Persebaya Surabaya akan menyambut kehadiran Malut United. Mereka akan bertarung di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Sabtu (10/1).
Pertarungan itu sangat penting bagi kedua tim, termasuk Persebaya di bawah kendali Bernardo Tavares. Pelatih asal Portugal itu akan menjalani debut sebagai nakhoda anyar Green Force.
Namun, misi Tavares mendapatkan hasil impresif saat debut di Surabaya diyakini tak mudah. Pemicunya adalah lawan yang datang dengan motivasi tinggi, apalagi terdapat tiga pemain Laskar Kie Raha yang notabene pernah berseragam Green Force sebelumnya.
Mereka adalah David da Silva, Alwi Slamat, dan Riswan Lauhin. Ketiganya tentu berharap bisa merusak target Tavares mendulang kemenangan saat debut di hadapan Bonek.
Walau begitu, dari ketiganya, David da Silva yang punya peluang bermain lebih besar ketimbang Alwi Slamat dan Riswan Lauhin.
Fakta itu mengacu pada susunan pemain yang selalu diturunkan Hendri Susilo. Contoh saat Malut United meraih kemenangan besar 6-2 atas PSBS Biak sebelumnya.
Menggunakan formasi 4-3-3, Da Silva kerap diturunkan berkolaborasi dengan Yance Sayuri dan Ciro Alves.
Keberadaan Da Silva di kubu Malut United tentu saja menjadi perhatian khusus, terlebih striker asal Brasil itu sempat menjadi predator andalan Bonek sebelumnya.
Kini, di bawah panji Malut United, Da Silva tertantang untuk menjebol gawang klub yang telah membesarkan namanya di pentas sepak bola Tanah Air.
Sementara Bonek memiliki pandangan beragam atas keberadaan sang mantan di kubu Malut United.
“Move on lah,” ujar @ard***
“Waspada biarpun mantan,” lanjut @abd***
“Dari pemain underretd dan menjadi bagian penting tim, mereka telah berjasa untuk tim,” ungkap @riz***
“Alwi + hidayat dynamic duo lini tengah kala itu,” tutup @sap***(jpc)


