alexametrics
23.2 C
Palangkaraya
Monday, August 15, 2022

Perpaduan Nuansa Alam dengan Kearifan Lokal di Lembah Mbencirang

Tak salah jika Mojokerto disebut-sebut sebagai salah satu ”gudangnya” objek wisata di Jatim. Sebab, begitu banyak destinasi anyar yang layak untuk dikunjungi. Salah satunya, wisata Lembah Mbencirang.

OBJEK wisata yang satu ini berada di Desa Kebontunggul, Kecamatan Gondang. Letaknya berada tepat di ujung desa dan berbatasan dengan hutan di area Perhutani. Jaraknya sekitar 20 kilometer dari pusat kota. Butuh waktu perjalanan sekitar 40 menit untuk ke sana.

Sesuai dengan namanya, destinasi tersebut berada di dataran rendah yang dikelilingi kawasan pegunungan. Karena itu, untuk menuju objek tersebut, pengunjung harus melewati jalur dengan tanjakan dan kelokan yang lumayan menantang. Meski demikian, aksesnya sangat mudah dijangkau. Sebab, sepanjang jalur tersebut sudah berupa jalan beton.

Begitu tiba, wisatawan sudah bisa menikmati suguhan pemandangan Gunung Welirang dan Anjasmoro nan indah dari kejauhan, sembari merasakan hawa yang begitu sejuk.

Bukan hanya itu, pelancong juga bisa menyaksikan dan merasakan sajian alam lainnya. Mulai hamparan persawahan warga dengan sistem terasiringnya, eksotisme hutan, hingga gemericik aliran sungai yang berada di sekelilingnya area wisata.

Dan, tentu saja, para wisatawan bakal menikmati aneka wahana yang telah disediakan pengelola, yakni badan usaha milik desa (BUMDes) Gajah Mada. Salah satu yang yang jadi favorit adalah kolam renang. Kejernihan dan kesegaran air kolam menjadi alasan pengunjung untuk betah berlama-lama berendam di Lembah Mbencirang. ”Karena air kolamnya berasal dari sumber mata air langsung dari lereng Gunung Anjasmara dan Welirang,” ujar Direktur BUMDes Gajah Mada Andi Yunianto.

Tak hanya berenang, pengunjung destinasi tersebut juga dimanjakan dengan aneka tanaman, sekaligus sejumlah spot selfie yang unik dan menarik di area taman.

Baca Juga :  Wisata Religi di Desa Wali, Bejagung, Tuban

Sejak dibangun pada 2017 silam, Lembah Mbencirang terus menambah wahana-wahana rekreasi lain. Di antaranya, wahana permainan anak-anak yang menyuguhkan aneka permainan tradisional. Bagi penyuka tantangan, tak ada salahnya mencoba arena outbond dengan ragam fasilitas seperti flying fox hingga sepeda gantung.

Pengelola pun menyediakan wahana edukasi yang bisa menambah wawasan pengunjung. Contohnya, pengetahuan tentang sistem bercocok tanam dari petani di desa setempat. Wahana yang juga sayang untuk dilewatkan adalah terapi ikan dan taman kelinci.

Lembah Mbencirang menjadi lokasi yang tepat bagi pencinta tantangan. Sebab, pengunjung dapat merasakan sensasi jelajah alam dengan mengendarai motor ATV. Sementara itu, sensasi adventure akan semakin lengkap dengan wisata susur sungai dengan water tubing. ”Semua wahana berada di satu area wisata Lembah Mbencirang,” tutur Andi.

Dulu Dikenal karena Sumber Air Alami

SEBELUM menjadi objek wisata seperti sekarang, kawasan Lembah Mbencirang sudah jadi objek yang didatangi masyarakat. Yang menjadi ”magnet” adalah sebuah sumber mata air alami yang dinamakan Sendang Widodaren. Selain potensi alamnya yang luar biasa.

Potensi-potensi itulah yang membuat pemerintah dan warga Desa Kebontunggul memiliki impian besar, menjadikan kawasan tersebut sebagai objek wisata yang membawa manfaat bagi peningkatan perekonomian warga.

Ikhtiar itu lantas diwujudkan. Melalui BUMDes Gajah Mada, objek wisata tersebut didirikan di atas tanah kas desa (TKD) seluas 3 hektare. Konsep yang diusung adalah wisata berbasis alam dan kearifan lokal. Salah satunya bisa dilihat dari dibangunnya Monumen Buah Maja yang menjadi bagian sejarah panjang Mojokerto.

Usaha keras mereka menuai hasil positif. Destinasi tersebut dioperasikan sejak Agustus 2017 silam. Tak butuh waktu lama, nama objek wisata Lembah Mbencirang langsung melejit menjadi salah satu destinasi yang jadi jujukan para wisatawan. Imbasnya, perekonomian warga sekitar juga ikut terangkat.

Baca Juga :  Pantai Pulau Merah, Sajian Pasir Putih dan Sunset di Banyuwangi

Namun, situasi berubah ketika pandemi virus korona mulai melanda. Seluruh sektor perekonomian mengalami hantaman begitu telak. Tak terkecuali wisata Lembah Mbencirang. Omzet objek tersebut sempat terjun bebas. Hanya cukup untuk mendanai operasional objek dan menggaji pengelola.

Meski demikian, pemerintah desa dan BUMDes tak mau menyerah begitu saja. Situasi pandemi malah dijadikan momen yang tepat untuk mengembangkan objek tersebut. Sejumlah penambahan dan pembenahan wahan wisata dilakukan. Fasilitas baru bagi wisatawan juga dilengkapi.

Hasilnya sudah bisa dirasakan. Baru-baru ini, tepatnya pada Mei silam, wisata Lembah Mbencirang baru saja menyuguhkan wahana bagi penantang adrenalin. Arung jeram Landaian (AJL) menjadi primadona baru bagi wisatawan.

Wahana tersebut menawarkan sensasi derasnya aliran air Sungai Landaian sejauh 1,2 kilometer. Selain menikmati tantangan, sepanjang perjalanan tersaji deretan view alam yang memanjakan mata.

”Daya tarik lainnya adalah pada sajian kuliner tradisonal khas pedesaan. Salah satunya, minuman weton songolas yang dipercaya mampu menangkal virus Covid-19,” ujar Direktur BUMDes Gajah Mada Andi Yunianto. 

TENTANG WISATA LEMBAH MBENCIRANG

– Terletak di Desa Kebontunggul, Kecamatan Gondang

– Objek ini menjadi salah satu unit usaha BUMDes Gajah Mada

– Mengusung konsep wahana wisata berbasis alam dan kearifan lokal

Sejumlah wahana unggulan:

– Panorama alam di kaki Gunung Anjasmara dan Welirang.

– Arung jeram Landaian (AJL)

– Kolam renang dengan sumber mata air lereng Gunung Anjasmoro dan Welirang

– Wahana permainan anak-anak yang menyuguhkan aneka permainan tradisional.

– Arena outbound dengan ragam fasilitas seperti flying fox hingga sepeda gantung serta wahana lainnya.

Tak salah jika Mojokerto disebut-sebut sebagai salah satu ”gudangnya” objek wisata di Jatim. Sebab, begitu banyak destinasi anyar yang layak untuk dikunjungi. Salah satunya, wisata Lembah Mbencirang.

OBJEK wisata yang satu ini berada di Desa Kebontunggul, Kecamatan Gondang. Letaknya berada tepat di ujung desa dan berbatasan dengan hutan di area Perhutani. Jaraknya sekitar 20 kilometer dari pusat kota. Butuh waktu perjalanan sekitar 40 menit untuk ke sana.

Sesuai dengan namanya, destinasi tersebut berada di dataran rendah yang dikelilingi kawasan pegunungan. Karena itu, untuk menuju objek tersebut, pengunjung harus melewati jalur dengan tanjakan dan kelokan yang lumayan menantang. Meski demikian, aksesnya sangat mudah dijangkau. Sebab, sepanjang jalur tersebut sudah berupa jalan beton.

Begitu tiba, wisatawan sudah bisa menikmati suguhan pemandangan Gunung Welirang dan Anjasmoro nan indah dari kejauhan, sembari merasakan hawa yang begitu sejuk.

Bukan hanya itu, pelancong juga bisa menyaksikan dan merasakan sajian alam lainnya. Mulai hamparan persawahan warga dengan sistem terasiringnya, eksotisme hutan, hingga gemericik aliran sungai yang berada di sekelilingnya area wisata.

Dan, tentu saja, para wisatawan bakal menikmati aneka wahana yang telah disediakan pengelola, yakni badan usaha milik desa (BUMDes) Gajah Mada. Salah satu yang yang jadi favorit adalah kolam renang. Kejernihan dan kesegaran air kolam menjadi alasan pengunjung untuk betah berlama-lama berendam di Lembah Mbencirang. ”Karena air kolamnya berasal dari sumber mata air langsung dari lereng Gunung Anjasmara dan Welirang,” ujar Direktur BUMDes Gajah Mada Andi Yunianto.

Tak hanya berenang, pengunjung destinasi tersebut juga dimanjakan dengan aneka tanaman, sekaligus sejumlah spot selfie yang unik dan menarik di area taman.

Baca Juga :  Melihat Keindahan Grojogan Watu Purbo yang Sedang Hits

Sejak dibangun pada 2017 silam, Lembah Mbencirang terus menambah wahana-wahana rekreasi lain. Di antaranya, wahana permainan anak-anak yang menyuguhkan aneka permainan tradisional. Bagi penyuka tantangan, tak ada salahnya mencoba arena outbond dengan ragam fasilitas seperti flying fox hingga sepeda gantung.

Pengelola pun menyediakan wahana edukasi yang bisa menambah wawasan pengunjung. Contohnya, pengetahuan tentang sistem bercocok tanam dari petani di desa setempat. Wahana yang juga sayang untuk dilewatkan adalah terapi ikan dan taman kelinci.

Lembah Mbencirang menjadi lokasi yang tepat bagi pencinta tantangan. Sebab, pengunjung dapat merasakan sensasi jelajah alam dengan mengendarai motor ATV. Sementara itu, sensasi adventure akan semakin lengkap dengan wisata susur sungai dengan water tubing. ”Semua wahana berada di satu area wisata Lembah Mbencirang,” tutur Andi.

Dulu Dikenal karena Sumber Air Alami

SEBELUM menjadi objek wisata seperti sekarang, kawasan Lembah Mbencirang sudah jadi objek yang didatangi masyarakat. Yang menjadi ”magnet” adalah sebuah sumber mata air alami yang dinamakan Sendang Widodaren. Selain potensi alamnya yang luar biasa.

Potensi-potensi itulah yang membuat pemerintah dan warga Desa Kebontunggul memiliki impian besar, menjadikan kawasan tersebut sebagai objek wisata yang membawa manfaat bagi peningkatan perekonomian warga.

Ikhtiar itu lantas diwujudkan. Melalui BUMDes Gajah Mada, objek wisata tersebut didirikan di atas tanah kas desa (TKD) seluas 3 hektare. Konsep yang diusung adalah wisata berbasis alam dan kearifan lokal. Salah satunya bisa dilihat dari dibangunnya Monumen Buah Maja yang menjadi bagian sejarah panjang Mojokerto.

Usaha keras mereka menuai hasil positif. Destinasi tersebut dioperasikan sejak Agustus 2017 silam. Tak butuh waktu lama, nama objek wisata Lembah Mbencirang langsung melejit menjadi salah satu destinasi yang jadi jujukan para wisatawan. Imbasnya, perekonomian warga sekitar juga ikut terangkat.

Baca Juga :  Manfaatkan Hutan Menjadi Wisata Taman Tematik dan Spot Selfi e

Namun, situasi berubah ketika pandemi virus korona mulai melanda. Seluruh sektor perekonomian mengalami hantaman begitu telak. Tak terkecuali wisata Lembah Mbencirang. Omzet objek tersebut sempat terjun bebas. Hanya cukup untuk mendanai operasional objek dan menggaji pengelola.

Meski demikian, pemerintah desa dan BUMDes tak mau menyerah begitu saja. Situasi pandemi malah dijadikan momen yang tepat untuk mengembangkan objek tersebut. Sejumlah penambahan dan pembenahan wahan wisata dilakukan. Fasilitas baru bagi wisatawan juga dilengkapi.

Hasilnya sudah bisa dirasakan. Baru-baru ini, tepatnya pada Mei silam, wisata Lembah Mbencirang baru saja menyuguhkan wahana bagi penantang adrenalin. Arung jeram Landaian (AJL) menjadi primadona baru bagi wisatawan.

Wahana tersebut menawarkan sensasi derasnya aliran air Sungai Landaian sejauh 1,2 kilometer. Selain menikmati tantangan, sepanjang perjalanan tersaji deretan view alam yang memanjakan mata.

”Daya tarik lainnya adalah pada sajian kuliner tradisonal khas pedesaan. Salah satunya, minuman weton songolas yang dipercaya mampu menangkal virus Covid-19,” ujar Direktur BUMDes Gajah Mada Andi Yunianto. 

TENTANG WISATA LEMBAH MBENCIRANG

– Terletak di Desa Kebontunggul, Kecamatan Gondang

– Objek ini menjadi salah satu unit usaha BUMDes Gajah Mada

– Mengusung konsep wahana wisata berbasis alam dan kearifan lokal

Sejumlah wahana unggulan:

– Panorama alam di kaki Gunung Anjasmara dan Welirang.

– Arung jeram Landaian (AJL)

– Kolam renang dengan sumber mata air lereng Gunung Anjasmoro dan Welirang

– Wahana permainan anak-anak yang menyuguhkan aneka permainan tradisional.

– Arena outbound dengan ragam fasilitas seperti flying fox hingga sepeda gantung serta wahana lainnya.

Most Read

Artikel Terbaru

/