26.7 C
Jakarta
Friday, May 24, 2024
spot_img

Perusahaan India Borong 500 Pesawat, Nilai Transaksi Capai Rp 825 Triliun

PROKALTENG.CO– Hari pertama Paris Air Show pada Senin (19/6) menjadi ladang keberuntungan bagi Airbus. Perusahaan pembuat pesawat yang berbasis di Blagnac, Prancis, itu kebanjiran order. Ada tiga maskapai yang melakukan pemesanan. Namun, yang paling fantastis adalah pembelian dari IndiGo, maskapai murah asal India.

Agence France-Presse mengungkapkan, IndiGo memesan 500 pesawat Airbus A320. Jumlah itu mencatatkan rekor pemesanan tunggal terbesar pada kurun 120 tahun sejarah penerbangan komersial. Nilainya mencapai USD 55 miliar (setara Rp 825,5 triliun). Rekor sebelumnya dipegang Air India, yang membeli 470 pesawat buatan Airbus dan Boeing pada Februari lalu.

Dengan pemesanan itu, total Airbus A320 yang dibeli IndiGo mencapai 1.330 unit. Hampir seribu di antaranya masih menunggu pengiriman. Rencananya, Airbus mulai mengirim pesanan itu pada 2030–2035.

Baca Juga :  Atasi Permasalahan Karyawan dan Perusahaan, Eko Sebut Begini

Selain IndiGo, Airbus juga mendapat pesanan dari Air Mauritius dan Flynas. Air Mauritius membeli 3 pesawat jenis A350s, sedangkan Flynas memesan 30 pesawat A320. ’’Ini adalah tonggak sejarah yang besar,’’ ujar CEO Airbus Guillaume Faury, menanggapi kontrak pembelian pada hari pertama Paris Air Show.

Pembelian besar-besaran itu menunjukkan bahwa industri penerbangan mulai pulih. Pandemi sempat membuat banyak maskapai gulung tikar karena lockdown terjadi secara global. Paris Air Show kali ini juga yang pertama setelah vakum hampir 4 tahun karena Covid-19.

Yang jadi sorotan dalam Paris Air Show bukan hanya pembelian, tapi juga perkembangan teknologi baru oleh perusahaan-perusahaan pembuat burung besi itu. Baik untuk komersial maupun pertahanan. Beberapa yang jadi sorotan adalah prototipe pesawat lepas landas vertikal yang digadang-gadang bisa menjadi taksi terbang di masa depan.

Baca Juga :  Kondisi Donald Trump Memburuk

Pameran kali ini menampilkan sekitar 2.500 perusahaan. Mulai suku cadang pesawat dan peralatan produksi, pesawat ruang angkasa, satelit dan telekomunikasi, hingga teknik dan pemeliharaan. Total ada 47 negara yang berpartisipasi. Delegasi AS menjadi salah satu yang terbanyak dengan 425 peserta pameran. (sha/c18/hud/jpc/hnd)

PROKALTENG.CO– Hari pertama Paris Air Show pada Senin (19/6) menjadi ladang keberuntungan bagi Airbus. Perusahaan pembuat pesawat yang berbasis di Blagnac, Prancis, itu kebanjiran order. Ada tiga maskapai yang melakukan pemesanan. Namun, yang paling fantastis adalah pembelian dari IndiGo, maskapai murah asal India.

Agence France-Presse mengungkapkan, IndiGo memesan 500 pesawat Airbus A320. Jumlah itu mencatatkan rekor pemesanan tunggal terbesar pada kurun 120 tahun sejarah penerbangan komersial. Nilainya mencapai USD 55 miliar (setara Rp 825,5 triliun). Rekor sebelumnya dipegang Air India, yang membeli 470 pesawat buatan Airbus dan Boeing pada Februari lalu.

Dengan pemesanan itu, total Airbus A320 yang dibeli IndiGo mencapai 1.330 unit. Hampir seribu di antaranya masih menunggu pengiriman. Rencananya, Airbus mulai mengirim pesanan itu pada 2030–2035.

Baca Juga :  Atasi Permasalahan Karyawan dan Perusahaan, Eko Sebut Begini

Selain IndiGo, Airbus juga mendapat pesanan dari Air Mauritius dan Flynas. Air Mauritius membeli 3 pesawat jenis A350s, sedangkan Flynas memesan 30 pesawat A320. ’’Ini adalah tonggak sejarah yang besar,’’ ujar CEO Airbus Guillaume Faury, menanggapi kontrak pembelian pada hari pertama Paris Air Show.

Pembelian besar-besaran itu menunjukkan bahwa industri penerbangan mulai pulih. Pandemi sempat membuat banyak maskapai gulung tikar karena lockdown terjadi secara global. Paris Air Show kali ini juga yang pertama setelah vakum hampir 4 tahun karena Covid-19.

Yang jadi sorotan dalam Paris Air Show bukan hanya pembelian, tapi juga perkembangan teknologi baru oleh perusahaan-perusahaan pembuat burung besi itu. Baik untuk komersial maupun pertahanan. Beberapa yang jadi sorotan adalah prototipe pesawat lepas landas vertikal yang digadang-gadang bisa menjadi taksi terbang di masa depan.

Baca Juga :  Kondisi Donald Trump Memburuk

Pameran kali ini menampilkan sekitar 2.500 perusahaan. Mulai suku cadang pesawat dan peralatan produksi, pesawat ruang angkasa, satelit dan telekomunikasi, hingga teknik dan pemeliharaan. Total ada 47 negara yang berpartisipasi. Delegasi AS menjadi salah satu yang terbanyak dengan 425 peserta pameran. (sha/c18/hud/jpc/hnd)

spot_img
spot_img

Terpopuler

spot_img

Artikel Terbaru