alexametrics
23.1 C
Palangkaraya
Wednesday, August 17, 2022

Dipercaya Bisa Atasi Virus Corona, Harga Rempah Melonjak

PALANGKA RAYA – Dalam beberapa waktu terakhir ini,
khususnya dengan mencuatnya isu Virus Corona. Harga rempah berupa jahe, kunyit,
dan temulawak di Kota Palangka Raya mengalami kenaikan.

Bukan hanya bahan kebutuhan pangan berupa sembako saja yang
mengalami banyak permintaan dari konsumen. Rempah-rempah yang dikabarkan dapat
mengantisipasi Virus Corona ini juga diburu oleh konsumen.

“Katanya bisa mencegah penyakit atau virus itu,” ungkap
Hadi penjual di pasar Kahayan.

Menurut data yang dihimpun oleh Kaltengpos.co, harga jahe
sebelumnya berkisar Rp 60 ribu per kilogram, namun kini naik menjadi Rp. 120
ribu per kilogram. 

Begitu juga dengan rempah kunyit, sebelumnya hanya berkisar
Rp. 7 ribu per kilogram kini naik menjadi Rp. 20 ribu per kilogram.

Baca Juga :  4 Masker Termahal di Dunia, Harga Per Satuan Capai Jutaan Rupiah

Bahkan Temulawak yang sebelumnya hanya berkisar Rp. 15 ribu
per kilogram kini mencapai Rp. 40 ribu kilogram.

Namun ditengah naiknya harga remah-rempah tersebut, para
penjual rempah mengalami kenaikan dalam hal di buru oleh para pembeli.

“Pembelian akhir-akhir ini meningkat tidak seperti
sebelumnya. Sehari habis 10 kilo sekarang. Padahal harganya naik dua kali lipat
dari harga semula,” ucapnya kepada Kaltengpos.co, Sabtu (21/3).

Walaupun mengalami peningkatan, dengan harga yang melambung
tinggi, Hadi mewakili para penjual di Pasar Kahayan Kota Palangka Raya berharap
kepada Pemerintah setempat dapat membantu menormalkan kebutuhan pokok maupun
rempah.

“Ya kalau bisa mendingan turun harganya,  kita beli ke pusatnya jadi tidak mahal,”
ujarnya. (ard)

Baca Juga :  Wah, Orang Indonesia Terbanyak Kedua di Dunia Pengonsumsi Mi Instan

PALANGKA RAYA – Dalam beberapa waktu terakhir ini,
khususnya dengan mencuatnya isu Virus Corona. Harga rempah berupa jahe, kunyit,
dan temulawak di Kota Palangka Raya mengalami kenaikan.

Bukan hanya bahan kebutuhan pangan berupa sembako saja yang
mengalami banyak permintaan dari konsumen. Rempah-rempah yang dikabarkan dapat
mengantisipasi Virus Corona ini juga diburu oleh konsumen.

“Katanya bisa mencegah penyakit atau virus itu,” ungkap
Hadi penjual di pasar Kahayan.

Menurut data yang dihimpun oleh Kaltengpos.co, harga jahe
sebelumnya berkisar Rp 60 ribu per kilogram, namun kini naik menjadi Rp. 120
ribu per kilogram. 

Begitu juga dengan rempah kunyit, sebelumnya hanya berkisar
Rp. 7 ribu per kilogram kini naik menjadi Rp. 20 ribu per kilogram.

Baca Juga :  Kopdar Ajang Mempererat Rasa Kebersamaan

Bahkan Temulawak yang sebelumnya hanya berkisar Rp. 15 ribu
per kilogram kini mencapai Rp. 40 ribu kilogram.

Namun ditengah naiknya harga remah-rempah tersebut, para
penjual rempah mengalami kenaikan dalam hal di buru oleh para pembeli.

“Pembelian akhir-akhir ini meningkat tidak seperti
sebelumnya. Sehari habis 10 kilo sekarang. Padahal harganya naik dua kali lipat
dari harga semula,” ucapnya kepada Kaltengpos.co, Sabtu (21/3).

Walaupun mengalami peningkatan, dengan harga yang melambung
tinggi, Hadi mewakili para penjual di Pasar Kahayan Kota Palangka Raya berharap
kepada Pemerintah setempat dapat membantu menormalkan kebutuhan pokok maupun
rempah.

“Ya kalau bisa mendingan turun harganya,  kita beli ke pusatnya jadi tidak mahal,”
ujarnya. (ard)

Baca Juga :  Kuman Jahat Bikin Gigi Berlubang

Most Read

Artikel Terbaru

/