PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kalimantan Tengah yang baru, Hensah. Menegaskan komitmennya untuk melanjutkan program-program yang telah berjalan.
Sekaligus memfokuskan perhatian pada penanganan narapidana kasus narkotika dan penguatan pengawasan di lembaga pemasyarakatan.
Hensah menyampaikan hal tersebut usai acara pisah sambut Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Kalimantan Tengah dari I Putu Murdiana yang mendapat tugas baru di Papua Barat kepada dirinya, di Aula Jayang Tigang, Kantor Gubernur Kalteng, Jalan RTA. Milono, Kamis (11/6/2026).
Dia mengaku bersyukur dapat kembali bertugas di Kalimantan Tengah setelah sebelumnya pernah menjabat sebagai Kepala Rumah Tahanan Negara Kuala Kapuas.
“Jadi saya bersyukur bisa kembali ke Kalimantan Tengah. Saya sebelumnya sudah pernah bertugas di sini. Untuk program-program kegiatan di Kantor Wilayah Kalteng tentu kita menyesuaikan dengan arahan Menteri yang sudah memiliki program aksi,” kata Hensah.
Menurutnya, sejumlah program prioritas akan terus diperkuat. Antara lain pemberantasan narkoba, ketahanan pangan, penanganan overkapasitas hunian warga binaan, hingga program dapur sehat yang telah dijalankan oleh pimpinan sebelumnya.
“Program-program itu akan kita laksanakan dan kita tingkatkan. Karena memang selama ini sudah dirintis dan dilaksanakan oleh pimpinan pendahulu saya di Kalteng, yaitu Pak Putu,” ujarnya.
Meski demikian, Hensah menilai persoalan narkotika masih menjadi tantangan utama yang perlu mendapat perhatian serius di lingkungan pemasyarakatan Kalimantan Tengah.
“Kalau untuk konsentrasi secara fokus, yang menjadi persoalan utama kita mungkin masalah penanganan narapidana narkoba. Cukup banyak jumlahnya di lapas-lapas Kalteng,” lanjutnya.
Hensah menjelaskan. Kondisi tersebut berbeda dengan wilayah tugasnya sebelumnya di Papua Barat yang jumlah warga binaan kasus narkotika relatif rendah.
“Kalau di Papua Barat, permasalahan narkobanya bisa dikatakan tidak ada. Penghuni atau warga binaan perkara narkoba juga tidak setinggi seperti di wilayah lain, terutama Kalteng. Jadi itu ada perbedaan yang cukup mendasar antara dua wilayah ini,” ucapnya.
Selain itu, Hensah juga menyoroti insiden percobaan kabur narapidana di Lapas Kelas IIA Palangka Raya yang sempat menjadi perhatian publik. Menurutnya, kejadian tersebut akan menjadi bahan evaluasi menyeluruh bagi jajaran pemasyarakatan di Kalimantan Tengah.
“Oh iya jelas, itu merupakan pelajaran yang sangat berharga sekali. Kita masih dilindungi Tuhan sehingga tidak ada korban di pihak masyarakat maupun petugas. Tapi itu akan menjadi evaluasi yang mendalam supaya kejadian itu tidak terjadi lagi di wilayah Kalimantan Tengah,” tegasnya.
Dia memastikan akan mempelajari secara detail akar permasalahan dari insiden tersebut guna menemukan langkah perbaikan yang tepat.
“Permasalahan itu akan saya pelajari dengan sangat detail dan mencari penyelesaiannya. Mudah-mudahan terjadi perbaikan yang nyata sehingga ke depan tidak boleh lagi terjadi hal-hal seperti itu,” tutupnya. (adr)


