alexametrics
24.8 C
Palangkaraya
Friday, August 19, 2022

Bocah 10 Tahun Itu, Gigih Bantu Perekonomian Keluarga

Waktu menunjukkan pukul 15.00 WIB, namun terik panas sang surya masih cukup menyengat di Kota palangka Raya. Langkah kecil bocah laki-laki penjual sayuran kelakai, menyusuri sepanjang jalan di Kota palangka raya, Rabu (21/7). Sembari menyeka keringat yang mengucur di wajahnya, dia terlihat tak lelah menenteng barang yang dijualnya.

————————————————————Syahyudi,Palangka Raya

YA, dia adalah Galih. Bocah 10 tahun itu, sehari-hari berjalan menyusur sudut kota Palangka Raya dengan berbekal ember yang berisikan sayur. Berangkat dari Jalan Badak tempat tinggalnya, pukul 05:00 WIB ia keliling kota menjajakan sayurnya.  Entah apa yang ada di dalam benak sebagian orang yang melihat bocah ini.

Kepada Prokalteng.co, dia mengaku harus melakukan itu demi membantu orang tuanya di saat pandemi Covid-19 saat ini. Terlebih, tuntutan belajar secara online, mengharuskan dirinya memiliki uang untuk kebutuhan kuota internet.

Baca Juga :  Pohon Pelangi, Pohon Langka yang Hanya Ada Satu di Surabaya

"Nama saya Galih, umur 10 tahun. Sekolah di Kota Palangka Raya. Karena korona harus belajar online di rumah.  Ya mau tidak mau saya harus berjualan sayur keliling. Berangkat pagi pukul 05.00 berjalan dari rumah Jalan Badak sampai ke  Pasar Besar. Ini harganya Rp8 ribu aja bang," ucapnya.

Galih yang tinggal dengan orang tuanya itu, mengaku tidak ingin menyerah untuk membantu ayah dan ibunya. Sebab, ibu dan ayahnya hanya ikut bekerja kepada orang lain.  

Semangat Galih sungguh menginspirasi siapa saja. Meskipun di tengah kondisi pandemi saat ini, namun kegigihannya dalam membantu perekonomian keluarga tak semua bisa dimiliki oleh sebagian besar anak di usianya.

Baca Juga :  Pohon Hidup di Halaman Gereja Bersolek

"Saya setiap hari berjalan kaki beberapa kilometer, berdua sama kakak. Tapi kakak arah Rajawali, saya arah Pasar Besar.  Kami lakukan ini sudah lama, dua tahun sudah dijalani dengan penghasilan Rp.100.000 perhari. Sayuran ini mencari di sekitar rumah,"ungkapnya.(*)

Waktu menunjukkan pukul 15.00 WIB, namun terik panas sang surya masih cukup menyengat di Kota palangka Raya. Langkah kecil bocah laki-laki penjual sayuran kelakai, menyusuri sepanjang jalan di Kota palangka raya, Rabu (21/7). Sembari menyeka keringat yang mengucur di wajahnya, dia terlihat tak lelah menenteng barang yang dijualnya.

————————————————————Syahyudi,Palangka Raya

YA, dia adalah Galih. Bocah 10 tahun itu, sehari-hari berjalan menyusur sudut kota Palangka Raya dengan berbekal ember yang berisikan sayur. Berangkat dari Jalan Badak tempat tinggalnya, pukul 05:00 WIB ia keliling kota menjajakan sayurnya.  Entah apa yang ada di dalam benak sebagian orang yang melihat bocah ini.

Kepada Prokalteng.co, dia mengaku harus melakukan itu demi membantu orang tuanya di saat pandemi Covid-19 saat ini. Terlebih, tuntutan belajar secara online, mengharuskan dirinya memiliki uang untuk kebutuhan kuota internet.

Baca Juga :  Berwisata Kuliner Sambil Menikmati Indahnya Senja

"Nama saya Galih, umur 10 tahun. Sekolah di Kota Palangka Raya. Karena korona harus belajar online di rumah.  Ya mau tidak mau saya harus berjualan sayur keliling. Berangkat pagi pukul 05.00 berjalan dari rumah Jalan Badak sampai ke  Pasar Besar. Ini harganya Rp8 ribu aja bang," ucapnya.

Galih yang tinggal dengan orang tuanya itu, mengaku tidak ingin menyerah untuk membantu ayah dan ibunya. Sebab, ibu dan ayahnya hanya ikut bekerja kepada orang lain.  

Semangat Galih sungguh menginspirasi siapa saja. Meskipun di tengah kondisi pandemi saat ini, namun kegigihannya dalam membantu perekonomian keluarga tak semua bisa dimiliki oleh sebagian besar anak di usianya.

Baca Juga :  Perjuangan Jaksa KPK, Menembus Banjir Demi Tuntaskan Perkara

"Saya setiap hari berjalan kaki beberapa kilometer, berdua sama kakak. Tapi kakak arah Rajawali, saya arah Pasar Besar.  Kami lakukan ini sudah lama, dua tahun sudah dijalani dengan penghasilan Rp.100.000 perhari. Sayuran ini mencari di sekitar rumah,"ungkapnya.(*)

Most Read

Artikel Terbaru

Merdeka Kepundungan

Momen HUT RI, Bangkit dari Keterpurukan

Gangguan Kesenangan

/