Sentra Suvenir Banyak Tutup, Tempat Kuliner Tidak ada yang Menempati

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Di balik tingginya antusiasme wisatawan mengunjungi Kawasan Wisata Air Hitam Dermaga Kereng Bangkirai Kota Palangka Raya pada musim libur Lebaran, tersimpan kekecewaan dari masyarakat dan pengelola setempat terkait pembangunan infrastruktur pariwisata.

Sejumlah fasilitas yang dibangun oleh pemerintah dengan dana miliaran rupiah dinilai mangkrak dan tidak memberikan asas manfaat bagi warga sekitar.

Ketua RT 02 / RW 01 sekaligus Pengelola Sementara Kawasan Wisata Kereng, Sudianoor (53), menyoroti minimnya sinergi antara pemerintah kota dan masyarakat dalam perencanaan pembangunan. Menurutnya, banyak proyek fisik yang diselenggarakan pemerintah di kawasan tersebut justru terkesan sia-sia.

“Sebenarnya kami minta itu dibangun yang sangat dibutuhkan sama sekali. Karena yang dibangun pemerintah sekarang ini banyak yang tidak ada manfaatnya. Salah satu contoh seperti sentra suvenir, itu banyak yang tutup. Sama yang di sebelah ujung, tempat kuliner, sampai saat ini tidak ada yang menempati,” ungkap Sudianoor kepada awak media, Rabu (25/6/26).

Baca Juga :  Wisata Alam Lamandau, Menyelami Keindahan Hutan Tropis dan Bukit yang Menawan

Menurut Sudianoor, kondisi bangunan yang dibiarkan kosong tanpa fungsi tersebut sangat disayangkan, mengingat besarnya dana yang telah dikucurkan oleh pemerintah daerah.

“Dibangun tapi tidak ada fungsi, kan percuma saja buang-buang uang. Bangunan itu sia-sia, tidak ada manfaatnya mengeluarkan dan mengucurkan dana hampir miliaran. Nah, itu yang kami kurang setuju,” tegasnya.

Ironisnya, di tengah berdirinya bangunan-bangunan kosong tersebut, fasilitas infrastruktur dasar yang justru bersentuhan langsung dengan kenyamanan pengunjung dan warga malah luput dari perhatian. Sudianoor mencontohkan kondisi jalan akses masuk menuju kawasan wisata yang berada di permukiman penduduk masih dibiarkan rusak.

Electronic money exchangers listing

“Terkadang bangun-bangun itu jalan masuk saja tidak diperhatikan. Lihat saja jalan masuk di kawasan penduduk ini berlubang (lobak-lobak). Sebenarnya itu yang perlu diperhatikan,” keluhnya.

Selain jalan. Fasilitas dasar seperti lahan parkir yang representatif juga belum tersedia secara permanen. Pengelola berharap pemerintah dapat mengecor atau merapikan kantong-kantong parker, agar tata ruang wisata menjadi lebih tertib dan nyaman bagi ribuan pengunjung yang datang.

Baca Juga :  Momen Libur Lebaran, Pengunjung Wisata Kereng Bangkirai Tembus 2.000 Orang

“Maksud kami, lahan parkir ini kalau bisa dipermanenkan. Misalnya dicor, supaya memudahkan pengunjung dan bisa ditata rapi. Wisata Kereng ini kan istilahnya dari masyarakat untuk masyarakat, lalu mana untuk masyarakatnya? Itu yang kami mohonkan,” tambahnya

Sebagai pemangku wilayah yang dipercaya oleh Dinas Pariwisata, Sudianoor berharap ke depannya pemerintah lebih banyak melibatkan warga dalam menentukan arah pembangunan. Ia menegaskan bahwa filosofi Wisata Kereng adalah “dari masyarakat untuk masyarakat”.

“Setiap ingin membangun wisata itu, tanyakan apa sih yang diperlukan masyarakat di sini supaya bisa dimanfaatkan untuk warga setempat. Pengunjung tiap hari lewat depan rumah warga. Kalau bisa ada sinergi antara masyarakat dengan pemerintah,” pungkas Sudianoor. (her)

 

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Di balik tingginya antusiasme wisatawan mengunjungi Kawasan Wisata Air Hitam Dermaga Kereng Bangkirai Kota Palangka Raya pada musim libur Lebaran, tersimpan kekecewaan dari masyarakat dan pengelola setempat terkait pembangunan infrastruktur pariwisata.

Sejumlah fasilitas yang dibangun oleh pemerintah dengan dana miliaran rupiah dinilai mangkrak dan tidak memberikan asas manfaat bagi warga sekitar.

Ketua RT 02 / RW 01 sekaligus Pengelola Sementara Kawasan Wisata Kereng, Sudianoor (53), menyoroti minimnya sinergi antara pemerintah kota dan masyarakat dalam perencanaan pembangunan. Menurutnya, banyak proyek fisik yang diselenggarakan pemerintah di kawasan tersebut justru terkesan sia-sia.

Electronic money exchangers listing

“Sebenarnya kami minta itu dibangun yang sangat dibutuhkan sama sekali. Karena yang dibangun pemerintah sekarang ini banyak yang tidak ada manfaatnya. Salah satu contoh seperti sentra suvenir, itu banyak yang tutup. Sama yang di sebelah ujung, tempat kuliner, sampai saat ini tidak ada yang menempati,” ungkap Sudianoor kepada awak media, Rabu (25/6/26).

Baca Juga :  Wisata Alam Lamandau, Menyelami Keindahan Hutan Tropis dan Bukit yang Menawan

Menurut Sudianoor, kondisi bangunan yang dibiarkan kosong tanpa fungsi tersebut sangat disayangkan, mengingat besarnya dana yang telah dikucurkan oleh pemerintah daerah.

“Dibangun tapi tidak ada fungsi, kan percuma saja buang-buang uang. Bangunan itu sia-sia, tidak ada manfaatnya mengeluarkan dan mengucurkan dana hampir miliaran. Nah, itu yang kami kurang setuju,” tegasnya.

Ironisnya, di tengah berdirinya bangunan-bangunan kosong tersebut, fasilitas infrastruktur dasar yang justru bersentuhan langsung dengan kenyamanan pengunjung dan warga malah luput dari perhatian. Sudianoor mencontohkan kondisi jalan akses masuk menuju kawasan wisata yang berada di permukiman penduduk masih dibiarkan rusak.

“Terkadang bangun-bangun itu jalan masuk saja tidak diperhatikan. Lihat saja jalan masuk di kawasan penduduk ini berlubang (lobak-lobak). Sebenarnya itu yang perlu diperhatikan,” keluhnya.

Selain jalan. Fasilitas dasar seperti lahan parkir yang representatif juga belum tersedia secara permanen. Pengelola berharap pemerintah dapat mengecor atau merapikan kantong-kantong parker, agar tata ruang wisata menjadi lebih tertib dan nyaman bagi ribuan pengunjung yang datang.

Baca Juga :  Momen Libur Lebaran, Pengunjung Wisata Kereng Bangkirai Tembus 2.000 Orang

“Maksud kami, lahan parkir ini kalau bisa dipermanenkan. Misalnya dicor, supaya memudahkan pengunjung dan bisa ditata rapi. Wisata Kereng ini kan istilahnya dari masyarakat untuk masyarakat, lalu mana untuk masyarakatnya? Itu yang kami mohonkan,” tambahnya

Sebagai pemangku wilayah yang dipercaya oleh Dinas Pariwisata, Sudianoor berharap ke depannya pemerintah lebih banyak melibatkan warga dalam menentukan arah pembangunan. Ia menegaskan bahwa filosofi Wisata Kereng adalah “dari masyarakat untuk masyarakat”.

“Setiap ingin membangun wisata itu, tanyakan apa sih yang diperlukan masyarakat di sini supaya bisa dimanfaatkan untuk warga setempat. Pengunjung tiap hari lewat depan rumah warga. Kalau bisa ada sinergi antara masyarakat dengan pemerintah,” pungkas Sudianoor. (her)

 

Terpopuler

Artikel Terbaru