alexametrics
25.3 C
Palangkaraya
Tuesday, August 9, 2022

Jadi Klaster Penularan Covid-19, DPR RI Terapkan WFH

PROKALTENG.CO – Meningkatnya kasus Covid-19 yang semakin tinggi akibat varian Omicron, DPR RI kembali menerapkan sejumlah pembatasan aktivitas di gedung dewan.

“Sistem WFH (work from home) akan kembali diterapkan mulai hari ini,” tegas Ketua DPR RI, Puan Maharani, Kamis (3/2/2022) dilansir fajar.co.id.

Keputusan tersebut diambil usai dilakukannya Rapat Pimpinan (Rapim) DPR dan Rapat Badan Musyawarah (Bamus) DPR RI.

Puan mengatakan, sistem kerja kedinasan akan berlaku fleksibel dengan kapasitas kehadiran maksimal 50 persen setiap harinya.

“Rapat-rapat komisi dan alat kelengkapan dewan (AKD) dengan mitra kerja hanya akan dihadiri oleh maksimal 30 persen peserta dan maksimal sampai pukul 15.30 WIB sesuai jam kantor masa pembatasan sosial,” jelas perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR RI itu.

Baca Juga :  Covid-19 di Katingan ‘Masuk Sekolah’, Ini Peringatan Disdik

Puan menyebut, rapat fisik yang berlangsung di Gedung DPR boleh dilakukan maksimal dengan durasi 2 jam. Pihak-pihak yang hadir di dalam rapat kerja pun dibatasi.

“Dari mitra kerja hanya menteri dan pendamping saja yang hadir fisik, kemudian dari komisi yang hadir hanya pimpinan komisi dan kapoksi,” ungkap Puan.

Ia melanjutkan, baik peserta raker maupun rapat dengar pendapat (RDP) wajib PCR atau tes antigen sebelumnya.Seluruh staf dan pendamping mengikuti rapat lewat live streaming. Aturan pembatasan di kompleks DPR berlaku mulai tanggal 3 Februari 2022 hingga pemberitahuan lebih lanjut. “Menyesuaikan situasi pandemi,” tegas Puan.

Pembatasan aktivitas di area Gedung DPR diambil sebagai bentuk pencegahan penyebaran virus Covid-19. Hal ini menyusul adanya temuan kasus positif yang relatif cukup banyak. Setidaknya sembilan anggota dewan terkonfirmasi positif Covid-19.

Baca Juga :  Penanganan Covid-19 dan Vaksinasi, Bupati Apresiasi Polres Seruyan

Diketahui, Sekretaris Jenderal DPR Indra Iskandar mengatakan, angka penularan Covid-19 di lingkungan parlemen semakin bertambah. Kini tercatat sebanyak 142 orang yang bekerja di lingkungan DPR terpapar virus korona.

“Jadi untuk hari ini yang positif saya sebut positif itu kemarin 97, kemarin sore tambah 45 orang, jadi sekarang itu 142 orang,” ujar Indra saat ditemui di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (3/2).

Indra mengatakan, 142 orang tersebut saat ini sedang menjalani karantina mandiri. Hal ini karena semuanya hanya mengalami gejala-gejalan ringan.

“Semua baik anggota maupun tenaga ahli maupun PP ASN kita lakukan karantina Mandiri,” katanya. (jpg)

PROKALTENG.CO – Meningkatnya kasus Covid-19 yang semakin tinggi akibat varian Omicron, DPR RI kembali menerapkan sejumlah pembatasan aktivitas di gedung dewan.

“Sistem WFH (work from home) akan kembali diterapkan mulai hari ini,” tegas Ketua DPR RI, Puan Maharani, Kamis (3/2/2022) dilansir fajar.co.id.

Keputusan tersebut diambil usai dilakukannya Rapat Pimpinan (Rapim) DPR dan Rapat Badan Musyawarah (Bamus) DPR RI.

Puan mengatakan, sistem kerja kedinasan akan berlaku fleksibel dengan kapasitas kehadiran maksimal 50 persen setiap harinya.

“Rapat-rapat komisi dan alat kelengkapan dewan (AKD) dengan mitra kerja hanya akan dihadiri oleh maksimal 30 persen peserta dan maksimal sampai pukul 15.30 WIB sesuai jam kantor masa pembatasan sosial,” jelas perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR RI itu.

Baca Juga :  Pansel Umumkan 20 Peserta Capim KPK Yang Lulus Seleksi Profil Asesmen

Puan menyebut, rapat fisik yang berlangsung di Gedung DPR boleh dilakukan maksimal dengan durasi 2 jam. Pihak-pihak yang hadir di dalam rapat kerja pun dibatasi.

“Dari mitra kerja hanya menteri dan pendamping saja yang hadir fisik, kemudian dari komisi yang hadir hanya pimpinan komisi dan kapoksi,” ungkap Puan.

Ia melanjutkan, baik peserta raker maupun rapat dengar pendapat (RDP) wajib PCR atau tes antigen sebelumnya.Seluruh staf dan pendamping mengikuti rapat lewat live streaming. Aturan pembatasan di kompleks DPR berlaku mulai tanggal 3 Februari 2022 hingga pemberitahuan lebih lanjut. “Menyesuaikan situasi pandemi,” tegas Puan.

Pembatasan aktivitas di area Gedung DPR diambil sebagai bentuk pencegahan penyebaran virus Covid-19. Hal ini menyusul adanya temuan kasus positif yang relatif cukup banyak. Setidaknya sembilan anggota dewan terkonfirmasi positif Covid-19.

Baca Juga :  Soal Penanganan Covid-19 di Pulang Pisau, Bupati Bilang Begini

Diketahui, Sekretaris Jenderal DPR Indra Iskandar mengatakan, angka penularan Covid-19 di lingkungan parlemen semakin bertambah. Kini tercatat sebanyak 142 orang yang bekerja di lingkungan DPR terpapar virus korona.

“Jadi untuk hari ini yang positif saya sebut positif itu kemarin 97, kemarin sore tambah 45 orang, jadi sekarang itu 142 orang,” ujar Indra saat ditemui di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (3/2).

Indra mengatakan, 142 orang tersebut saat ini sedang menjalani karantina mandiri. Hal ini karena semuanya hanya mengalami gejala-gejalan ringan.

“Semua baik anggota maupun tenaga ahli maupun PP ASN kita lakukan karantina Mandiri,” katanya. (jpg)

Most Read

Artikel Terbaru

/