34 C
Jakarta
Friday, December 8, 2023

Upaya Adaptasi Manajemen Perusahaan di Masa Pandemi

INDONESIA sedang dihadapi dengan tantangan dan
ketidakpastian akibat pandemi Covid-19 yang terus bergejolak. Beradaptasi
kepada gaya hidup digital menjadi salah satu upaya untuk menghadapi masa
pandemi agar tetap dapat melanjutkan kesehariannya.

Salah satu cara adaptasinya adalah bagaimana sebuah perusahaan mengelola
cara kerja dan koordinasi secara digital. Berdasarkan hasil penelitian Deloitte
dalam laporan The Digital Workplace, organisasi dengan
jaringan sosial online yang kuat 7% lebih produktif daripada yang tidak, dengan
64,8% dari total populasi 264 juta penduduk Indonesia sudah terkoneksi
internet, tren ini sejalan dengan peluang untuk melihat bahwa Covid-19 bukan
hanya pandemi, melainkan akselerator modernisasi dan digitalisasi.

Senior Professional Service Consultant Lark, Suryanto Lee mengatakan
bahwa pada umumnya, perusahaan harus bisa beradaptasi dengan cara bekerja
digital. Bukan semata karena situasi pandemi, melainkan juga mengikuti
perkembangan teknologi dan kemajuan digital di era modern untuk dapat bekerja
secara holistik.

“Jika kita selalu berdiam diri tanpa melakukan adaptasi terhadap
perubahan, maka dapat dipastikan usaha yang kita kerjakan dapat dengan mudah
digantikan oleh yang lain. Kemampuan adaptasi juga perlu didukung oleh
komunikasi yang efektif,” ujarnya dalam keterangan pers yang diterima JawaPos.com.

Berikut adalah 3 upaya yang dapat dilakukan sebuah perusahaan untuk
tetap menjaga efektivitas kerja dalam fase tatanan baru:

Baca Juga :  Peperomia, si Daun Lebat yang Tak Ribet untuk Percantik Interior

 

1. Mengimbangi Kapasitas Tenaga Kerja

Setelah Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 telah menerbitkan
Surat Edaran (SE) Nomor 8 Tahun 2020 tentang pengaturan jam kerja pada masa
adaptasi new normal, banyak perusahaan mulai menerapkan penyusunan dan
penerapan pengaturan jam bekerja dengan membagi beberapa shift untuk
mengimbangi kapasitas jumlah karyawan yang bekerja di kantor. Memilih cara
pengelolaan yang tepat penting untuk menjaga efektifikas perusahan dengan
meminimalisasi kepentingan bertemu tatap muka.

Mengadaptasi penggunaan platform yang mampu menjadi pusat kontrol yang
memungkinkan tahap kerja terotomasi seperti persetujuan, alur kerja,
pengeluaran, dan data kehadiran dapat diintegrasikan dengan fitur Approval dan
Attendance akan sangat membantu sistem kerja suatu perusahaan.

Baca Juga :  Catat, Mulai Besok Ponsel Ini Sudah Tak Bisa WhatsApp

 

2. Meningkatkan Pengetahuaan Tim

Dengan adaptasi gaya hidup digital dan bekerja secara remote,
perusahaan harus tetap menjaga kesempatan karyawan dalam meningkatkan
pengetahuaan dan ketrampilan sebuah tim. Webinar, virtual talkshow, dan virtual
workshop, menjadi salah satu yang sedang populer saat ini dikalangan masyarakat
sebagai sarana untuk membagi edukasi dan konten informatif secara virtual.

Konferensi video, adalah fitur pendukung yang penting untuk
melakukannya. Fitur ini tidak hanya dapat mengganti peran meeting yang biasa
dilakukan secara face-to-face, namun juga
menyediakan inovasi baru bagi masyarakat untuk bangkit ditengah pandemi.

 

3. Membangun Efisiensi Baru Melalui Teknologi

Komunikasi antar karyawan adalah salah satu hal yang seringkali menjadi
kendala, terutama bagi perusahaan dengan karyawan skala besar. Komunikasi
bisnis juga memungkinkan manajer untuk berkomunikasi lebih baik dengan tim yang
tersebar di seluruh daerah.

INDONESIA sedang dihadapi dengan tantangan dan
ketidakpastian akibat pandemi Covid-19 yang terus bergejolak. Beradaptasi
kepada gaya hidup digital menjadi salah satu upaya untuk menghadapi masa
pandemi agar tetap dapat melanjutkan kesehariannya.

Salah satu cara adaptasinya adalah bagaimana sebuah perusahaan mengelola
cara kerja dan koordinasi secara digital. Berdasarkan hasil penelitian Deloitte
dalam laporan The Digital Workplace, organisasi dengan
jaringan sosial online yang kuat 7% lebih produktif daripada yang tidak, dengan
64,8% dari total populasi 264 juta penduduk Indonesia sudah terkoneksi
internet, tren ini sejalan dengan peluang untuk melihat bahwa Covid-19 bukan
hanya pandemi, melainkan akselerator modernisasi dan digitalisasi.

Senior Professional Service Consultant Lark, Suryanto Lee mengatakan
bahwa pada umumnya, perusahaan harus bisa beradaptasi dengan cara bekerja
digital. Bukan semata karena situasi pandemi, melainkan juga mengikuti
perkembangan teknologi dan kemajuan digital di era modern untuk dapat bekerja
secara holistik.

“Jika kita selalu berdiam diri tanpa melakukan adaptasi terhadap
perubahan, maka dapat dipastikan usaha yang kita kerjakan dapat dengan mudah
digantikan oleh yang lain. Kemampuan adaptasi juga perlu didukung oleh
komunikasi yang efektif,” ujarnya dalam keterangan pers yang diterima JawaPos.com.

Berikut adalah 3 upaya yang dapat dilakukan sebuah perusahaan untuk
tetap menjaga efektivitas kerja dalam fase tatanan baru:

Baca Juga :  Peperomia, si Daun Lebat yang Tak Ribet untuk Percantik Interior

 

1. Mengimbangi Kapasitas Tenaga Kerja

Setelah Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 telah menerbitkan
Surat Edaran (SE) Nomor 8 Tahun 2020 tentang pengaturan jam kerja pada masa
adaptasi new normal, banyak perusahaan mulai menerapkan penyusunan dan
penerapan pengaturan jam bekerja dengan membagi beberapa shift untuk
mengimbangi kapasitas jumlah karyawan yang bekerja di kantor. Memilih cara
pengelolaan yang tepat penting untuk menjaga efektifikas perusahan dengan
meminimalisasi kepentingan bertemu tatap muka.

Mengadaptasi penggunaan platform yang mampu menjadi pusat kontrol yang
memungkinkan tahap kerja terotomasi seperti persetujuan, alur kerja,
pengeluaran, dan data kehadiran dapat diintegrasikan dengan fitur Approval dan
Attendance akan sangat membantu sistem kerja suatu perusahaan.

Baca Juga :  Catat, Mulai Besok Ponsel Ini Sudah Tak Bisa WhatsApp

 

2. Meningkatkan Pengetahuaan Tim

Dengan adaptasi gaya hidup digital dan bekerja secara remote,
perusahaan harus tetap menjaga kesempatan karyawan dalam meningkatkan
pengetahuaan dan ketrampilan sebuah tim. Webinar, virtual talkshow, dan virtual
workshop, menjadi salah satu yang sedang populer saat ini dikalangan masyarakat
sebagai sarana untuk membagi edukasi dan konten informatif secara virtual.

Konferensi video, adalah fitur pendukung yang penting untuk
melakukannya. Fitur ini tidak hanya dapat mengganti peran meeting yang biasa
dilakukan secara face-to-face, namun juga
menyediakan inovasi baru bagi masyarakat untuk bangkit ditengah pandemi.

 

3. Membangun Efisiensi Baru Melalui Teknologi

Komunikasi antar karyawan adalah salah satu hal yang seringkali menjadi
kendala, terutama bagi perusahaan dengan karyawan skala besar. Komunikasi
bisnis juga memungkinkan manajer untuk berkomunikasi lebih baik dengan tim yang
tersebar di seluruh daerah.

Terpopuler

Artikel Terbaru