Wisata Kum Kum Mudah Dijangkau dan Harga Terjangkau, Musim Kemarau Bisa Lihat “Pantai Musiman”

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Pemandangan berbeda tersaji di kawasan Wisata Kum Kum, Palangka Raya, selama musim kemarau. Surutnya debit air Sungai Kahayan memunculkan hamparan pasir di tepian sungai yang menyerupai pantai.

Fenomena alam yang hanya terjadi saat kemarau ini pun menjadi magnet baru bagi masyarakat untuk menghabiskan waktu sore bersama keluarga maupun teman.

Sejak beberapa hari terakhir, jumlah pengunjung di kawasan wisata tersebut terlihat meningkat. Terutama menjelang matahari terbenam.

Banyak warga memanfaatkan hamparan pasir untuk bersantai, bermain bersama anak, hingga mengabadikan momen dengan latar Sungai Kahayan yang tampak lebih terbuka dibanding biasanya.

Ramainya pengunjung saat musim kemarau juga dibenarkan oleh salah satu petugas parkir wisata kum kum Pahandut Seberang. Menurutnya, cuaca cerah membuat masyarakat lebih leluasa berwisata dibanding saat musim hujan.

“Kalau kemarau, agak lumayan ramai daripada musim hujan. Kalau musim hujan, siapa yang mau keluar? Paling orang yang punya mobil saja. Tapi kalau kemarau kan orang pakai motor banyak, makanya lebih ramai,” ujarnya saat diwawancarai tim prokalteng.co.

Electronic money exchangers listing
Baca Juga :  5 Alasan Singapura Masih Jadi Tujuan Favorit Wisata

Salah seorang pengunjung, Dela, mengaku memilih berwisata ke Kum Kum karena lokasinya mudah dijangkau dan biaya masuknya terbilang terjangkau.

“Kalau kami sendiri sih karena di sini terjangkau juga harganya. Terus tempatnya nyaman buat santai,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Jessica. Menurutnya, kawasan pantai musiman di Kum Kum menjadi tempat yang nyaman untuk menikmati waktu bersama keluarga maupun teman.

“Nyaman untuk duduk-duduk, terus suasananya juga enak kalau sore,” katanya.

Fenomena hamparan pasir yang hanya muncul saat musim kemarau ini memberikan pengalaman berbeda bagi para pengunjung. Jika biasanya Kum Kum dikenal sebagai kawasan wisata keluarga dengan panorama Sungai Kahayan dan satwa, kini bentangan pasir di tepian sungai menjadi spot favorit baru untuk berfoto maupun menikmati matahari terbenam.

Baca Juga :  Dongkrak Pariwisata, Traveloka dan Citilink Hadirkan Promo Tiket 20%

Selain bersantai, banyak pengunjung memanfaatkan lokasi tersebut untuk membuat konten media sosial. Panorama langit sore yang berpadu dengan hamparan pasir menciptakan pemandangan yang menarik dan menjadi alasan banyak warga datang, terutama pada akhir pekan.

Meski menawarkan pesona alam yang memikat, pengunjung tetap diimbau berhati-hati saat beraktivitas di sekitar tepian sungai. Kondisi pasir dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti naik turunnya debit air, sehingga kewaspadaan tetap diperlukan, terutama bagi pengunjung yang membawa anak-anak.

Selama musim kemarau masih berlangsung, pantai musiman di Wisata Kum Kum diperkirakan akan terus menjadi salah satu destinasi favorit masyarakat Palangka Raya untuk menikmati suasana santai tanpa harus bepergian jauh dari pusat kota.

Fenomena musiman ini sekaligus menjadi bukti bahwa perubahan alam di tepian Sungai Kahayan mampu menghadirkan daya tarik wisata baru yang diminati masyarakat. (Mg)

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Pemandangan berbeda tersaji di kawasan Wisata Kum Kum, Palangka Raya, selama musim kemarau. Surutnya debit air Sungai Kahayan memunculkan hamparan pasir di tepian sungai yang menyerupai pantai.

Fenomena alam yang hanya terjadi saat kemarau ini pun menjadi magnet baru bagi masyarakat untuk menghabiskan waktu sore bersama keluarga maupun teman.

Electronic money exchangers listing

Sejak beberapa hari terakhir, jumlah pengunjung di kawasan wisata tersebut terlihat meningkat. Terutama menjelang matahari terbenam.

Banyak warga memanfaatkan hamparan pasir untuk bersantai, bermain bersama anak, hingga mengabadikan momen dengan latar Sungai Kahayan yang tampak lebih terbuka dibanding biasanya.

Ramainya pengunjung saat musim kemarau juga dibenarkan oleh salah satu petugas parkir wisata kum kum Pahandut Seberang. Menurutnya, cuaca cerah membuat masyarakat lebih leluasa berwisata dibanding saat musim hujan.

“Kalau kemarau, agak lumayan ramai daripada musim hujan. Kalau musim hujan, siapa yang mau keluar? Paling orang yang punya mobil saja. Tapi kalau kemarau kan orang pakai motor banyak, makanya lebih ramai,” ujarnya saat diwawancarai tim prokalteng.co.

Baca Juga :  5 Alasan Singapura Masih Jadi Tujuan Favorit Wisata

Salah seorang pengunjung, Dela, mengaku memilih berwisata ke Kum Kum karena lokasinya mudah dijangkau dan biaya masuknya terbilang terjangkau.

“Kalau kami sendiri sih karena di sini terjangkau juga harganya. Terus tempatnya nyaman buat santai,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Jessica. Menurutnya, kawasan pantai musiman di Kum Kum menjadi tempat yang nyaman untuk menikmati waktu bersama keluarga maupun teman.

“Nyaman untuk duduk-duduk, terus suasananya juga enak kalau sore,” katanya.

Fenomena hamparan pasir yang hanya muncul saat musim kemarau ini memberikan pengalaman berbeda bagi para pengunjung. Jika biasanya Kum Kum dikenal sebagai kawasan wisata keluarga dengan panorama Sungai Kahayan dan satwa, kini bentangan pasir di tepian sungai menjadi spot favorit baru untuk berfoto maupun menikmati matahari terbenam.

Baca Juga :  Dongkrak Pariwisata, Traveloka dan Citilink Hadirkan Promo Tiket 20%

Selain bersantai, banyak pengunjung memanfaatkan lokasi tersebut untuk membuat konten media sosial. Panorama langit sore yang berpadu dengan hamparan pasir menciptakan pemandangan yang menarik dan menjadi alasan banyak warga datang, terutama pada akhir pekan.

Meski menawarkan pesona alam yang memikat, pengunjung tetap diimbau berhati-hati saat beraktivitas di sekitar tepian sungai. Kondisi pasir dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti naik turunnya debit air, sehingga kewaspadaan tetap diperlukan, terutama bagi pengunjung yang membawa anak-anak.

Selama musim kemarau masih berlangsung, pantai musiman di Wisata Kum Kum diperkirakan akan terus menjadi salah satu destinasi favorit masyarakat Palangka Raya untuk menikmati suasana santai tanpa harus bepergian jauh dari pusat kota.

Fenomena musiman ini sekaligus menjadi bukti bahwa perubahan alam di tepian Sungai Kahayan mampu menghadirkan daya tarik wisata baru yang diminati masyarakat. (Mg)

Terpopuler

Artikel Terbaru