29.8 C
Jakarta
Tuesday, February 27, 2024

Demak Alami Cuaca Ekstrem, 10 Ribu Warga Terpaksa Mengungsi karena Banjir

PROKALTENG.CO-Banjir hingga kemarin masih merendam Jalan Raya Pantura Karanganyar, yang merupakan perbatasan Demak dan Kudus. Hingga kemarin (9/2), 10 titik tanggul yang jebol belum bisa tertangani.

Penanganan tanggul menunggu sungai surut. Kendaraan yang terjebak banjir hingga kini belum bisa dievakuasi. Bupati Demak dr Eisti’anah menyatakan, pihaknya berharap adanya bantuan penanganan tanggul jebol tersebut. ”Terus terang, kalau ditangani daerah semua tidak mampu. Harus ada penanganan dari pusat,” ujar bupati seperti dilaporkan Jawa Pos Radar Semarang.

Plt Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Demak Agus Nugroho menyampaikan, banjir bandang yang menenggelamkan Jalan Pantura Demak Timur itu dipicu hujan lebat yang mengguyur wilayah Kota Wali sejak 5 Februari lalu. Intensitas hujan sangat tinggi di wilayah hulu atau selatan Demak. Akibatnya, beberapa tanggul sungai tidak mampu menampung derasnya aliran air.

Baca Juga :  Ratusan Rumah Warga di Murung Raya Terendam Luapan Air Sungai

Hingga kemarin, data BPBD mencatat ada 32 desa di 7 kecamatan yang terdampak banjir. Sebanyak 17.264 kepala keluarga (KK) atau 66.965 jiwa menjadi korban banjir.

Sedangkan, 10.285 jiwa mengungsi. Kemudian, ada 951 hektare sawah, 1 sarana ibadah, dan 6 sarana pendidikan yang terendam banjir. ”Data-data masih terus bergerak karena proses pendataan tiap hari,” kata Agus.

Terpisah, BMKG mencatat terdapat sejumlah daerah yang mengalami hujan berintensitas lebat hingga sangat lebat. Yakni, Cilacap, Luwu Utara, Padang Panjang, Jayapura, Jambi, Kotabaru, dan Makassar. Lalu, terjadi hujan berintensitas ekstrem di Tanjung Perak, Surabaya. Intensitasnya mencapai 166 milimeter per hari.

Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto mengatakan, berdasar analisis BMKG, lebih dari 55 persen zona musim Indonesia masuk ke puncak musim hujan periode Januari–Februari. Dalam sepekan ke depan, kondisi dinamika atmosfer di wilayah Indonesia masih bisa memicu potensi cuaca signifikan di beberapa wilayah. ”Akibat dari aktivitas monsun Asia yang memicu pembentukan awan di Indonesia bagian tengah dan selatan,” ujarnya.

Baca Juga :  Warga Terdampak Banjir di Wilayah DAS Barito Butuhkan Uluran Tangan Pemerintah

Berdasar kondisi tersebut, ada 26 daerah di Indonesia yang berpotensi terjadi hujan sedang hingga lebat periode 9 Februari hingga 14 Februari. Yakni, Sumatera Barat, Jambi, Bangka Belitung, Sumatera Selatan, Bengkulu, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Jogjakarta, dan Jawa Timur. Lalu, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Papua Barat, dan Papua. ”Semua daerah itu ya.” (hib/zal/idr/c6/bay/jpg)

PROKALTENG.CO-Banjir hingga kemarin masih merendam Jalan Raya Pantura Karanganyar, yang merupakan perbatasan Demak dan Kudus. Hingga kemarin (9/2), 10 titik tanggul yang jebol belum bisa tertangani.

Penanganan tanggul menunggu sungai surut. Kendaraan yang terjebak banjir hingga kini belum bisa dievakuasi. Bupati Demak dr Eisti’anah menyatakan, pihaknya berharap adanya bantuan penanganan tanggul jebol tersebut. ”Terus terang, kalau ditangani daerah semua tidak mampu. Harus ada penanganan dari pusat,” ujar bupati seperti dilaporkan Jawa Pos Radar Semarang.

Plt Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Demak Agus Nugroho menyampaikan, banjir bandang yang menenggelamkan Jalan Pantura Demak Timur itu dipicu hujan lebat yang mengguyur wilayah Kota Wali sejak 5 Februari lalu. Intensitas hujan sangat tinggi di wilayah hulu atau selatan Demak. Akibatnya, beberapa tanggul sungai tidak mampu menampung derasnya aliran air.

Baca Juga :  Ratusan Rumah Warga di Murung Raya Terendam Luapan Air Sungai

Hingga kemarin, data BPBD mencatat ada 32 desa di 7 kecamatan yang terdampak banjir. Sebanyak 17.264 kepala keluarga (KK) atau 66.965 jiwa menjadi korban banjir.

Sedangkan, 10.285 jiwa mengungsi. Kemudian, ada 951 hektare sawah, 1 sarana ibadah, dan 6 sarana pendidikan yang terendam banjir. ”Data-data masih terus bergerak karena proses pendataan tiap hari,” kata Agus.

Terpisah, BMKG mencatat terdapat sejumlah daerah yang mengalami hujan berintensitas lebat hingga sangat lebat. Yakni, Cilacap, Luwu Utara, Padang Panjang, Jayapura, Jambi, Kotabaru, dan Makassar. Lalu, terjadi hujan berintensitas ekstrem di Tanjung Perak, Surabaya. Intensitasnya mencapai 166 milimeter per hari.

Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto mengatakan, berdasar analisis BMKG, lebih dari 55 persen zona musim Indonesia masuk ke puncak musim hujan periode Januari–Februari. Dalam sepekan ke depan, kondisi dinamika atmosfer di wilayah Indonesia masih bisa memicu potensi cuaca signifikan di beberapa wilayah. ”Akibat dari aktivitas monsun Asia yang memicu pembentukan awan di Indonesia bagian tengah dan selatan,” ujarnya.

Baca Juga :  Warga Terdampak Banjir di Wilayah DAS Barito Butuhkan Uluran Tangan Pemerintah

Berdasar kondisi tersebut, ada 26 daerah di Indonesia yang berpotensi terjadi hujan sedang hingga lebat periode 9 Februari hingga 14 Februari. Yakni, Sumatera Barat, Jambi, Bangka Belitung, Sumatera Selatan, Bengkulu, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Jogjakarta, dan Jawa Timur. Lalu, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Papua Barat, dan Papua. ”Semua daerah itu ya.” (hib/zal/idr/c6/bay/jpg)

Terpopuler

Artikel Terbaru