33.7 C
Jakarta
Wednesday, July 24, 2024
spot_img

Misteri: Naik Kereta Surabaya-Bandung, Ternyata Hanya Lari-lari di Rel Saja

BERBICARA mengenai kisah misteri yang terjadi di sekitar kota Surabaya memang tidak ada habisnya. Ketika biasanya hal-hal mistis dialami ketika sedang berada di bangunan-bangunan tua yang sudah berusia ratusan tahun, kali ini kisah mistis terjadi di kereta.

Pengalaman mistis ini dialami Udin, seorang pendatang dari Bandung di Surabaya pada tahun 2009 silam.

Udin sudah menetap di Surabaya dan merupakan seorang pekerja kantoran di salah satu perusahaan startup di Surabaya.

Saat itu, Udin berniat untuk pulang ke Bandung karena ada kepentingan mendesak.

Udin yang masih menggenakan kemeja kerjanya mendatangi stasiun Pasar Turi sekitar pukul 12.00 siang setelah izin untuk pulang lebih awal dari kantor.

Sayangnya, tiket kereta api jurusan Surabaya-Bandung telah habis terjual.

Oleh seorang petugas loket yang berparas cantik dan kulit putih pucat memberitahukan bahwa terdapat jadwal tambahan untuk kereta jurusan Surabaya-Bandung yang akan berangkat pukul 23.00.

Baca Juga :  Dewan Kalteng Kunjungan Kerja ke Badan Penghubung Provinsi di Jakarta

Udin pun tidak berpikir dua kali untuk membeli tiket yang dapat dibeli dengan harga yang sama itu.

Udin kemudian menunggu kereta tersebut hingga akhirnya keretapun tiba sesuai dengan jadwalnya.

Selama 30 menit pertama duduk di dalam kereta yang hanya diisi oleh beberapa penumpang itu, Udin tidak merasakan sesuatu yang ganjil.

Udin hanya duduk di bangku yang ada di sisi jendela dan menikmati pemandangan remang-remang di luar sana.

Udin mulai merasa ada yang tidak beres ketika dia merasa kereta tersebut melewati kuburan yang sama selama lebih dari lima kali.

Dengan bulu kuduk yang merinding, Udin memperhatikan dengan seksama melalui kaca jendela selama beberapa menit untuk meyakinkan pengelihatannya.

“Saya yakin kuburannya sama persis karena masih disinari lampu-lampu kuning,” ujarnya.

Keyakinan Udin terhadap keanehan kereta ini bertambah ketika dia tidak menemukan satu orang pun di gerbongnya. “Penumpang lain tiba-tiba nggak ada,” ucap Udin.

Baca Juga :  Membeludak, Ruang Dapur pun Dipakai Mengaji

Udin panik, tidak berpikir bahwa dia akan mengalami kejadian horror yang selama ini hanya di baca lewat media sosial.

Dengan keringat yang membasahi tubuhnya, Udin berlari ke gerbong lain.

Namun Udin menemukan kondisi yang sama, bahwa gerbong yang lain juga tanpa penumpang.

Setelah berlarian kesana-kemari, kemudian Udin mengaku hilang kesadaran.

Saat terbangun, rupanya Udin sudah berada di sebuah rumah warga.

Udin pun heran dan menanyakan kepada pemilik rumah mengenai keberadaannya di tempat tersebut.

Oleh pemilik rumah disampaikan bahwa dirinya tidak sengaja melihat Udin berlarian-lari di atas rel kereta api ketika hendak pergi ke sawah.

“Dipanggillin terus tapi nggak nengok-nengok,” ungkap pemilik rumah tersebut.
Udin kemudian menceritakan apa yang dialaminya selama kurang lebih satu jam dalam perjalanan.

Namun si pemilik rumah justru melihatnya berlari di atas rel kereta api pada pukul 03.00 dinihari. (sha/nug/jpg)

BERBICARA mengenai kisah misteri yang terjadi di sekitar kota Surabaya memang tidak ada habisnya. Ketika biasanya hal-hal mistis dialami ketika sedang berada di bangunan-bangunan tua yang sudah berusia ratusan tahun, kali ini kisah mistis terjadi di kereta.

Pengalaman mistis ini dialami Udin, seorang pendatang dari Bandung di Surabaya pada tahun 2009 silam.

Udin sudah menetap di Surabaya dan merupakan seorang pekerja kantoran di salah satu perusahaan startup di Surabaya.

Saat itu, Udin berniat untuk pulang ke Bandung karena ada kepentingan mendesak.

Udin yang masih menggenakan kemeja kerjanya mendatangi stasiun Pasar Turi sekitar pukul 12.00 siang setelah izin untuk pulang lebih awal dari kantor.

Sayangnya, tiket kereta api jurusan Surabaya-Bandung telah habis terjual.

Oleh seorang petugas loket yang berparas cantik dan kulit putih pucat memberitahukan bahwa terdapat jadwal tambahan untuk kereta jurusan Surabaya-Bandung yang akan berangkat pukul 23.00.

Baca Juga :  Dewan Kalteng Kunjungan Kerja ke Badan Penghubung Provinsi di Jakarta

Udin pun tidak berpikir dua kali untuk membeli tiket yang dapat dibeli dengan harga yang sama itu.

Udin kemudian menunggu kereta tersebut hingga akhirnya keretapun tiba sesuai dengan jadwalnya.

Selama 30 menit pertama duduk di dalam kereta yang hanya diisi oleh beberapa penumpang itu, Udin tidak merasakan sesuatu yang ganjil.

Udin hanya duduk di bangku yang ada di sisi jendela dan menikmati pemandangan remang-remang di luar sana.

Udin mulai merasa ada yang tidak beres ketika dia merasa kereta tersebut melewati kuburan yang sama selama lebih dari lima kali.

Dengan bulu kuduk yang merinding, Udin memperhatikan dengan seksama melalui kaca jendela selama beberapa menit untuk meyakinkan pengelihatannya.

“Saya yakin kuburannya sama persis karena masih disinari lampu-lampu kuning,” ujarnya.

Keyakinan Udin terhadap keanehan kereta ini bertambah ketika dia tidak menemukan satu orang pun di gerbongnya. “Penumpang lain tiba-tiba nggak ada,” ucap Udin.

Baca Juga :  Membeludak, Ruang Dapur pun Dipakai Mengaji

Udin panik, tidak berpikir bahwa dia akan mengalami kejadian horror yang selama ini hanya di baca lewat media sosial.

Dengan keringat yang membasahi tubuhnya, Udin berlari ke gerbong lain.

Namun Udin menemukan kondisi yang sama, bahwa gerbong yang lain juga tanpa penumpang.

Setelah berlarian kesana-kemari, kemudian Udin mengaku hilang kesadaran.

Saat terbangun, rupanya Udin sudah berada di sebuah rumah warga.

Udin pun heran dan menanyakan kepada pemilik rumah mengenai keberadaannya di tempat tersebut.

Oleh pemilik rumah disampaikan bahwa dirinya tidak sengaja melihat Udin berlarian-lari di atas rel kereta api ketika hendak pergi ke sawah.

“Dipanggillin terus tapi nggak nengok-nengok,” ungkap pemilik rumah tersebut.
Udin kemudian menceritakan apa yang dialaminya selama kurang lebih satu jam dalam perjalanan.

Namun si pemilik rumah justru melihatnya berlari di atas rel kereta api pada pukul 03.00 dinihari. (sha/nug/jpg)

spot_img
spot_img

Terpopuler

spot_img

Artikel Terbaru