Pandemi
Covid-19 yang menghampiri Indonesia sejak akhir bulan Februari 2020 tak hanya
memberikan dampak yang signifikan pada kesehatan masyarakat Indonesia, namun ke
berbagai aspek dalam kehidupan seperti pendidikan, sosial, bahkan finansial.
Di
saat pandemi ini kita seperti baru tersadar bahwa ada beberapa hal penting
dalam kehidupan sehari-hari yang masih terlewat. Misalnya, sebelum pandemi kita
tidak terlalu memikirkan pentingnya hand sanitizer dan masker untuk menjaga
kebersihan dan kesehatan sampai akhirnya barang tersebut menjadi langka, hingga
tidak mempersiapkan keuangan dengan matang saat situasi ekonomi aman untuk memenuhi
kebutuhan di saat darurat.
Kita
memang tidak pernah tahu kapan pandemi atau bahkan krisis-krisis lainnya
datang. Tapi, seperti kata pepatah ‘sedia payung sebelum hujan’. Kita harus
mempersiapkan diri dari sebaik mungkin sebelum krisis yang terjadi mempengaruhi
berbagai aspek kehidupan, salah satunya dalam aspek finansial. Memang sedikit
telat apabila kita baru mempersiapkannya di saat seperti ini, namun lebih baik
telat daripada tidak sama sekali bukan?
Dilansir
dari Treasury.id, hindari beberapa kesalahan dalam mengelola keuangan di bawah
ini agar keuangan Anda menjadi lebih sehat.
1.
Tidak Memiliki Tujuan Keuangan
Meski
terkesan klise, memiliki tujuan keuangan bisa menjadi penyemangat Anda dalam
mengelola keuangan dan mampu membantu Anda ke berbagai kemudahan finansial di
masa depan. Tanpa tujuan keuangan, pendapatan Anda bisa habis tanpa sisa,
karena Anda tidak mampu mengelolalnya.
Ada
banyak tujuan keuangan yang dapat membantu Anda untuk menjaga kondisi finansial
yang lebih baik seperti mempunyai dana darurat, mempersiapkan tabungan
keluarga, atau mempersiapkan tabungan untuk hari tua. Dana yang dipersiapkan
ini akan sangat membantu saat Anda mengalami kesulitan finansial dan tidak mempunyai
pendapatan yang tetap.
2.
Kartu Kredit Bukan Pundi-Pundi
Apabila
saat ini Anda menerima pendapatan yang lebih sedikit dari biasanya atau bahkan
sedang tidak ada pemasukan, sebisa mungkin hindari penggunaan kartu kredit.
Sebaiknya, kartu kredit tidak dianggap sebagai pundi-pundi yang bisa digunakan
kapan saja tanpa tanggung jawab. Apabila terpaksa menggunakan kartu kredit
untuk membeli kebutuhan yang mendesak. Pastikan terlebih dahulu bahwa Anda
selalu mampu untuk membayar tagihannya dan tidak mengganggu cash flow keuangan.
3.
Tidak Mempunyai Cadangan Simpanan
Tak
sedikit orang yang memiliki tabungan di bank hanya sebagai tempat untuk
menerima setoran gaji dari kantor. Seperti ungkapan ‘jangan menyimpan telur di
dalam satu keranjang’, simpan uang Anda di beberapa instrumen yang berbeda
untuk mengurangi resiko. Apabila suatu saat satu keranjang tidak mencukupi,
maka masih ada keranjang lain yang bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan
finansial. Cobalah menyimpan sebagian uang dalam bentuk lain seperti Emas.
Nilai Emas yang cenderung naik dalam jangka panjang membuat Emas menjadi
instrumen yang terlindung dari inflasi.
4.
Tidak Disiplin dalam Mengelola Keuangan
Mengelola
keuangan memang terasa sulit dilakukan karena belum terbiasa. Dari yang
biasanya belanja ini itu, sesuai dengan keinginan, sekarang harus mulai membiasakan
diri untuk membeli sesuai dengan kebutuhan. Kunci sukses pengelolaan keuangan
adalah disiplin terhadap rencana keuangan yang telah dibuat. Ingatlah berbagai
kemudahan yang akan dirasakan di masa depan, apabila mulai merasa terbebani
saat mengelola keuangan.
5.
Menunda Rencana Mengelola Keuangan
Setelah
mengetahui poin-poin yang bisa membantu rencana pengelolaan keuangan, sebaiknya
lakukan secepat mungkin pengelolaannya sebelum semakin terlambat. Semakin cepat
perencanaan keuangan dilakukan, maka resiko kesulitan finansial di masa depan
dapat diperkecil. Makanya harus tetap cermat dan jeli dalam menjaga kantong
agar tetap aman hingga masa mendatang.