PALANGKA
RAYA, KALTENGPOS.CO– Kesejahteraan
masyarakat Kalteng menjadi perhatian pasangan calon gubernur dan wakil gubernur
nomor urut 2,
Sugianto Sabran-Edy Pratowo. Tak
heran sejumlah program dan gagasan yang sudah dijalankan selama ini terukur
dan menyentuh kepada kepentingan masyarakat luas.
“Jika
dipercayakan memimpin ke depannya, kami akan fokus pada program
pemberdayaan masyarakat lokal, sehingga tidak merasa
tersisih
di tanahnya sendiri.
Kami inging mewujudkan kehidupan masyarakat Kalteng yang lebih BERKAH,” kata
Sugianto Sabran.
Apa yang diutarakan Sugianto
bersama
H Edy Pratowo itu bukanlah janji belaka, tetapi
sudah ada bukti nyata kinerja
yang dilakukan selama menjabat baik sebagai gubernur maupun bupati.
Hal senada juga
diungkapkan calon wakil gubernur H
Edy Pratowo.
Ia mengatakan bahwa
pemimpin Kalteng ke depan tentu harus mempunyai
jiwa kepemimpinan, punya kemauan, dan
bisa
bekerja sama dengan seluruh masyarakat Kalteng.
“Itu dilakukan
dengan cara membuat gagasan yang langsung menyentuh kepentingan masyarakat Kalteng.
Apalagi 80 persen masyarakat kita bekerja pada sektor
pertanian,” tegasnya.
Ditegaskan Edy, H Sugianto
Sabran merupakan calon yang memenuhi kriteria tersebut. Sebagai calon petahana,
Sugianto dinilai sudah membuat gagasan strategis dan menyentuh
masyarakat
“Salah satunya
program ketahanan pangan nasional melalui food estate yang diperjuangkannya
sejak awal dengan mengusulkan kepada Presiden Joko
Widodo,” ucapnya.
Megaproyek nasional
yang
sedang dijalankan di Kalteng saat ini menjadi harapan bagi masa
depan Kalteng yang lebih baik. Pembangunan dalam rangka mendukung program food estate
di kabupate/kota di Kalteng akan terintegrasi dengan
industri yang di hulu maupun hilir.
Tentu masyarakat Kalteng
akan
dilibatkan langsung dalam megaproyek ini. Dengan
demikian upaya mewujudkan kesejahteraan masyarakat yang lebih bermartabat
dan berkeadilan akan mudah tergapai.
“Selain Kabupaten
Kapuas dan Pulang Pisau, kabupaten lain juga dapat didorong untuk
mengembangkan potensi
unggulan masing-masing yang menjadi andalan,”
tegasnya.
Dengan demikian masyarakat lokal tidak diperdaya melainkan diberdayakan untuk meningkatkan pertumbuhan
ekonomi dan kesejahteraan hidup.