Malam Mati Lampu di Kereng Bangkirai: Saat Warga Bersatu Menjinakkan Api sebelum Damkar Tiba

Di tengah pekatnya malam tanpa penerangan listrik, kepulan asap mulai mengepul dari salah satu bangunan di Jalan Sri Rejeki 2, kawasan Jalan Supra, Kelurahan Kereng Bangkirai, Kecamatan Sebangau. Jumat malam, 24 Juli 2026 pukul 22.15 WIB. Ketenangan warga seketika buyar digantikan rasa waspada dan kepanikan.

HERI MUKTI, PALANGKA RAYA

TAK ada sinyal yang stabil untuk mengirim pesan lewat gawai. Tak ada lampu jalan yang menerangi kegelisahan. Namun, solidaritas warga justru menyala lebih terang saat itu.

Ketua RT 07 RW 02, Gampang menceritakan detik-detik menegangkan itu. Karena mati lampu dan jaringan komunikasi terputus, tak ada cara lain selain cara yang paling sederhana namun menggetarkan hati. Ya, ada warga yang berinisiatif memukul tiang-tiang listrik berkali-kali. Bunyi denting yang memecah hening malam itu menjadi tanda bahaya agar semua orang segera bangun dan berkumpul.

Baca Juga :  Daya Listrik Surplus, Investor Jangan Ragu Berinvestasi di Kalteng

“Warga yang sebagian besar sudah tertidur semua berhamburan keluar rumah untuk mencegah api merembet ke bangunan lain. Yang terpenting saat itu mencegah api merembet ke bangunan lain,” kenang Gampang.

Tanpa menunggu bantuan dari jauh, mereka bahu-membahu mengangkut air menggunakan ember, selang, dan apa saja yang bisa dijadikan alat. Di bawah cahaya obor dan senter ponsel yang terbatas, ratusan tangan bergerak serempak membasahi kobaran api yang mulai melahap atap bagian depan rumah tersebut.

Rumah yang terbakar itu adalah milik warga setempat yang kini disewa dua mahasiswi. Beruntung, saat kejadian mereka sedang berada di luar sejak pukul 18.30 WIB, sehingga tidak ada korban jiwa.

Electronic money exchangers listing

“Yang terbakar itu atap bagian depan, ruang tamu dan kamar, karena terbuat dari kayu kan akhirnya jatuh. Kalau ruang tengah atapnya masih ada tapi nggak sempurna. Tabung gas di belakang aman, nggak ada kebakaran di belakang,” jelas Gampang secara rinci.

Baca Juga :  JOC dan KJPK Gelar Lomba Domino Session 7, Pererat Kebersamaan Insan Pers

Saat petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) tiba di lokasi pukul 22.47 WIB, kobaran api utama nyatanya sudah berhasil diredam oleh tangan-tangan warga sendiri.

Kepala Bidang Pemadaman Disdamkarmat Palangka Raya, Alfrianto, membenarkan hal tersebut. Petugas hanya tinggal melakukan pendinginan menyeluruh guna memastikan tak ada lagi bara yang menyala kembali. Penanganan tuntas berakhir pukul 23.36 WIB.

Di balik insiden yang merugikan materi ini, tersimpan kisah nyata tentang kebersamaan. Saat teknologi dan fasilitas terhambat, rasa saling peduli menjadi tameng paling kuat bagi warga Kereng Bangkirai. Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih dalam tahap penyelidikan pihak berwenang.(*)

 

Di tengah pekatnya malam tanpa penerangan listrik, kepulan asap mulai mengepul dari salah satu bangunan di Jalan Sri Rejeki 2, kawasan Jalan Supra, Kelurahan Kereng Bangkirai, Kecamatan Sebangau. Jumat malam, 24 Juli 2026 pukul 22.15 WIB. Ketenangan warga seketika buyar digantikan rasa waspada dan kepanikan.

HERI MUKTI, PALANGKA RAYA

TAK ada sinyal yang stabil untuk mengirim pesan lewat gawai. Tak ada lampu jalan yang menerangi kegelisahan. Namun, solidaritas warga justru menyala lebih terang saat itu.

Electronic money exchangers listing

Ketua RT 07 RW 02, Gampang menceritakan detik-detik menegangkan itu. Karena mati lampu dan jaringan komunikasi terputus, tak ada cara lain selain cara yang paling sederhana namun menggetarkan hati. Ya, ada warga yang berinisiatif memukul tiang-tiang listrik berkali-kali. Bunyi denting yang memecah hening malam itu menjadi tanda bahaya agar semua orang segera bangun dan berkumpul.

Baca Juga :  Daya Listrik Surplus, Investor Jangan Ragu Berinvestasi di Kalteng

“Warga yang sebagian besar sudah tertidur semua berhamburan keluar rumah untuk mencegah api merembet ke bangunan lain. Yang terpenting saat itu mencegah api merembet ke bangunan lain,” kenang Gampang.

Tanpa menunggu bantuan dari jauh, mereka bahu-membahu mengangkut air menggunakan ember, selang, dan apa saja yang bisa dijadikan alat. Di bawah cahaya obor dan senter ponsel yang terbatas, ratusan tangan bergerak serempak membasahi kobaran api yang mulai melahap atap bagian depan rumah tersebut.

Rumah yang terbakar itu adalah milik warga setempat yang kini disewa dua mahasiswi. Beruntung, saat kejadian mereka sedang berada di luar sejak pukul 18.30 WIB, sehingga tidak ada korban jiwa.

“Yang terbakar itu atap bagian depan, ruang tamu dan kamar, karena terbuat dari kayu kan akhirnya jatuh. Kalau ruang tengah atapnya masih ada tapi nggak sempurna. Tabung gas di belakang aman, nggak ada kebakaran di belakang,” jelas Gampang secara rinci.

Baca Juga :  JOC dan KJPK Gelar Lomba Domino Session 7, Pererat Kebersamaan Insan Pers

Saat petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) tiba di lokasi pukul 22.47 WIB, kobaran api utama nyatanya sudah berhasil diredam oleh tangan-tangan warga sendiri.

Kepala Bidang Pemadaman Disdamkarmat Palangka Raya, Alfrianto, membenarkan hal tersebut. Petugas hanya tinggal melakukan pendinginan menyeluruh guna memastikan tak ada lagi bara yang menyala kembali. Penanganan tuntas berakhir pukul 23.36 WIB.

Di balik insiden yang merugikan materi ini, tersimpan kisah nyata tentang kebersamaan. Saat teknologi dan fasilitas terhambat, rasa saling peduli menjadi tameng paling kuat bagi warga Kereng Bangkirai. Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih dalam tahap penyelidikan pihak berwenang.(*)

 

Terpopuler

Artikel Terbaru