain arsitektur pemerintahan di sejumlah daerah yang dinilai kurang etis.

Baca Juga :  Panglima Ingatkan TNI-Polri Jaga Netralitas Pada Pilkada 2020

Pasalnya, menurut Jokowi saat ini warna ornamen pemerintahan daerah kian identik dengan simbol partai politik pengusung kepala daerah setempat.

“Kadang-kadang saya kalau masuk ke sebuah kota dari cat-nya saja sudah tahu ini dari partai apa,” ungkapnya seperti yang dilansir dari Antara, Jumat (15/12).

Presiden Jokowi diketahui memang rutin mengunjungi berbagai daerah di Indonesia, sehingga dirinya mampu menghafal partai pengusung kepala daerah di wilayah setempat, hanya berdasarkan ornamen warna yang mendominasi di tempat itu.

“Saya hampir setiap hari ke daerah, oh tahu ini dari partai ini, walikotanya ini, dari partai ini, termasuk baju yang ini kita pakai sekarang ini,” jelas Jokowi yang saat itu mengenakan batik berwarna biru.

Baca Juga :  Info Terkini soal Kondisi Ustaz Yusuf Mansur

Jokowi mengungkap bahwa warna partai yang dimasukkan ke dalam ornamen kota itu tidak berkesinambungan.

“Masa warna partai masuk ke kota, nggak nyambung kan, tapi dipaksakan karena pemimpinnya dari partai, saya nggak sebut partai apa. Misalnya saja dari partai A, wah langsung catnya ungu, kantor-kantornya Pemkot juga dicat ungu, ini apa toh,” ujarnya.

Jokowi kemudian memberikan saran bahwa, setiap daerah mestinya menampilkan diferensiasi sesuai dengan karakteristik dari kekuatan potensi yang dimiliki, sehingga itu bisa menjadi simbol atau ciri dari daerah tersebut.

Ia mencontohkan, seperti Ambon yang kuat dengan sektor perikanan, Lampung dengan potensi alam berupa buah nanas dan pisang, serta Tomohon di Manado yang kaya akan berbagai jenis  bunganya. (nov/jpg/hnd)

spot_img
spot_img

Terpopuler

spot_img

Artikel Terbaru