25.8 C
Jakarta
Monday, March 30, 2026

Math Galaxy Meluncur ke Play Store, Bukti Guru Kalteng Bisa Go Internasional

Inovasi pendidikan dari Kota Palangka Raya kembali mencuri perhatian. Seorang guru matematika SMP Negeri 13 berhasil membawa aplikasi pembelajaran karyanya, Math Galaxy, menembus platform global Google Play Store.

Fitri Shafa Kamila, Palangka Raya

WAJAH pendidikan di Kota Palangka Raya memasuki babak baru. Tidak lagi terbatas pada ruang kelas, inovasi pembelajaran kini menjangkau dunia digital global.

Hal itu dibuktikan oleh Maulida Rezeki, guru matematika SMP Negeri 13 Palangka Raya, yang sukses meluncurkan aplikasi pembelajaran “Math Galaxy: Jelajah Sistem Persamaan Linier Dua Variabel (SPLDV)” di Google Play Store.

Aplikasi tersebut bukan sekadar media belajar biasa. Maulida merancangnya sebagai sarana pembelajaran mandiri yang interaktif, bahkan dikemas menyerupai permainan.

“Saya berpikir ini bisa dipakai lebih jauh lagi, siapa saja bisa download. Jadi saya memang ingin arahnya ke Play Store,” ujarnya dilansir dari Kalteng Pos, Jumat (27/3).

Perjalanan menuju platform global itu tidak instan. Maulida mengungkapkan bahwa awalnya inovasi tersebut dikembangkan untuk kebutuhan lomba guru tingkat nasional.

Electronic money exchangers listing

Ia terpilih mewakili Kalimantan Tengah sebagai guru transformatif dan harus terus meningkatkan kualitas karyanya. Dari situlah muncul gagasan untuk mengembangkan media pembelajaran berbasis digital yang lebih luas jangkauannya.

Ia menjelaskan proses pembuatan aplikasi dilakukan secara mandiri tanpa bantuan pihak ketiga. Berbekal kemampuan otodidak, ia mengubah platform Google Sites menjadi aplikasi yang siap diunggah ke Play Store.

Baca Juga :  Cukup Rp5 Ribu, Cincin Emas seperti Baru Lagi

“Saya yang menjadi developernya. Biasanya orang harus cari developer tapi saya usahakan sendiri, walaupun dengan segala keterbatasan,” tuturnya.

Aplikasi tersebut sebenarnya telah melalui tahap uji coba sejak tahun 2025. Namun, proses rilis sempat tertunda karena harus melalui berbagai tahapan penilaian dan pembaruan sistem. Maulida menyebut, setelah melakukan upgrade, aplikasinya langsung mendapat persetujuan dalam waktu singkat. “Baru saja saya rilis. Setelah upgrade dalam sehari langsung ACC dan sudah bisa di download,” katanya.

Lebih dari sekadar inovasi teknologi, Math Galaxy lahir dari kebutuhan nyata di lapangan. Maulida yang harus menempuh perjalanan jauh menuju sekolahnya ingin memastikan siswa tetap bisa belajar secara mandiri sebelum masuk kelas.

Ia menerapkan konsep pembelajaran flipped classroom, di mana siswa mempelajari materi terlebih dahulu melalui aplikasi, kemudian mendiskusikannya di sekolah.

“Aplikasi ini memang saya rancang untuk pembelajaran mandiri. Siswa bisa langsung belajar dan di sekolah tinggal kita bahas apa yang belum dipahami,” jelasnya.

Keunggulan lain dari Math Galaxy terletak pada kontennya yang lengkap dan kontekstual.

Di dalamnya terdapat materi pembelajaran, video, latihan soal interaktif, hingga lembar kerja berbasis lingkungan lokal Tumbang Tahai. Pendekatan ini dinilai mampu meningkatkan motivasi belajar siswa karena terasa lebih dekat dengan kehidupan mereka.

“Math Galaxy saya filosofikan sebagai sebuah semesta. Di dalamnya ada planet-planet materi. SPLDV ini baru satu bagian, ke depan akan saya kembangkan lagi,” ungkap Maulida.

Baca Juga :  Bikin Merinding, Disambut Penampakan Perempuan Berwajah Rusak dan Soso

Ia juga menambahkan bahwa ke depan aplikasi tersebut akan terus dikembangkan dengan materi lain, termasuk untuk persiapan Olimpiade Sains Nasional (OSN) dan Tes Kemampuan Akademik (TKA). Hal ini sejalan dengan pengalamannya dalam menyusun konten pembelajaran digital.

Meski dikerjakan secara mandiri, inovasi Maulida mendapat dukungan dari Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya.

Saat ini, aplikasi tersebut mulai disosialisasikan kepada sekolah-sekolah lain agar dapat dimanfaatkan secara lebih luas. “Tadi dari dinas sudah mulai share ke grup dan disosialisasikan. Sangat didukung,” katanya.

Selain dukungan moril, ia juga telah mendapatkan bantuan fasilitas berupa laptop untuk menunjang pengembangan inovasinya ke depan.

Namun demikian, ia menyadari bahwa perjalanan pengembangan aplikasi ini masih panjang.

Keberhasilan Maulida tidak lepas dari rekam jejaknya sebagai guru berprestasi. Ia merupakan Juara 1 Guru Berprestasi Tingkat Provinsi Kalimantan Tengah tahun 2025.

Baginya, pencapaian tersebut bukan sekadar prestasi pribadi, melainkan hasil kerja bersama seluruh pihak yang mendukungnya.

“Perasaan saya tentu senang sekali bisa membawa nama Kota Palangka Raya. Ini menjadi kebanggaan bagi saya dan rekan-rekan,” ucapnya.

Dengan hadirnya Math Galaxy di Play Store, Maulida membuktikan bahwa guru daerah pun mampu bersaing di tingkat global.

Inovasi ini menjadi bukti bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk menciptakan perubahan, melainkan pemicu untuk terus berinovasi demi masa depan pendidikan yang lebih baik. (*/ala/kpg)

Inovasi pendidikan dari Kota Palangka Raya kembali mencuri perhatian. Seorang guru matematika SMP Negeri 13 berhasil membawa aplikasi pembelajaran karyanya, Math Galaxy, menembus platform global Google Play Store.

Fitri Shafa Kamila, Palangka Raya

WAJAH pendidikan di Kota Palangka Raya memasuki babak baru. Tidak lagi terbatas pada ruang kelas, inovasi pembelajaran kini menjangkau dunia digital global.

Electronic money exchangers listing

Hal itu dibuktikan oleh Maulida Rezeki, guru matematika SMP Negeri 13 Palangka Raya, yang sukses meluncurkan aplikasi pembelajaran “Math Galaxy: Jelajah Sistem Persamaan Linier Dua Variabel (SPLDV)” di Google Play Store.

Aplikasi tersebut bukan sekadar media belajar biasa. Maulida merancangnya sebagai sarana pembelajaran mandiri yang interaktif, bahkan dikemas menyerupai permainan.

“Saya berpikir ini bisa dipakai lebih jauh lagi, siapa saja bisa download. Jadi saya memang ingin arahnya ke Play Store,” ujarnya dilansir dari Kalteng Pos, Jumat (27/3).

Perjalanan menuju platform global itu tidak instan. Maulida mengungkapkan bahwa awalnya inovasi tersebut dikembangkan untuk kebutuhan lomba guru tingkat nasional.

Ia terpilih mewakili Kalimantan Tengah sebagai guru transformatif dan harus terus meningkatkan kualitas karyanya. Dari situlah muncul gagasan untuk mengembangkan media pembelajaran berbasis digital yang lebih luas jangkauannya.

Ia menjelaskan proses pembuatan aplikasi dilakukan secara mandiri tanpa bantuan pihak ketiga. Berbekal kemampuan otodidak, ia mengubah platform Google Sites menjadi aplikasi yang siap diunggah ke Play Store.

Baca Juga :  Cukup Rp5 Ribu, Cincin Emas seperti Baru Lagi

“Saya yang menjadi developernya. Biasanya orang harus cari developer tapi saya usahakan sendiri, walaupun dengan segala keterbatasan,” tuturnya.

Aplikasi tersebut sebenarnya telah melalui tahap uji coba sejak tahun 2025. Namun, proses rilis sempat tertunda karena harus melalui berbagai tahapan penilaian dan pembaruan sistem. Maulida menyebut, setelah melakukan upgrade, aplikasinya langsung mendapat persetujuan dalam waktu singkat. “Baru saja saya rilis. Setelah upgrade dalam sehari langsung ACC dan sudah bisa di download,” katanya.

Lebih dari sekadar inovasi teknologi, Math Galaxy lahir dari kebutuhan nyata di lapangan. Maulida yang harus menempuh perjalanan jauh menuju sekolahnya ingin memastikan siswa tetap bisa belajar secara mandiri sebelum masuk kelas.

Ia menerapkan konsep pembelajaran flipped classroom, di mana siswa mempelajari materi terlebih dahulu melalui aplikasi, kemudian mendiskusikannya di sekolah.

“Aplikasi ini memang saya rancang untuk pembelajaran mandiri. Siswa bisa langsung belajar dan di sekolah tinggal kita bahas apa yang belum dipahami,” jelasnya.

Keunggulan lain dari Math Galaxy terletak pada kontennya yang lengkap dan kontekstual.

Di dalamnya terdapat materi pembelajaran, video, latihan soal interaktif, hingga lembar kerja berbasis lingkungan lokal Tumbang Tahai. Pendekatan ini dinilai mampu meningkatkan motivasi belajar siswa karena terasa lebih dekat dengan kehidupan mereka.

“Math Galaxy saya filosofikan sebagai sebuah semesta. Di dalamnya ada planet-planet materi. SPLDV ini baru satu bagian, ke depan akan saya kembangkan lagi,” ungkap Maulida.

Baca Juga :  Bikin Merinding, Disambut Penampakan Perempuan Berwajah Rusak dan Soso

Ia juga menambahkan bahwa ke depan aplikasi tersebut akan terus dikembangkan dengan materi lain, termasuk untuk persiapan Olimpiade Sains Nasional (OSN) dan Tes Kemampuan Akademik (TKA). Hal ini sejalan dengan pengalamannya dalam menyusun konten pembelajaran digital.

Meski dikerjakan secara mandiri, inovasi Maulida mendapat dukungan dari Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya.

Saat ini, aplikasi tersebut mulai disosialisasikan kepada sekolah-sekolah lain agar dapat dimanfaatkan secara lebih luas. “Tadi dari dinas sudah mulai share ke grup dan disosialisasikan. Sangat didukung,” katanya.

Selain dukungan moril, ia juga telah mendapatkan bantuan fasilitas berupa laptop untuk menunjang pengembangan inovasinya ke depan.

Namun demikian, ia menyadari bahwa perjalanan pengembangan aplikasi ini masih panjang.

Keberhasilan Maulida tidak lepas dari rekam jejaknya sebagai guru berprestasi. Ia merupakan Juara 1 Guru Berprestasi Tingkat Provinsi Kalimantan Tengah tahun 2025.

Baginya, pencapaian tersebut bukan sekadar prestasi pribadi, melainkan hasil kerja bersama seluruh pihak yang mendukungnya.

“Perasaan saya tentu senang sekali bisa membawa nama Kota Palangka Raya. Ini menjadi kebanggaan bagi saya dan rekan-rekan,” ucapnya.

Dengan hadirnya Math Galaxy di Play Store, Maulida membuktikan bahwa guru daerah pun mampu bersaing di tingkat global.

Inovasi ini menjadi bukti bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk menciptakan perubahan, melainkan pemicu untuk terus berinovasi demi masa depan pendidikan yang lebih baik. (*/ala/kpg)

Terpopuler

Artikel Terbaru

/